• Home
  • /
  • Komplikasi yang Disebabkan oleh Sindrom Mallory Weiss

Komplikasi yang Disebabkan oleh Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Komplikasi yang Disebabkan oleh Sindrom Mallory Weiss

Halodoc, Jakarta - Hati-hati jika kamu mengalami gejala muntah dan buang air besar berdarah. Ada banyak penyakit yang ditandai dengan dua gejala ini, salah satunya adalah sindrom Mallory-Weiss. Kelainan ini terjadi karena ada robekan yang terdapat pada kerongkongan yang berbatasan langsung dengan organ lambung. 

Bisanya, kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu antara 7 hingga 10 hari, tetapi bisa berlangsung lebih lama. Jika demikian, artinya kamu harus mendapatkan perawatan medis. Ada banyak hal yang menyebabkan kamu muntah terus-menerus atau BAB berdarah, termasuk bulimia, konsumsi alkohol berlebih, dan indikasi masalah pada bagian lambung. 

Adakah Komplikasi karena SIndrom Mallory Weiss?

Sindrom Mallory-Weiss berisiko terjadi pada orang-orang berusia antara 40 hingga 60 tahun. Namun, ada pula faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kelainan serius ini, termasuk mengalami hernia hiatus, batuk berkepanjangan, cegukan berat yang berlangsung lama, kejang, sering mengangkat beban berat, dan efek dari konsumsi obat tertentu. 

Baca juga: 3 Cara Mendiagnosis Sindrom Mallory Weiss

Apabila kamu mengalami gejala seperti kebingungan dan penurunan kewaspadaan, muntah, berkeringat dan kulit memucat, bibir dan kuku mengalami perubahan warna menjadi biru, detak jantung dan napas menjadi lebih cepat, dan sedikit buang air kecil atau tidak buang air kecil sama sekali, segera periksakan diri ke dokter karena kamu membutuhkan penanganan darurat medis. Supaya lebih mudah dan tidak perlu mengantre, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc

Pasalnya, sindrom Mallory-Weiss yang tidak segera ditangani atau penanganannya tidak tuntas bisa memicu terjadinya berbagai komplikasi. Perdarahan yang berkepanjangan memicu terjadinya syok hipovolemik, hipoksia, hingga kematian. Tindakan medis yang dilakukan juga bukan berarti tanpa risiko. Selalu tanyakan pada dokter tindakan terbaik yang bisa kamu ambil. 

Baca juga: Ini Penyebab Sindrom Mallory Weiss yang Perlu Diketahui

Gejala dan Pencegahan Sindrom Mallory Weiss

Jika sindrom Mallory-Weiss masih berada pada stadium ringan, biasanya pengidap tidak merasakan adanya gejala. Namun, jika penyakit ini sudah berkembang menjadi lebih serius, muntah dan BAB berdarah menjadi gejala utama yang muncul. Gejala lain yang turut dirasakan termasuk sesak napas, nyeri pada ulu hati, tubuh lemas, pusing, dan kulit maupun wajah menjadi pucat. 

Namun, pemeriksaan lanjutan oleh dokter diperlukan, karena gejala-gejala tadi mengindikasikan masalah kesehatan lainnya, seperti tukak lambung, esofagus yang pecah atau perforasi, gastritis erosif stadium berat, sindrom Boerhaave, dan sindrom Zollinger Ellison. Tentunya ini membantu dokter mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. 

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Lantas, apakah sindrom Mallory-Weiss bisa dicegah? Ternyata, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya robekan pada bagian kerongkongan. Ini termasuk cukup istirahat, tidak mengonsumsi alkohol, lakukan pemeriksaan secara berkala apabila kamu sedang mengonsumsi obat jenis tertentu yang bisa menjadi pemicunya, perbanyak konsumsi air putih, menghindari konsumsi obat golongan antiinflamasi nonsteroid, dan mengurangi konsumsi makanan yang bisa melukai saluran pencernaan bagian atas, termasuk makanan pedas. 

Referensi: 
Drugs. Diakses pada 2019. Mallory Weiss Syndrome. 
Rarediseases. Diakses pada 2019. Mallory Weiss Syndrome. 
Healthline. Diakses pada 2019. Mallory Weiss Tear.