21 September 2017

Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi? Berikut Ulasannya

Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi, Berikut Ulasannya

Halodoc, Jakarta – Usus buntu merupakan organ yang berbentuk kantong kecil dan tipis dengan ukuran 5 sampai 10 cm yang terhubung pada usus besar. Organ ini bisa mengalami peradangan yang disebut dengan penyakit usus buntu atau apendisitis yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Penyakit usus buntu merupakan peradangan atau pembengkakan apendiks dan jika tidak ditangani dengan baik, usus buntu yang radang bisa pecah. Hal ini bisa mengakibatkan bakteri dari usus mencemari organ-organ di rongga perut dan mengakibatkan infeksi yang mengancam nyawa. Biasanya penanganan penyakit usus buntu dilakukan secara operasi untuk mengangkat usus buntu. Ditambah dengan antibiotik yang bisa digunakan sebagai bagian dari penanganan.

Sebelum menjalankan operasi, dokter akan memberikan antibiotik untuk mematikan bakteri dan mencegah infeksi pada luka setelah operasi. Untuk kasus usus buntu yang pecah, antibiotik juga digunakan untuk mencegah infeksi abdominal setelah usus buntu diangkat. Namun ada penelitian yang menunjukkan jika untuk beberapa kasus menangani usus buntu tanpa operasi penyakit bisa dilakukan dengan memanfaatkan antibiotik. Berikut ini penjelasan terkait dari temuan tersebut yang dilakukan Nottingham University Hospitals di Inggris.

Ada sebagian dokter yang memanfaatkan antibiotik untuk menangani usus buntu yang bengkak. Bila kondisi belum pecah, penyakit usus buntu bisa ditangani dengan menggunakan antibiotik sehingga tidak harus ditangani dengan operasi secepatnya. Operasi usus buntu wajib dilakukan jika penyakit pada usus buntu sudah mengakibatkan inflamasi atau pembengkakan yang cukup parah, pecahnya usus buntu, peritonitis atau infeksi pada selaput rongga perut, ada luka bernanah atau infeksi pada usus buntu. Maka selain kasus di atas, penyakit usus bantu yang ringan kemungkinan bisa ditangani hanya dengan antibiotik.

Berdasarkan penelitian terdapat hasil jika antibiotik bisa secara efektif membantu menangani lebih dari setengah kasus radang usus buntu tanpa melakukan operasi. Ada lagi penelitian yang dilakukan oleh Nottingham University Hospitals di Inggris  yang membandingkan hasil penanganan penyakit usus buntu ringan yang ditangani dengan operasi dengan yang ditangani menggunakan antibiotik. Didapatkan hasil jika penanganan dengan operasi memiliki risiko hampir 40% lebih yang berakibat menimbulkan komplikasi seperti infeksi dan usus buntu yang pecah, dibandingkan penanganan dengan antibiotik.

Dari paparan di atas bisa disimpulkan jika memang operasi tidak begitu diperlukan bila kondisi penyakit usus buntu masih tergolong ringan. Pengidap bisa ditangani dengan pemberian antibiotik saja. Namun bagi pengidap yang berisiko tinggi mengalami peritonitis dan orang berusia lanjut yang mengidap penyakit usus buntu sebaiknya ditangani dengan operasi dibandingkan dengan pemberian antibiotik saja. Jika dokter menyarankan untuk melakukan pengobatan dengan antibiotik saja, bisa jadi penyakit usus buntu yang diidap tergolong tidak terlalu parah atau cukup ringan dan bisa ditangani tanpa operasi.


Untuk menentukan apakah penyakit usus buntu yang kamu idap tergolong parah atau ringan ada baiknya kamu mendiskusikannya pada dokter yang ada di Halodoc. Ada banyak dokter spesialis organ dalam  yang bisa kamu pilih untuk membantu menjawab segala keluhan yang dirasakan dan dimintai saran untuk penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya dengan metode chat, video call, atau voice call dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu untuk menggunakannya.