Harus Tahu, Ini Komplikasi Berbahaya dari Proktitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Harus Tahu, Ini Komplikasi Berbahaya dari Proktitis

Halodoc, Jakarta – Proktitis adalah penyakit yang terjadi pada rektum alias dinding usus besar bagian akhir. Kondisi ini sama sekali tidak boleh diabaikan, sebab bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Selain itu, penyakit ini juga bisa mengganggu karena memicu gejala berupa nyeri pada perut dan dubur, diare, serta buang air besar (BAB) berdarah dan berlendir.  

Penyakit ini terjadi karena adanya kondisi yang berhubungan dengan radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Proktitis juga bisa disebabkan oleh penyakit menular seksual akibat berhubungan intim tanpa mengenakan kondom. Maka dari itu, menghindari perilaku seks tidak sehat dan tidak bergonta-ganti pasangan bisa menjadi cara untuk mencegah penyakit ini. 

Baca juga: Gejala Proktitis yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Proktitis dan Komplikasi yang Bisa Terjadi 

Risiko proktitis menjadi lebih besar pada orang yang memiliki kehidupan seks tidak sehat. Saat seseorang diduga mengalami kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan meliputi tes feses, tes darah, dan kolonoskopi. Proktitis ditandai dengan gejala perut mulas dan rasa ingin buang air besar terus-menerus. Gejala ini biasanya terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan hingga berbulan-bulan. 

Kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti sakit perut di bagian kiri, nyeri saat buang air besar, dubur terasa sakit, diare, buang air besar yang terasa tidak tuntas, berdarah, serta berlendir. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini menyerang, mulai dari riwayat penyakit tertentu, penggunaan obat-obatan, serta gaya hidup tidak sehat. 

Proktitis adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi berupa, anemia akibat pendarahan berkelanjutan, infeksi bernanah alias abses pada area yang terinfeksi, serta borok di dalam dinding rektum. Penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti fistula ani dan fistula rektovagina. 

Baca juga: Infeksi Menular Seksual Dapat Sebabkan Proktitis

Fistula ani merupakan kondisi yang menyebabkan terbentuknya saluran abnormal di antara usus dengan kulit di sekitar dubur. Selain itu, proktitis juga bisa memicu komplikasi fistula rektovagina, yaitu terbentuknya saluran abnormal di antara rektum dan Miss V. Saluran ini bisa menyebabkan feses keluar ke Miss V. 

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab seseorang terserang penyakit proktitis. Gangguan ini bisa terjadi karena infeksi menular seksual alias PMS, infeksi bakteri tertentu, radang usus, penggunaan antibiotik sembarangan, radioterapi, efek samping dari prosedur operasi, serta reaksi terhadap protein dari makanan. Untuk mendiagnosis penyakit ini, dibutuhkan pemeriksaan yang mendalam dan lengkap. Pasalnya, gejala proktitis umumnya mirip dengan gejala gangguan pencernaan lainnya. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala seperti sakit perut yang tidak wajar dan berlangsung dalam waktu panjang. 

Penyakit ini bisa dicegah. Untuk mengurangi risiko penyakit proktitis disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim tidak sehat. Hindari bergonta-ganti pasangan dan melakukan aktivitas seksual tanpa kondom. Hindari juga melakukan hubungan intim saat pasangan memiliki luka di sekitar organ kelamin, sebab bisa menjadi tanda adanya penyakit menular seksual. Mencegah penyakit ini juga bisa dilakukan dengan menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. 

Baca juga: Sakit Radang Usus Bisa Sebabkan Proktitis

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Proctitis.
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Proctitis?
Web MD. Diakses pada 2019. Proctitis.