• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi Hipermagnesemia pada Ibu Hamil

Komplikasi Hipermagnesemia pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Komplikasi Hipermagnesemia pada Ibu Hamil

“Hipermagnesemia terjadi ketika kadar magnesium dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini bisa dialami oleh semua orang termasuk ibu hamil. Itu sebabnya, bumil wajib mengenali gejala hipermagnesemia untuk mencegah komplikasi serius.”


Halodoc, Jakarta – Pernah dengar hipermagnesemia? Hipermagnesemia mengacu pada jumlah magnesium yang berlebihan dalam aliran darah. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh gagal ginjal atau fungsi ginjal yang buruk.

Magnesium sendiri merupakan mineral yang digunakan tubuh sebagai elektrolit, artinya senyawa ini membawa muatan listrik ke seluruh tubuh ketika dilarutkan dalam darah. Magnesium memiliki peran dalam kesehatan tulang, fungsi kardiovaskular, dan transmisi saraf, di antara fungsi-fungsi lainnya. Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang. Lantas, apa jadinya jika ibu hamil mengalami hipermagnesemia?

Baca juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hipermagnesemia

Komplikasi yang Lebih Parah

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health, seorang wanita hamil dengan gagal ginjal akut dapat menimbulkan koma yang disebabkan oleh overdosis magnesium.

Tidak hanya berdampak pada ibu hamil, kondisi hipermagnesemia juga dapat berdampak pada bayi dalam kandungan. Menurut Food and Drug Administration, peningkatan risiko osteopenia dan patah tulang pada bayi yang baru lahir sangat mungkin terjadi pada ibu hamil yang mengidap hipermagnesemia.

Sebagian besar kasus hipermagnesemia terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal. Hipermagnesemia terjadi karena proses yang menjaga kadar magnesium dalam tubuh pada tingkat normal, tidak berfungsi dengan baik pada orang dengan disfungsi ginjal dan penyakit hati stadium akhir.

Baca juga: Ini Efeknya Kalau Tubuh Kebanyakan Magnesium

Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, ginjal tidak dapat membuang kelebihan magnesium yang membuat orang lebih rentan terhadap penumpukan mineral dalam darah. 

Berbagai Penyebab Hipermagnesemia

Malnutrisi dan alkoholisme adalah faktor risiko tambahan pada orang dengan penyakit ginjal kronis. Jarang bagi seseorang yang memiliki fungsi ginjal normal untuk mengalami hipermagnesemia. Jika seseorang dengan fungsi ginjal yang sehat mengalami hipermagnesemia, gejalanya biasanya ringan. Penyebab lain dari hipermagnesemia termasuk:

  •  Terapi lithium.
  •  Hipotiroidisme.
  • Penyakit Addison.
  •  Sindrom susu-alkali.
  •  Obat yang mengandung magnesium, seperti beberapa obat pencahar dan antasida.
  •  Hiperkalsemia pada riwayat keluarga.
  • Overdosis obat dengan katartik yang mengandung magnesium.
  •  Wanita yang menggunakan magnesium sebagai pengobatan untuk preeklampsia. 

Ingin tahu lebih lanjut mengenai hipermagnesemia pada ibu hamil? Tanyakan langsung dokter melalui Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Ibu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Waspadai Gejala Hipermagnesemia pada Ibu Hamil

Karena komplikasinya yang cukup serius, bumil wajib mengetahui gejala hipermagnesemia supaya lebih waspada. Berikut gejala hipomagnesemia pada ibu hamil:

  •  Mual.
  •  Muntah.
  •  Gangguan neurologis.
  •  Tekanan darah rendah abnormal (hipotensi).
  •  Sakit kepala.

Tingkat magnesium yang sangat tinggi dalam darah dapat menyebabkan masalah jantung, kesulitan bernapas, dan syok. 

Bagaimana Cara Mendiagnosis Hipermagnesemia?

Hipermagnesemia dapat didiagnosis melalui tes darah untuk mengukur kadar magnesium. 

Tingkat magnesium yang ditemukan dalam darah menunjukkan tingkat keparahan kondisi. Normalnya, jumlah magnesium dalam darah adalah 1,7 -2,3 mg/dL. Apabila kadar magnesium mencapai 7 mg/dL, kondisinya bisa menyebabkan gejala ringan.

Apabila mencapai 7-12 mg/dL dapat berdampak pada jantung dan paru-paru bahkan kelelahan ekstrem dan tekanan darah rendah. Kadar di atas 12 mg/dL dapat menyebabkan kelumpuhan otot dan hiperventilasi. Ketika kadarnya di atas 15,6 mg/dL, kondisi ini dapat menyebabkan koma.

Apakah Hipermagnesemia Bisa Dicegah?

Orang dengan masalah ginjal berisiko mengalami hipermagnesemia, karena ginjal mereka mungkin tidak dapat mengeluarkan cukup magnesium. Oleh sebab itu, pengidap gangguan ginjal perlu melakukan beberapa tindakan pencegahan.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Hipermagnesemia Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Misalnya, menghindari obat-obatan yang mengandung magnesium untuk mencegah komplikasi. Ini termasuk beberapa antasida dan pencahar yang dijual bebas. Umumnya dokter akan menguji hipermagnesemia pada siapapun dengan ginjal berkinerja buruk yang mengalami gejala terkait.

Referensi:

National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Coma caused by hypermagnesemia in a pregnant woman complicated with HELLP syndrome.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Hypermagnesemia.