• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?

Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 28 April 2021
Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Otak adalah organ paling penting di dalam tubuh menjadi pusat kendali dan sistem saraf pusat. Saat organ ini terganggu, tentu saja akan banyak dampak berantai yang merugikan. Salah satu gangguan yang dapat terjadi bahkan membahayakan nyawa adalah kanker otak. Di samping itu, banyak juga orang yang bertanya darimana sumber energi penyakit tersebut? Berikut pembahasan lengkapnya!

Baca Juga: Sering Diabaikan, Ini Gejala Tumor Otak yang Harus Diwaspadai

Lemak adalah Sumber Energi Sel Kanker Otak

Kanker otak adalah pertumbuhan sel abnormal yang bersifat ganas pada otak. Meski tergolong jarang, tetapi kanker otak bisa terjadi pada segala kelompok usia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kasus kanker baru di Indonesia hampir mencapai 350 ribu pada tahun 2018. Dari keseluruhan kasus, kanker otak menempati urutan ke-17 dengan jumlah pengidap lebih dari 5000 orang.

Memang, keberadaan sel kanker pada otak membahayakan kesehatan. Sel kanker mudah berkembang biak dan menyebar ke bagian tubuh lain. Maka dari itu, pengobatan yang efektif perlu dilakukan untuk membantu pengidap kanker otak bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Lantas, tahukah kamu jika lemak menjadi sumber energi bagi sel kanker otak di dalam tubuh?

Selama ini pakar kesehatan menduga bahwa gula yang menjadi sumber makanan sel kanker otak. Namun, penelitian terbaru menunjukkan sesuatu yang berbeda. Pada studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuro-Oncology menyebutkan jika sel tumor, baik yang bersifat jinak maupun ganas akan menggantungkan hidupnya pada lemak. 

Hal serupa juga terdapat dalam Brain Tumor Research, yang mengatakan beberapa penelitian mengatakan bahwa kadar gula dalam tubuh bisa memicu perkembangan sel tumor. Namun, nyatanya diet sehat, seperti ketogenik yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat menyebabkan sel tumor atau kanker, malah menggunakan lemak untuk energi.

Penelitian dilakukan pada otak tikus dengan memberi semacam obat yang mampu mencegah sel mengonsumsi lemak (disebut dengan etomoxir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel kanker pada tubuh tikus mengalami perlambatan pertumbuhan. Penelitian ini yang meyakinkan para peneliti jika konsumsi etomoxir mampu menghambat pertumbuhan kanker hingga 17 persen. Hasil penelitian diharapkan bisa berkontribusi pada kemajuan pengobatan penyakit kanker.

Dengan begitu, hal ini dapat membuat penanganan penyakit kanker berubah terkait dengan pengobatan atau cara yang paling ampuh untuk melawan penyebaran sel kanker. Tentunya, salah satu penyebab kematian terkait kanker ini dapat diturunkan angkanya. Dengan mengetahui jika sel-sel yang stres dapat mengakumulasi cadangan lemak, beberapa cara pencegahan untuk memperoleh energi tambahan ini secara berlebihan dapat dilakukan.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait kanker otak, dokter dari Halodoc siap menjawabnya dengan tepat. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc, interaksi dengan ahli medis dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Baca Juga: Jangan Selalu Disalahkan, Ternyata Lemak Bermanfaat untuk Kesehatan

Tips Menghindari Risiko Kanker Otak

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker otak juga berpotensi mengancam nyawa. Untuk terhindar dari risiko tersebut, berikut ini hal yang bisa dilakukan:

1. Rutin Periksa Kesehatan, khususnya Skrining Kanker

Pemeriksaan mandiri dan medis secara rutin diperlukan untuk memeriksa berbagai jenis kanker, seperti kanker kulit, usus besar, payudara, hingga otak. Cara tersebut mampu meningkatkan peluang untuk menemukan kanker lebih awal, sehingga pengobatan yang dilakukan lebih efektif untuk menyembuhkan. Cobalah untuk meminta dokter memberikan jadwal pemeriksaan fisik terbaik.

2. Berhenti Merokok 

Kebiasaan merokok telah diketahui bisa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker otak. Selain itu, mengunyah tembakau telah tembakau telah dikaitkan dengan kanker rongga mulut dan pankreas. Meski tidak merokok, paparan dari asapnya dari orang lain dapat meningkatkan risiko dari kanker paru-paru. Jika kesulitan untuk berhenti merokok, kamu bisa mencari bantuan ke dokter ahli. 

3. Konsumsi Makanan yang Bergizi dan Seimbang

Cara mencegah kanker otak lainnya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung serat, seperti buah dan sayuran. Kamu juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol dan daging olahan. 

Selain itu, penting juga untuk mempertahankan berat badan yang sehat, seperti mengurangi lebih sedikit makanan berkalori tinggi, termasuk gula rafinasi dan lemak dari sumber hewani. Juga cobalah untuk rutin berolahraga secara rutin untuk mencegah obesitas.

4. Lindungi Diri dari Paparan Zat Berbahaya

Kamu juga disarankan untuk menghindari beberapa paparan yang dapat menimbulkan bahaya, termasuk bahan kimia dan sinar UV matahari. Untuk mencegah paparan sinar UV matahari, kamu perlu menggunakan tabir surya minimal SPF 30. Gunakan 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan gunakan ulang tiap dua jam sekali.

Baca Juga: Harus Tahu, Ini Cara Pengobatan Tumor Otak

Nah, itulah pembahasan jika kandungan lemak merupakan sumber energi dari sel kanker otak. Maka dari itu, pastikan tidak berlebihan mengonsumsi makanan berlemak setiap hari dan bakar lemak yang masuk ke tubuh dengan berolahraga rutin. Turunkan kemungkinan untuk mengalami obesitas yang juga dapat menyebabkan berbagai penyakit lainnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Brain Tumor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Brain Cancer.
Brain Tumor Research. Diakses pada 2021. Brain Tumor Breakthrough - Fat Feeds Growth.
Science Daily. Diakses pada 2021. Cancer cells become more aggressive from fat storage.
Cancer. Diakses pada 2021. Can Brain and Spinal Cord Tumors in Adults Be Prevented?