03 December 2018

Urine Berwarna, Hati-hati 4 Penyakit Ini

Urine Berwarna, Hati-hati 4 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu memperhatikan warna urine yang keluar ketika buang air kecil? Urine merupakan produk buangan yang terdiri dari berbagai zat yang tidak diperlukan, bahkan racun bagi tubuh, yang berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Namun, selain sebagai cairan buangan, warna, jumlah, hingga bau urine dapat menjadi tanda kondisi tubuh kamu, lho.

Ya, urine memiliki warna yang berbeda-beda tergantung seberapa banyak air yang dikonsumsi. Semakin banyak air putih yang dikonsumsi, semakin jernih warna urine yang dikeluarkan tubuh. Perubahan warna urine pun terjadi ketika terdapat gangguan atau masalah kesehatan dalam tubuh. Oleh karena itu, urine dapat dijadikan sebagai indikator medis, yang dapat menunjukkan status kesehatan seseorang.

Lantas, warna urine yang normal itu seperti apa sih? Warna urine normal adalah kuning muda atau keemasan. Warna ini berasal dari pigmen tubuh yang disebut dengan urochrome. Sementara itu, urine tanpa warna atau bening dapat menandakan bahwa kamu sudah terhidrasi dengan cukup baik. Meskipun dalam beberapa kasus, warna urine yang bening juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu.

Nah, bicara tentang warna urine, kita perlu hati-hati terhadap beberapa penyakit dan kondisi kesehatan berikut ini, jika warna urine yang keluar tidak seperti pada normalnya.

1. Dehidrasi

Penyebab paling sering yang ditemukan pada perubahan warna urine menjadi warna kuning tua adalah dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu gejala atau kondisi ketika tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak seperti pusing, kehilangan fokus, dan mudah lelah. Mengapa dehidrasi menyebabkan warna urine berubah? Karena ketika tubuh kekurangan cairan, secara otomatis urobilin atau pewarna urine dalam tubuh akan meningkat konsentrasinya. Perlu diketahui bahwa urobilin merupakan bilirubin yang terdapat pada sistem kandung kemih, dan merupakan hasil dari zat sisa yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah oleh hati.

2. Hematuria

Urine yang berwarna merah atau kecoklatan merupakan tanda dari penyakit hematuria. Penyakit ini merupakan istilah medis yang menandakan adanya darah dalam urine. Urine yang normal seharusnya tidak akan mengandung darah sedikit pun, kecuali pada wanita yang sedang menstruasi. Itu lah mengapa pemeriksaan medis perlu segera dilakukan jika kamu menjumpai urine yang keluar berwarna merah atau kecokelatan.

Umumnya, hematuria muncul akibat kondisi medis lain yang mendasarinya. Pengobatan yang diberikan pun biasanya akan disesuaikan dengan penyakit yang mendasari tersebut. Misalnya, jika hematuria disebabkan oleh infeksi saluran kemih, dokter biasanya akan memberikan resep antibiotik. Namun, jika disebabkan oleh kondisi lain seperti batu ginjal, pengobatan bisa dilakukan dengan obat-obatan untuk batu ginjal, hingga operasi.

3. Penyakit Seksual

Pada beberapa jenis penyakit seksual, salah satu gejala yang mungkin timbul adalah perubahan warna urine menjadi kuning pekat. Infeksi chlamydia merupakan salah satu jenis penyakit seksual yang paling sering menimbulkan perubahan warna urine.

4. Gangguan Hati

Perubahan warna urine menjadi lebih gelap dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada organ hati, seperti hepatitis, sirosis, dan kanker hati. Gangguan hati ini biasanya diawali dengan peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti virus dan bakteri. Kemudian, jika peradangan terjadi terus-menerus, akan berakibat pada kerusakan dan kematian jaringan hati.

Kerusakan hati ini akan membuat hati tidak bisa berfungsi dengan baik untuk memproduksi dan menyalurkan bilirubin. Akibatnya, bilirubin pun akan masuk ke dalam darah dan menyebabkan tubuh menjadi kuning. Bilirubin yang masuk ke dalam sistem kandung kemih disebut urobilin, dan jika kadarnya terlalu banyak dapat mengubah warna urine menjadi sangat pekat.

Itu lah sedikit penjelasan tentang penyakit-penyakit yang menyebabkan gejala urine berwarna. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: