• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lupus Tidak Terkontrol Bisa Sebabkan 6 Komplikasi Ini

Lupus Tidak Terkontrol Bisa Sebabkan 6 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang mampu menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, seperti ginjal, sendi, kulit, serta otak. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, tapi lebih rentan dialami oleh wanita. Normalnya, imun tubuh akan melindungi tubuh dari infeksi dan cedera. Namun, saat seorang tengah mengidap penyakit autoimun, sistem imun justru menyerang jaringan sel, serta organ tubuh yang sehat.

Baca juga: Apakah Lupus Termasuk Penyakit Menular?

Waspadai Terjadinya Komplikasi Lupus

Lupus yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan sejumlah komplikasi berbahaya, seperti:

  • Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan kondisi saat ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring zat sisa dari dalam darah dengan baik. Kondisi ini akan ditandai dengan berkurangnya jumlah urine, pembengkakan kaki, sesak napas, kelelahan, mual, linglung, kejang-kejang, nyeri atau rasa tertekan pada dada, serta kehilangan kesadaran.

  • Gangguan pada Sistem Saraf atau Otak

Sistem saraf manusia memiliki peranan sangat penting pada sistem seluruh tubuh. Meski jaringan saraf dilindungi oleh tengkorak dan tulang, gangguan dan kelainan pada sistem saraf dan otak masih bisa terjadi. Kondisi ini biasanya merupakan komplikasi dari penyakit yang dialami, salah satunya adalah lupus. Gejala yang tampak biasanya adalah kejang.

  • Gangguan pada Darah

Salah satu gangguan pada darah yang merupakan komplikasi dari lupus adalah vaskulitis. Vaskulitis merupakan peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah. Perubahannya antara lain penebalan, penyempitan, kelemahan, serta munculnya bekas luka.

  • Gangguan pada Paru-Paru

Salah satu gangguan pada paru-paru yang merupakan komplikasi dari lupus adalah pleuritis. Pleuritis merupakan peradangan pada selaput pembungkus organ paru-paru atau pleura, yang ditandai dengan nyeri dada yang menusuk, terutama ketika bernapas.

  • Gangguan pada Jantung

Salah satu gangguan pada jantung yang merupakan komplikasi dari lupus adalah perikarditis. Perikarditis merupakan peradangan pada lapisan tipis yang berfungsi menjaga jantung agar tidak berpindah posisi. Bukan itu saja, lapisan tipis ini juga bertugas dalam melindungi jantung dari gesekan atau penyebaran infeksi dari jaringan lain.

Perikarditis akan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri dada seperti tertusuk, sesak napas terutama saat berbaring, lemas dan cepat lelah, jantung berdebar, demam, serta batuk. Gejala dapat berlangsung selama kurang dari 3 minggu. Gejala bisa berubah menjadi kondisi yang kronis jika dialami lebih dari 3 bulan.

  • Kematian Jaringan Tulang

Kematian jaringan tulang, atau yang dikenal dengan avaskular nekrosis merupakan kondisi yang terjadi karena kurangnya pasokan darah pada jaringan tulang yang mengalami kematian. Gejala yang ditimbulkan akan tergantung pada keparahan kondisi masing-masing pengidap.

Gejala yang ditimbulkan antara lain, nyeri dengan intensitas sedang saat sekitar sendi terkena, nyeri pada selangkangan yang menyebar hingga ke lutut, nyeri yang terjadi akibat adanya beban pada pinggang atau lutut, serta nyeri sendi yang hebat, sehingga membatasi gerakan tubuh.

Jika kamu terindikasi penyakit lupus, diskusikan dulu dengan dokter di rumah sakit terdekat sebelum merencanakan kehamilan. Pasalnya, lupus dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, preeklamsia, serta gangguan jantung pada janin.

Baca juga: Benarkah Lupus Menghambat Program Hamil?

Karena lupus dapat menyerang berbagai organ maupun jaringan tubuh, maka gejala yang ditimbulkan pun beragam dari intensitas ringan hingga berat, terjadi secara tiba-tiba atau bertahap, serta berlangsung sementara atau permanen. Beberapa gejala umum yang tampak, meliputi:

  • Sering merasa kelelahan.

  • Muncul ruam dari batang hidung hingga kedua pipi.

  • Muncul ruam pada tangan dan pergelangan tangan.

  • Ruam kulit bertambah parah saat terpapar sinar matahari

  • Pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi.

  • Sesak napas.

  • Mulut dan mata kering.

  • Nyeri dada.

  • Penurunan daya ingat.

  • Sakit kepala.

Baca juga: Tetap Berkarya, Ini 3 Selebriti yang Mengidap Lupus

Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami sejumlah gejalanya, terutama jika kamu mengalami ruam yang disertai dengan nyeri sendi atau kelelahan terus menerus. Hal tersebut penting dilakukan agar kondisi dapat diketahui, serta langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Referensi:

American College of Rheumatology. Diakses pada 2020. Lupus.

NIH. Diakses pada 2020. Medline Plus. Lupus.