07 December 2018

Inilah 5 Deteksi Awal Usus Buntu di Rumah

Inilah 5 Deteksi Awal Usus Buntu di Rumah

Halodoc, Jakarta – Usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis, ukurannya sepanjang 5 - 10 sentimeter yang terhubung pada usus besar. Saat terjadi peradangan pada usus buntu, seseorang mengalami nyeri di perut kanan bagian bawah. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, namun seseorang yang berusia 10 - 30 tahun lebih rentan mengalaminya. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa menyebabkannya pecah sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat yang bisa membahayakan nyawa. Itu sebabnya kamu perlu waspada terhadap gejala awal usus buntu.

Ketahui Gejala Awal Usus Buntu di Rumah

Secara umum, berikut gejala awal yang bisa diamati:

1. Nyeri Perut Bagian Bawah

Nyeri ini muncul karena usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Lokasi nyeri sebenarnya bisa berbeda-beda, tergantung pada usia dan posisi usus buntunya. Namun dalam banyak kasus, nyeri perut dimulai pada perut tengah atas dekat pusar dan bisa berpindah ke bagian perut kanan bawah. Nyeri yang dirasakan biasanya semakin meningkat jika kamu melakukan gerakan, menarik napas dalam-dalam, mengejan, batuk atau bersin.

2. Mual dan Muntah

Penyakit ini juga ditandai dengan mual dan muntah karena radang usus buntu bisa berdampak negatif pada saluran cerna dan sistem saraf. Akibatnya, radang usus buntu bisa menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga membuat kamu mudah lelah dan lemas.

3. Gangguan Saluran Cerna

Yakni diare dan konstipasi (sembelit). Beberapa pengidap usus buntu dapat kesulitan buang angin (kentut) akibat penyumbatan pada usus sudah terjadi sebagian atau menyeluruh.

4. Demam Ringan

Demam akibat kondisi ini berkisar antara 37 - 38 derajat Celcius. Jika usus buntu semakin parah, demam bisa mencapai lebih dari 38 derajat Celcius dan disertai peningkatan denyut jantung. Demam terjadi sebagai respons alami sistem imun tubuh saat melawan infeksi untuk mengurangi jumlah bakteri jahat yang menyerang tubuh.

5. Sering Buang Air Kecil

Bagian organ tubuh ini letaknya berdekatan dengan kandung kemih. Itu sebabnya radang usus buntu bisa berpengaruh pada kandung kemih, termasuk meningkatkan frekuensi buang air kecil. Pada kasus yang jarang terjadi, peradangannya ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil.

Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Sebuah studi mengatakan anak-anak dan orang dewasa mengalami gejala yang berbeda satu sama lain. Pada anak berusia kurang dari 2 tahun, ditandai dengan demam, muntah, serta perut kembung dan membengkak. Remaja yang mengalami usus buntu mungkin mengalami mual, muntah dan nyeri perut di sisi kanan bawah perut. Sementara pada ibu hamil, gejalanya mungkin mirip dengan beragam keluhan selama kehamilan.

Itulah gejala awal usus buntu yang perlu diwaspadai. Kalau kamu mengalami gejala-gejala di atas, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: