Kondisi Medis yang Membuat Ibu Tidak Dapat Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kondisi tidak dapat menyusui

Halodoc, Jakarta - Kegiatan menyusui merupakan proses pemberian nutrisi kepada bayi secara optimal. ASI akan memberikan nutrisi yang berkualitas sejak awal kehidupan Si Kecil, yang berperan sebagai penunjang pertumbuhan, kesehatan serta perkembangan secara optimal. Kegiatan yang satu ini sangat disarankan bagi semua ibu agar dapat memberikan manfaat ASI yang optimal bagi Si Kecil.

Baca juga: Atasi Benjolan Payudara saat Menyusui dengan 5 Cara Ini

Ketahui Kondisi yang Membuat Ibu Tidak Dapat Menyusui

Masa menyusui sendiri merupakan masa yang sangat penting dan berharga bagi ibu dan si buah hati. Pasalnya, pada masa ini hubungan emosional ibu dengan anak terbentuk. Masa menyusui juga memiliki periode yang sangat panjang, dengan begitu, menyusui sangat baik bagi perkembangan mental dan psikis anak. Menyusui secara eksklusif disarankan selama 6 bulan, dan dilanjutkan hingga dua tahun atau lebih.

Sedihnya, ada sejumlah kondisi yang tidak memungkinkan ibu untuk menyusui si buah hati, baik sementara maupun permanen. Hal tersebut dikaitkan dengan kondisi medis ibu yang tidak memungkinkan. Beberapa kondisi medis yang tidak memungkinkan ibu untuk menyusui, antara lain:

  1. Ibu mengidap sepsis, yaitu komplikasi akibat infeksi yang dapat menimbulkan tekanan darah turun drastis, sera menimbulkan banyak kerusakan organ.

  2. Ibu mengidap HSV-1 (Herpes Simplex Virus Type 1), yaitu penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus HSV yang ditandai dengan lesi pada alat kelamin, anus, atau mulut. 

  3. Ibu yang menjalani sitotoksik kemoterapi, yaitu prosedur pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan bahan kimia kuat untuk menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

  4. Ibu tengah menjalani pengobatan tertentu, seperti obat psikoterapi, obat epilepsi, dan opioids yang dapat menimbulkan efek kantuk dan depresi pernapasan. Selain itu, penggunaan topical iodine, dan radioactive Iodine-131 juga mengharuskan ibu untuk berhenti sementara untuk menyusui.

Jika ibu memiliki sejumlah kondisi tersebut, silahkan membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat dilakukan akan membuat ibu sembuh dengan lebih cepat, dan ibu dapat menikmati kegiatan menyusui yang telah hilang sewaktu ibu mengidap penyakit tersebut.

Baca juga: 4 Gangguan Kesehatan yang Sering Dialami Ibu Menyusui

Ibu yang Boleh Menyusui dengan Ketentuan Tambahan

Sejumlah kondisi medis berikut memungkinkan ibu untuk tetap memberikan ASI. Namun, sejumlah kondisi berikut memiliki ketentuan yang perlu ibu patuhi. Sejumlah kondisi tersebut, antara lain:

  • Ibu mengidap abses payudara. Ibu tetap dapat menyusui dengan salah satu payudara yang sehat. Pada bagian payudara yang sakit, silahkan lakukan pengobatan.

  • Ibu mengidap hepatitis. Ibu dengan hepatitis dapat menyusui anaknya, dengan catatan, bayi sudah mendapatkan vaksin hepatitis dalam waktu 48 jam sejak kelahirannya.

  • Ibu mengidap mastitis. Ibu dengan mastitis akan sangat terasa sakit ketika menyusui. Dalam hal ini, ibu bisa menyiasatinya dengan memerah ASI dan meminumkannya pada Si Kecil dengan bantuan botol.

  • Ibu mengidap TBC. Ibu dengan TBC masih dapat menyusui selama mendapatkan pengobatan TBC yang seharusnya.

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Menyusui yang Perlu Diketahui Ibu

Sedangkan ibu yang memiliki kecanduan terhadap alkohol atau narkotika, harus berhenti total menggunakan bahan-bahan tersebut. Ibu bisa meminta bantuan medis dan langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Bagi Ibu dengan kecanduan bahan-bahan tersebut, dokter biasanya akan menyarankan untuk berhenti menyusui untuk sementara waktu.