Lansia Rentan Terkena Degenerasi Makula, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Lansia Rentan Terkena Degenerasi Makula, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta - Penuaan identik dengan berbagai penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan. Dalam medis, penurunan penglihatan akibat penuaan ini bernama degenerasi makula atau age-related macular degeneration. Ketika mengalami kondisi ini, seseorang akan mengalami penurunan penglihatan pusat, yaitu kemampuan untuk memandang lurus ke depan. 

Perlu diketahui bahwa makula adalah suatu area kecil yang terletak di tengah lapisan dalam retina mata, dengan jumlah sel batang dan kerucut yang sangat banyak. Area ini memiliki peran penting dalam penglihatan, baik saat terang maupun gelap. Sementara penglihatan sisi (peripheral vision) tidak memiliki jumlah sel yang sama dengan makula, sehingga menghasilkan penglihatan yang tidak fokus atau tidak tajam.

Baca juga: Screening Retina Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasannya

Makula membantu manusia lebih mandiri dan waspada terhadap benda atau keadaan di sekitar diri sendiri. Kondisi ini memengaruhi kemampuan membaca, menyetir, menulis, atau mengenali wajah seseorang. Namun, tidak berpengaruh kepada penglihatan sisi atau sekeliling. 

Dibedakan Menjadi 2 Jenis Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan apa yang menyebabkannya, degenerasi makula dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu degenerasi makula basah dan kering. Di antara kedua jenis itu, degenerasi makula kering merupakan jenis yang paling sering ditemui dan kemungkinan baru terdeteksi ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan mata. Meski menyebabkan kondisi yang lebih parah, degenerasi makula basah lebih mudah ditangani.

Agar lebih jelas, berikut akan dipaparkan lebih lanjut satu persatu:

1. Degenerasi Makula Kering

Degenerasi makula jenis ini diawali dengan munculnya penumpukan zat sisa (drusen) di bawah retina. Penumpukan drusen yang semakin banyak ini kemudian akan memengaruhi penglihatan. Pada tahap lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan degenerasi dan menipisnya sel yang berada pada lapisan luar retina (retinal pigment epithelium). Sel ini berfungsi untuk menutrisi dan menjaga sel batang dan kerucut di lapisan dalam retina. 

2. Degenerasi Makula Basah

Degenerasi makula basah umumnya disebabkan oleh menurunnya kondisi retinal pigment epithelium (RPE). Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tumbuhnya pembuluh darah baru yang rapuh dari pembuluh darah kecil yang terdapat di belakang lapisan makula. Pembuluh darah ini cenderung mudah bocor, berdarah, dan mengeluarkan cairan yang dapat merusak sel batang dan kerucut, serta menyebabkan jaringan parut di makula. 

Degenerasi makula basah dapat mengganggu penglihatan pusat lebih cepat dibanding degenerasi makula kering. Tepatnya dalam kurun waktu 1 minggu hingga 1 bulan. Bahkan jika terjadi perdarahan, penglihatan dapat hilang secara tiba-tiba dalam hitungan jam atau hari saja. 

Baca juga: Hati-Hati Gangguan Penglihatan Gara-Gara Orgasme

Gejala yang Memburuk Seiring Waktu

Seperti namanya, degenerasi makula adalah penyakit degeneratif atau progresif yang gejalanya akan memburuk seiring waktu, meski pengidapnya cenderung tidak merasakan sakit. Biasanya, gejala degenerasi makula akan lebih mudah dideteksi jika penyakit ini telah menyerang kedua mata. Degenerasi makula yang hanya menyerang satu mata tidak mudah dirasakan, karena masih terbantu oleh mata lainnya yang normal. 

Gejala awal yang dirasakan ketika mengalami degenerasi makula adalah memburuknya penglihatan pusat, walau telah menggunakan kacamata. Pengidap degenerasi makula juga akan merasa kesulitan ketika mengenali tulisan, gambar, dan ekspresi wajah orang lain. 

Degenerasi makula kering umumnya membutuhkan waktu 5-10 tahun sebelum mencapai tingkatan parah, sedangkan pengidap degenerasi makula basah dapat kehilangan penglihatannya lebih cepat. Selain menurunnya penglihatan pusat, gejala lain yang mungkin dialami oleh pengidap degenerasi makula kering adalah:

  • Warna mata terlihat kurang cerah.

  • Kesulitan beradaptasi dengan cahaya yang redup.

  • Penglihatan yang samar atau tidak jelas.

Baca juga: 7 Vitamin Utama untuk Mata

Sementara itu, pengidap degenerasi makula basah mungkin akan mengalami gejala tambahan seperti:

  • Adanya titik buta (blind spot) pada bidang penglihatan yang akan bertambah luas seiring bertambahnya sel-sel makula yang berdegenerasi.

  • Halusinasi visual pada pengidap degenerasi makula yang parah, yaitu ketika melihat gambar yang berbeda mulai dari gambar yang sederhana hingga yang rumit, umumnya gambar anak-anak dan binatang.

  • Distorsi visual garis (Garis lurus akan terlihat bergelombang)

Itulah sedikit penjelasan tentang degenerasi makula. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!