Makan Gorengan Bisa Memicu Penyakit Usus Buntu?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Makan Gorengan Bisa Memicu Penyakit Usus Buntu?

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi makanan tidak sehat sudah terbukti menjadi pemicu berbagai penyakit, termasuk radang usus buntu. Sebenarnya, radang usus buntu terjadi karena adanya penyumbatan pada usus buntu. Tidak ada makanan khusus yang terbukti menjadi pemicu penyakit ini, tetapi kebiasaan makan yang buruk nyatanya bisa meningkatkan risiko usus buntu, salah satunya makan gorengan. 

Mengonsumsi gorengan atau makanan yang digoreng bisa memberi rasa kenyang pada perut, sehingga seseorang enggan untuk mengonsumsi makanan lain. Kalau itu yang terjadi, kamu mungkin akan mengalami kekurangan nutrisi. Padahal tidak hanya gorengan atau lemak, tubuh manusia juga membutuhkan asupan nutrisi lain, seperti serat, vitamin, serta protein. 

Baca juga: Langkah Awal untuk Mendeteksi Usus Buntu

Pola Makan Penyebab Usus Buntu

Usus buntu bisa sangat menyiksa di mana pada tahap yang parah mungkin harus ditangani dengan operasi. Kondisi ini terjadi karena ada sumbatan pada usus buntu dan bisa menyerang siapa saja. Risiko penyakit ini ternyata meningkat pada orang yang memiliki pola makan buruk. Usus buntu merupakan bagian tubuh yang berbentuk seperti selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Namun, belum diketahui secara pasti apa fungsi dari usus buntu.

Radang usus buntu yang tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan usus buntu pecah dan membahayakan nyawa. Selain kebiasaan makan gorengan, ada berbagai pola makan lain yang juga bisa meningkatkan risiko radang usus buntu, di antaranya: 

  • Makanan Pedas

Salah satu kebiasaan makan yang disebut bisa meningkatkan peradangan adalah konsumsi makanan pedas. Konsumsi makanan yang mengandung cabai bisa menjadi penyebabnya, sebab biji cabai yang tidak hancur bisa menyumbat usus dalam jangka waktu panjang dan mengakibatkan radang usus buntu. Meski demikian, makanan pedas bukanlah penyebab utama usus buntu. Berlebihan dalam mengonsumsi makanan pedas juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain.

Baca juga: 5 Kebiasaan Sepele Ini Menyebabkan Radang Usus Buntu

  • Rendah Serat 

Menjaga kesehatan usus bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, misalnya makanan yang tinggi serat. Sebaliknya, risiko radang usus buntu menjadi lebih tinggi pada orang yang jarang mengonsumsi makanan berserat. Kebiasaan mengonsumsi makanan rendah serat, seperti makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat nyatanya menjadi salah satu penyebab gangguan pada pencernaan. Selain itu, berlebihan dalam mengonsumsi gula dan makanan manis juga bisa menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi yang mengakibatkan radang usus buntu.

  •  Makanan Tinggi Garam 

Radang usus buntu juga rentan menyerang orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi garam. Pasalnya, jenis makanan ini bisa menyebabkan iritasi pada usus. Penyakit radang usus buntu juga bisa terjadi karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik, misalnya makanan yang masih berbentuk kasar.

Makanan yang tidak tercerna dengan baik bisa memblokir permukaan rongga yang ada di sepanjang usus buntu. Hal itu kemudian memicu terjadinya pembengkakan dan pembentukan nanah. Radang usus buntu harus segera ditangani, termasuk melalui prosedur operasi. Jika dibiarkan, potongan makanan atau zat asing yang menyumbat usus buntu bisa memicu dampak yang berbahaya, misalnya pembentukan dan penumpukan bakteri di dalam usus buntu. 

Baca juga: Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi? Berikut Ulasannya

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit usus buntu dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthy Living. Diakses pada 2020. Can Spicy Food Cause Your Appendix to Burst? 
Livestrong. Diakses pada 2020. Popcorn & Appendicitis.