Kurang Minum Air Sebabkan Disfungsi Ereksi, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kurang Minum Air Sebabkan Disfungsi Ereksi, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Mencukupi kebutuhan air putih dalam satu hari tentu akan berdampak positif untuk kesehatan kamu, salah satunya tentu kamu akan terhindar dari kondisi dehidrasi. Seseorang yang mengalami dehidrasi akan kehilangan banyak cairan dalam tubuh yang dapat memengaruhi keseimbangan kadar glukosa dan garam dalam tubuh.

Baca juga: Kurang Minum, Kenali 5 Tanda Dehidrasi pada Kulit

Dehidrasi yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan, seperti kejang yang muncul akibat adanya gangguan keseimbangan elektrolit, adanya masalah kesehatan pada ginjal dan juga kandung kemih, syok hipovolemik hingga masalah disfungsi ereksi.

Alasan Dehidrasi Sebabkan Disfungsi Ereksi

Dehidrasi dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap, yaitu dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat. Banyak faktor yang menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Tidak hanya melalui urine, cairan pada tubuh dapat keluar melalui berbagai proses seperti berkeringat, air mata, muntah hingga melalui proses buang air besar.

Banyak gangguan kesehatan yang berhubungan langsung dengan kondisi dehidrasi, salah satunya adalah disfungsi ereksi. Lalu, bagaimana kekurangan cairan pada tubuh menyebabkan seorang pria alami disfungsi ereksi? Disfungsi ereksi merupakan gangguan seksual yang dialami oleh pria. Ketika seorang pria mengalami disfungsi ereksi, maka ia tidak dapat mempertahankan atau tidak mampu ereksi meskipun terdapat rangsangan seksual.

Tubuh yang terhidrasi dengan baik memiliki kesehatan tubuh secara optimal, termasuk kesehatan seksual. Terpenuhinya kebutuhan cairan membuat produksi sel darah merah meningkat. Kondisi ini membuat aliran darah pada pembuluh darah dan arteri menjadi lebih optimal. Tentu penurunan sel darah merah dapat mengganggu aliran darah menuju organ vital yang dapat menyebabkan penis tidak mendapatkan cukup oksigen dan darah untuk melakukan ereksi atau mempertahankan ereksi. Kondisi ini yang membuat seorang pria yang alami dehidrasi dapat alami disfungsi ereksi.

Baca juga: 5 Penyebab Pria Bisa Alami Disfungsi Ereksi

Ketika kamu mengalami kondisi dehidrasi, cairan pada tubuh berkurang dan menyebabkan tubuh memproduksi hormon angiotensin, yang sebabkan pembuluh darah mengerut. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh, salah satunya adalah organ vital pria.

Cegah Dehidrasi untuk Hindari Gangguan Kesehatan

Cegah dehidrasi agar terhindar dari berbagai gangguan penyakit. Seseorang yang mengalami dehidrasi umumnya mengalami gejala, seperti haus yang tidak kunjung usai dan juga urine yang berwarna gelap. Tidak hanya itu, gejala lain yang bisa dialami oleh pengidap dehidrasi adalah perubahan emosi yang menjadi lebih mudah marah, mata tampak cekung, tidak buang air kecil selama 8 jam, sesak napas hingga penurunan kesadaran.

Tidak ada salahnya untuk penuhi kebutuhan cairan jika kamu mengalami gejala dari dehidrasi. Jika penurunan kesadaran terjadi akibat dehidrasi, segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan yang kamu alami. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter secara online melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah, kan?

Baca juga: Selain Minum Air Putih, 7 Cara Cegah Dehidrasi Selama Puasa

Jangan khawatir, dehidrasi dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan cairan perhari dengan mengonsumsi air putih, buah dan sayuran yang mengandung air cukup tinggi. Ada beberapa buah dan sayuran yang direkomendasikan untuk menambah jumlah cairan di dalam tubuh, seperti semangka, stroberi, jeruk, anggur, pir, nanas, selada, bayam, dan wortel. Sebaiknya jangan tunggu haus untuk mengonsumsi air putih. Dengan minum secara teratur, kadar normal cairan dan mineral di dalam tubuh bisa dipertahankan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Can Dehydration Cause Erectile Dysfunction
Medical News Today. Diakses pada 2019. Does Drinking Water Improve Erectile Dysfunction
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dehydration