Kurang Minum, Kenali 5 Tanda Dehidrasi pada Kulit

Dehidrasi pada Kulit

Halodoc, Jakarta - Siapapun dapat mengalami dehidrasi. Jika tubuh dibiarkan terus-menerus dalam keadaan ini, bisa saja tubuh terkena penyakit kronis akibat dehidrasi. Kondisi ini bisa kamu atasi dengan mengonsumsi lebih banyak cairan. Namun, jika dehidrasi yang dialami sudah parah, kemungkinan kamu memerlukan perawatan medis secepatnya.

Baca juga: Bukan Hanya Lemas, Ini 6 Dampak Dehidrasi bagi Tubuh

Sedangkan dehidrasi pada kulit merupakan kondisi saat keadaan kulit kurang kandungan kadar airnya, sehingga dapat memengaruhi kondisi tekstur kulit. Hal ini jelas berbeda dengan seseorang yang memiliki kulit kering, karena kandungan minyak atau sebum yang tidak mencukupi.

Dehidrasi pada kulit banyak dipicu oleh beberapa faktor, seperti pemakaian produk yang kurang tepat dan tidak memenuhi kebutuhan kulit, faktor cuaca, serta kebiasaan diet yang memengaruhi kelembapan kulit. Kulit yang dehidrasi dapat terjadi pada jenis kulit apapun, baik kulit kering atau berminyak. Seseorang yang mengalami dehidrasi pada kulit dapat ditandai dengan:

  • Kulit Bersisik dan Kasar

Tekstur kulit bersisik dan kasar merupakan tanda yang paling jelas bahwa kulit kamu sedang mengalami dehidrasi dan sangat membutuhkan kelembapan. Tekstur tersebut tidak hanya terasa di satu area wajah, tapi juga secara keseluruhan.

  • Kulit Berjerawat

Kulit yang berjerawat sangat identik dengan kulit berminyak. Namun, tahukah kamu bahwa kulit kering akan lebih rentan terhadap jerawat? Kulit jerawat juga bisa jadi pertanda kalau kamu sedang mengalami dehidrasi. Akibatnya, timbul peradangan pada kulit yang berbentuk jerawat.

Baca juga: Awas, Ini 5 Tanda Tubuh Sudah Dehidrasi

  • Kulit Terlihat Kusam dan Lelah

Kulit yang terlihat kusam juga merupakan salah satu tanda kalau kulit kamu tidak terhidrasi dengan baik. Kulit yang terhidrasi dengan seimbang akan memiliki efek yang terlihat berkilau, sedangkan kulit yang kekurangan cairan tidak memiliki kilauan. Kulit kering tidak selalu menyebabkan kerutan, tetapi memberi kesan kulit terlihat lebih tua.

  • Kulit Terasa Kencang dan Gatal

Selain terasa kasar dan tampak kusam, kulit yang mengalami dehidrasi dapat memengaruhi kenyamanan kamu. Pasalnya, kulit yang mengalami dehidrasi akan terasa kering, kencang, bahkan terasa gatal-gatal.

  • Kulit Terasa Nyeri

Seseorang yang mengalami dehidrasi berat, biasanya kondisi ini terjadi akibat campuran dari kurangnya perawatan, lingkungan, bahkan obat dan makanan yang kamu konsumsi. Dengan begitu, kulit bisa saja terasa nyeri dan menyakitkan. Ketika elastisitas kulit berkurang, otomatis kelembapan kulit berkurang, dan kulit menjadi pecah-pecah.

Ketika kulit kamu mengalami dehidrasi, kamu bisa mengatasinya dengan memakan produk khusus untuk mengunci kelembapan kulit. Selain itu, kurangi pemakaian produk yang mengandung bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan dehidrasi, seperti retinol, benzoyl peroxide, dan asam salisilat.

Selain melakukan perawatan tubuh dan kulit guna membantu menyeimbangkan kadar kelembapan kulit kamu. Jangan lupa untuk memperhatikan lingkungan sekitarmu, serta kebiasaan apa yang membuat kulit kamu tetap terhidrasi dengan baik. Untuk menghindari kulit kering, hilangkan kebiasaan mandi dengan air hangat, agar kondisi kulit kering kamu enggak semakin parah. Karena air panas dan uap dapat menghilangkan minyak alami kulit.

Baca juga: 3 Jenis Dehidrasi pada Anak Diare

Kamu ingin tahu tips-tips kesehatan lainnya? Kamu bisa mendapatkan lebih banyak tips-tips kesehatan dengan aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli terkait dengan masalah kesehatan kamu via Chat atau Voice/Video Call. Dengan aplikasi Halodoc, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!