Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Kanker otak adalah pertumbuhan sel abnormal yang bersifat ganas pada otak. Meski tergolong jarang, kanker otak bisa terjadi pada segala kelompok usia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kasus kanker baru di Indonesia hampir mencapai 350 ribu pada tahun 2018. Dari keseluruhan kasus, kanker otak menempati urutan ke-17 dengan jumlah pengidap lebih dari 5000 orang.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Ini Gejala Tumor Otak yang Harus Diwaspadai

Lemak Adalah Sumber Energi Sel Kanker Otak

Keberadaan sel kanker pada otak membahayakan kesehatan. Sel kanker mudah berkembang biak dan menyebar ke bagian tubuh lain. Maka itu, pengobatan yang efektif perlu dilakukan untuk membantu pengidap kanker otak bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Lantas, tahukah kamu jika lemak menjadi sumber energi bagi sel kanker otak di dalam tubuh?

Selama ini pakar kesehatan menduga bahwa gula yang menjadi sumber makanan sel kanker otak. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hal yang berbeda. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuro-Oncology menyebutkan bahwa sel tumor, baik yang bersifat jinak atau ganas, menggantungkan hidupnya pada lemak.

Penelitian dilakukan pada otak tikus dengan memberi semacam obat yang mampu mencegah sel mengonsumsi lemak (disebut dengan etomoxir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel kanker pada tubuh tikus mengalami perlambatan pertumbuhan. Penelitian ini yang meyakinkan para peneliti jika konsumsi etomoxir mampu menghambat pertumbuhan kanker hingga 17 persen. Hasil penelitian diharapkan bisa berkontribusi pada kemajuan pengobatan penyakit kanker.

Baca Juga: Jangan Selalu Disalahkan, Ternyata Lemak Bermanfaat untuk Kesehatan

Tips Menghindari Risiko Kanker Otak

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker otak berpotensi mengancam nyawa. Untuk terhindar dari risiko tersebut, berikut ini hal yang bisa dilakukan:

  • Rutin periksa kesehatan, khususnya skrining kanker.

  • Berhenti merokok. Kebiasaan merokok telah diketahui bisa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker otak. Jika kesulitan untuk berhenti merokok, kamu bisa mencari bantuan ke dokter ahli.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung serat seperti buah dan sayuran. Kamu juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol.

  • Jaga berat badan tetap ideal. Jika berat badan berlebih, baik overweight atau obesitas, kamu bisa melakukan diet sehat dengan mengombinasi pola makan sehat dan rutin berolahraga.

  • Batasi konsumsi daging olahan. Laporan dari Agency of Research on Cancer menyebutkan konsumsi daging olahan secara berlebihan meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker otak.

  • Lindungi diri dari paparan zat berbahaya, termasuk bahan kimia dan sinar UV matahari. Agar terhindari dari paparan sinar UV matahari, kamu perlu menggunakan tabir surya minimal SPF 30. Gunakan 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan gunakan ulang tiap dua jam sekali.

Baca Juga: Harus Tahu, Ini Cara Pengobatan Tumor Otak

Itulah alasan mengapa lemak bisa jadi makanan kanker otak. Jangan ragu berbicara dengan dokter ahli jika kamu mengalami gejala mirip kanker otak, seperti muntah, sakit kepala, penglihatan berkurang, kesemutan, sulit berkonsentrasi, hingga kejang berulang. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter untuk skrining kanker di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter terkait kanker otak dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.