15 January 2019

Komplikasi yang Bisa Diakibatkan oleh Kanker Serviks

Komplikasi yang Bisa Diakibatkan oleh Kanker Serviks

Halodoc, Jakarta - Kaum hawa rasanya perlu menaruh perhatian lebih terhadap kanker serviks. Masalah medis ini merupakan “pembunuh” utama perempuan di Indonesia. Bahkan, negara kita menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah kasus terbanyak di Asia Tenggara.

Menurut data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2015, data Globocan tahun 2012, menunjukkan tiap harinya ada 26 wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Dengan kata lain, setiap jam setidaknya ada seorang perempuan di Indonesia meninggal akibat kanker serviks.

Baca juga: Penting untuk Wanita, Ini 4 Cara Mencegah Kanker Serviks

Kanker ini terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang dengan tidak terkendali. Gejala dari kanker serviks ini sebenarnya baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut. Oleh sebab itu, pengidapnya sering kali terlambat mendapatkan perawatan intensif.

Padahal, kanker yang menyerang leher rahim ini termasuk kanker yang paling bisa dicegah dan disembuhkan ketimbang kanker lainnya. Asalkan diketahui sejak stadium awal.

Ingat, kanker serviks ini bisa menimbulkan banyak komplikasi yang berakibat fatal bagi pengidapnya, lho. Nah, berikut komplikasi yang mungkin saja bisa muncul akibat pengobatan kanker serviks.

1. Penyempitan Miss V

Kanker leher rahim yang diatasi dengan radioterapi bisa saja menyebabkan penyempitan pada Miss V. Imbasnya, hubungan intim akan terasa amat menyakitkan. Untuk mengatasi hal ini bisa dengan mengoleskan krim hormon pada Miss V, yang dapat meningkatkan kelembapan agar hubungan intim menjadi lebih mudah.

2. Menopause Dini

Kondisi ini terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Biasanya terjadi pada wanita di usia sekitar 50 tahun. Namun, menopause dini juga bisa terjadi ketika ovarium diangkat melalui operasi atau bisa juga karena ovarium rusak akibat efek samping radioterapi. Pada kondisi ini, pengidapnya akan mengalami gejala, seperti Miss V kering, kehilangan gairah seksual, hingga sensasi rasa panas dan berkeringat (hot flushes).

Baca juga: Kanker Serviks Bisa Menyebar ke 6 Bagian Tubuh Ini

3. Rasa Sakit karena Kanker Menyebar

Rasa sakit yang parah bisa saja muncul ketika kanker sudah menyebar ke berbagai lokasi. Misalnya, saraf, otot, ataupun tulang. Untuk mengatasi hal ini, biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Obat-obatan yang digunakan, seperti parasetamol, obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), hingga morfin. Pemberiaan bergantung pada tingkat rasa sakit yang dirasakan.

4. Gagal Ginjal

Dalam beberapa kasus, kanker yang disebabkan oleh virus human papilloma virus di tahap stadium lanjut, bisa menyebabkan masalah pada ginjal. Pada stadium lanjut, kanker bisa menekan ureter. Kondisi ini bisa menyebabkan terhalangnya urine untuk keluar dari ginjal.

Nah, terkumpulnya urine di ginjal (hidronefrosis) ini bisa menyebabkan ginjal membengkak dan meregang. Hati-hati, hidronefrosis parah bisa merusak ginjal, sehingga kehilangan seluruh fungsinya alias dikenal sebagai gagal ginjal.

Baca juga: Ini Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

5. Perdarahan Berlebih

Ketika kanker serviks mulai menyebar hingga ke Miss V, usus, ataupun kandung kemih, maka kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan di rektum atau di Miss V. Perdarahan ini juga bisa terjadi ketika pengidapnya berkemih. Biasanya, dokter akan menangani kondisi ini dengan kombinasi obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.

Punya keluhan kesehatan? Atau mau tahu lebih jauh mengenai kanker serviks? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!