23 April 2018

Lebih Baik Mana: Lemak Nabati atau Lemak Hewani?

Lebih Baik Mana: Lemak Nabati atau Lemak Hewani?

Halodoc, Jakarta – Lemak, baik nabati ataupun hewani, adalah nutrisi yang harus terdapat di dalam makanan kita. Kedua lemak ini memiliki komposisi yang berbeda meski manfaatnya sama, yaitu membantu metabolisme tubuh sebagai bahan pelarut untuk beberapa vitamin, seperti vitamin A, D, E, dan K yang umumnya tersimpan di hati. Tidak hanya itu, lemak juga berfungsi untuk menghasilkan energi apabila kadar karbohidrat di dalam tubuh sudah habis. Untuk mengetahui mana yang lebih baik diantara lemak nabati dan hewani, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu kandungan yang terdapat di kedua lemak ini, berikut penjelasannya.

Lemak Nabati

Secara umum, lemak nabati ialah lemak yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan. Meski sekilas terdengar lebih sehat, beberapa sumber lemak nabati juga sebenarnya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh inilah yang membuat kesehatan jantung dan pembuluh darahmu terganggu. Lemak jenuh ini pada dasarnya memang dibutuhkan tubuh, namun apabila tidak dibatasi maka ia akan meningkatkan risiko penyakit kronis karena dapat menyebabkan kadar kolesterolmu naik.

Salah satu sumber lemak nabati yang mengandung banyak lemak jenuh ialah minyak yang dihasilkan dari kelapa sawit. Sementara lemak tak jenuh (lemak yang lebih sehat) bisa kamu temukan dalam minyak zaitun, minyak kacang almond, minyak biji bunga matahari, dan minyak jagung. Lemak tak jenuh ini bermanfaat untuk mencegah penumpukan lemak pada pembuluh darah dan menjaga kesehatan jantung. (BACA JUGA: Makan Malam Sebelum Tidur Ternyata Ada Manfaatnya)

 

Lemak Hewani

Lemak jenis ini biasanya ditemukan dalam produk susu dan berbagai macam olahannya, seperti daging sapi, daging ayam serta kulitnya, daging kambing, dan margarin. Apabila kamu terlalu sering mengonsumsi makanan jenis ini, maka kadar lemak jenuhmu akan meningkat sehingga bisa menyumbat peredaran darah. Apabila terus dibiarkan, maka kamu bisa terkena serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, hingga diabetes mellitus tipe 2. Lemak hewani juga memiliki lemak trans yang buruk bagi kesehatan jantung. Lemak trans biasanya dihasilkan dari proses menggoreng makanan.

Akan tetapi ada juga zat penting yang terkandung dalam lemak hewani, yaitu asam lemak omega-3. Zat ini akan membantu perkembangan kognitifmu, menjaga kesehatan saraf, dan menurunkan kadar lemak jahat dalam darah. Asam lemak ini dapat kamu peroleh dari ikan tuna dan salmon.

Meski mempunyai banyak efek buruk bagi kesehatan, bukan berarti kamu sama sekali tidak boleh mengonsumsi lemak hewani. Menurut American Heart Associatation, lemak jenuh dari lemak hewani yang aman dikonsumsi ialah sebanyak 6% dari total kalori perhari.

Dari ulasan di atas maka sudah dapat disimpulkan bahwa lemak nabatilah yang lebih baik untuk tubuh. Namun ini semua tergantung dari jenis makanan yang kamu konsumsi juga. Semisal, kandungan asam omega-3 di dalam ikan salmon akan hilang apabila kamu memasaknya dengan menggunakan minyak kelapa sawit. Sebagai gantinya, kamu bisa memasak ikan salmon atau tuna dengan menggunakan minyak zaitun, atau lebih baik lagi dengan cara direbus atau dikukus. Sehingga nutrisi yang terkandung di dalamnya terserap sempurna ke dalam tubuhmu dan tidak membahayakan kesehatan jantung dan peredaran darahmu.

Nah, kalau kamu ingin mengetahui jenis makanan lain yang mengandung lemak sehat untuk tubuhmu, kamu bisa menanyakan langsung dengan dokter lewat Halodoc. Caranya mudah, cukup download aplikasinya yang sudah tersedia di Google Play Store dan App Store. Segera unduh aplikasinya, ya! (BACA JUGA: Suka Makan Steik? Kenali Dulu Jenis Steik dan Kematangannya)