Komplikasi Infeksi Luka setelah Operasi Caesar

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Komplikasi Infeksi Luka setelah Operasi Caesar

Halodoc, Jakarta - Semua wanita yang sedang hamil pasti mengharapkan untuk melakukan persalinan normal. Walau begitu, terkadang rencana tidak selalu sesuai dengan harapan. Kamu mungkin saja melahirkan dengan cara operasi caesar karena suatu hal,  dan tindakan tersebut akan menyebabkan kamu mengalami luka infeksi.

Infeksi luka yang terjadi pasca operasi caesar dapat menyebabkan hal yang berbahaya. Hal tersebut dapat terjadi ketika bakteri masuk ke luka sayatan yang terjadi. Sekitar 3 hingga 15 persen wanita yang mengalami operasi caesar mengalami infeksi ini. Gangguan ini juga dapat menyebabkan komplikasi.

Komplikasi Disebabkan Infeksi Setelah Operasi Caesar

Operasi caesar adalah sebuah operasi yang dilakukan untuk melahirkan bayi dengan membuat luka yang dibuat pada perut dan rahim kamu. Luka tersebut dibuat di garis perut kamu. Operasi tersebut dapat menyebabkan banyak risiko yang berbahaya. Gangguan yang disebabkan infeksi tersebut dapat menyebabkan komplikasi.

Infeksi tersebut dapat menetap di permukaan kulit kamu. Selain itu, hal itu juga dapat berpindah ke aliran darah dan memengaruhi organ lain. Kemungkinan komplikasi yang berhubungan dengan infeksi pada operasi caesar tersebut meliputi:

  1. Endokarditis

Salah satu komplikasi yang disebabkan oleh infeksi yang terjadi ketika operasi caesar adalah endokarditis. Gangguan ini termasuk dalam kondisi langka yang melibatkan radang selaput jantung, otot jantung, dan katup jantung. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri streptokokus atau stafilokokus.

  1. Osteomielitis

Osteomielitis adalah salah satu infeksi yang dapat terjadi pasca operasi caesar dilakukan. Gangguan ini terjadi ketika infeksi dan peradangan pada tulang atau sumsum tulang. Penyakit ini terjadi ketika infeksi tersebut masuk ke aliran darah. Gejala dari gangguan ini dapat menyebabkan kejang otot pada area yang radang.

  1. Bakteremia

Operasi caesar yang dilakukan juga dapat menyebabkan infeksi yang berkembang menjadi bakteremia. Hal ini terjadi ketika bakteri masuk ke aliran darah. Bakteri yang tidak dapat dibunuh oleh sistem imun tubuh akan menyebabkan infeksi serius.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan yang dapat terjadi pasca operasi caesar dilakukan, dokter dari Halodoc siap membantu kamu. Kamu hanya perlu untuk download aplikasi Halodoc di smartphone kamu untuk kemudahan dalam berdiskusi dengan dokter.

Baca juga: Melahirkan Caesar? Ini yang Harus Diketahui Ibu

Gejala yang Timbul Karena Infeksi Luka Pasca Operasi Caesar

Setelah operasi caesar dilakukan, kamu harus tetap memantau bentuk luka yang terjadi dan ikuti instruksi dokter setelah operasi dilakukan. Kamu dapat meminta bantuan pasangan kamu untuk memeriksa luka tersebut. Agar tidak terjadi luka infeksi setelah operasi tersebut, kamu harus tahu gejala yang ditimbulkan. Berikut adalah beberapa gejalanya:

  • Sakit perut yang parah;

  • Terdapat kemerahan di area bekas sayatan;

  • Terjadi pembengkakan pada area sayatan;

  • Rasa sakit yang semakin memburuk;

  • Mengalami demam tinggi;

  • Buang air kecil terasa menyakitkan;

  • Keputihan yang berbau busuk;

  • Perdarahan yang menyebabkan gumpalan besar;

  • Kaki terasa sakit atau bengkak.

Baca juga: 4 Langkah Pemulihan Setelah Melahirkan Secara Caesar yang Dialami Raisa

Pengobatan dari Infeksi Luka Pasca Operasi Caesar

Umumnya, dokter akan mengobati luka infeksi yang terjadi pasca operasi caesar dengan memberikan antibiotik. Obat tersebut tergantung dari jenis bakteri yang menyebabkannya. Infeksi yang kurang parah dapat sembuh dengan beberapa kali konsumsi antibiotik.

 

Apabila terdapat cairan yang keluar dari luka atau luka tersebut semakin terbuka, maka dokter akan melakukan operasi kecil. Hal tersebut berfungsi untuk menghilangkan abses dan cairan yang telah mengalami infeksi. Setelah itu, jika dokter menemukan jaringan mati, bagian tersebut akan dihilangkan. Dokter juga akan memastikan jaringan pada bagian tersebut sehat.

Setelah operasi dilakukan, dokter akan memberikan antiseptik dan menutupnya dengan kain kasa. Beberapa jenis kain kasar yang ditempelkan mempunyai fungsi antimikroba. Hal tersebut dapat membunuh bakteri dan mencegah infeksi lebih lanjut.

Baca juga: Cara Tepat dan Cepat untuk Pulih dari Operasi Caesar