19 October 2018

Makanan yang "Dilarang", Kenapa Rasanya Enak?

Makanan yang dilarang

Halodoc, Jakarta - Makanan cepat saji atau yang kita kenal dengan istilah junk food merupakan makanan yang dianggap sebagai solusi bagi masyarakat urban yang memiliki jadwal keseharian yang padat. Namun, apakah kamu tahu bahwa yang dianggap solusi bagi kebanyakan orang ini mempunyai konsekuensi negatif bagi kesehatan? Bagi orang yang gemar mengkonsumsinya tentu belum menyadari konsekuensi itu. Mereka kesulitan untuk berhenti makan makanan cepat saji karena rasanya yang sangat enak

Makanan cepat saji saat ini merupakan makanan yang paling banyak dijumpai dan dikonsumsi. Pasalnya, makanan cepat saji mudah didapatkan dengan harga yang relatif murah, dengan rasa yang enak dan penampilan yang menarik. Kehadiran makanan cepat saji sangat membantu orang yang memiliki kesibukan yang tinggi.

Apakah kamu tahu dampak negatif terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji? Apabila kamu terlalu sering mengonsumsi makanan ini dan tidak diimbangi oleh pola makan yang sehat dan rutin berolahraga, kamu berpotensi besar untuk mengalami gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan makanan cepat saji diproses dengan cara digoreng dalam minyak yang banyak dan sangat panas sehingga menimbulkan dampak makanan cepat saji yang patut untuk dihindari.

Proses memasak dengan pemanasan berlebihan ini yang memengaruhi dan merusak kandungan gizi yang ada dalam makanan tersebut. Selain itu, cara memasak seperti ini dapat membuat minyak terserap ke dalam makanan sebanyak 65 persen, sehingga meningkatkan kandungan kalorinya. Apa saja kandungan yang berbahaya dalam makanan cepat saji?

 

  • Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya

 

Ada puluhan bahan kimia dalam setiap porsi makanan cepat saji. Umumnya, zat adiktif ini digunakan untuk mengawetkan dan mempertahankan warna, rasa, dan bentuk. Pada dasarnya, zat adiktif ini merupakan sejenis dari natrium atau sodium yang menjadi sumber utama garam dapur dan vetsin atau MSG (Monosodium Glutamat). Nah, unsur inilah yang menjadi penggugah selera makan. Kandungan-kandungan tersebut tidak mempunyai manfaat gizi bagi tubuh, bahkan dapat memicu timbulnya kanker.

 

  • Mengandung Gula

 

Karbohidrat sederhana yang terkandung dalam makanan cepat saji memiliki sifat cepat terurai menjadi gula. Hal ini dapat mengarah ke lonjakan gula darah dan insulin. Kondisi ini secara tidak langsung dapat berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes.

Dampak makanan cepat saji yang akan terjadi adalah kerusakan pada gigi yang disebabkan oleh kadar gula yang berlebihan. Kandungan gula bersembunyi di hampir setiap jenis makanan siap saji, bahkan yang gurih sekali pun.

 

  • Mengandung Garam

 

Garam, monosodium klorida, atau natrium klorida merupakan kandungan dari makanan cepat saji yang juga perlu diwaspadai. Kadar garam yang baik untuk dikonsumsi adalah tidak lebih dari 5 gram per hari. Sangat dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki tekanan darah normal. Sementara itu, kandungan garam pada makanan cepat saji biasanya relatif tinggi.

Zat perasa ini memang dibutuhkan tubuh untuk membantu fungsi metabolisme tubuh. Namun, bila berlebihan mengonsumsi penghilang rasa hambar tersebut, risiko tekanan darah tinggi juga akan meningkat.

 

  • Mengandung Lemak Jenuh

 

Sebagai hasil olahan industri makanan, makanan cepat saji biasanya banyak mengandung lemak jenuh. Oleh karena itu, harganya sangat murah dan ketika dipanaskan dapat bertahan pada temperatur tinggi. Bahayanya, lemak jenuh bisa menjadi biang kegemukan dan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.

Apabila kondisi tersebut terjadi pada seseorang, masalah kesehatan serius lainnya pun akan terpicu. Kanker, penyakit jantung, dan stroke adalah contoh penyakit yang diakibatkan oleh kandungan lemak jenuh tinggi.

Tidak masalah jika kamu tetap mengkonsumsi makanan cepat saji, tapi tetap harus diperhatikan kadar dan takarannya agar bisa terhindar dari dampak makanan cepat saji yang ganas. Jika kamu memiliki gejala-gejala penyakit akibat terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan ingin ngobrol langsung dengan dokter, kamu melakukannya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga dapat membeli obat di Halodoc tanpa antri. Pesananmu akan sampai dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Baca juga: