14 September 2018

Manja dan Delusional, Waspada Sindrom Cinderella Complex

 Sindrom cinderella, manja, delusional

Halodoc, Jakarta - Ternyata sebuah kalimat “tua itu pasti, dewasa adalah pilihan” itu tergambar pada wanita yang mengidap sindrom ini. Pasalnya, wanita yang mengidap sindrom ini sangat takut untuk menjadi pribadi mandiri. Kondisi ini disebabkan karena pengidapnya terlalu banyak berkhayal dan berharap ada sosok lelaki yang dapat melindungi, menjaga, dan mengayomi dirinya, serta menjadi sosok pangeran dalam hidupnya.

Apa Itu Sindrom Cinderella?

Sindrom Cinderella merupakan sebuah gangguan yang terjadi pada kondisi psikologis. Seorang wanita yang mengidap sindrom ini mendambakan sosok seorang ayah untuk menjadi pasangan hidup. Sifat seorang ayah yang dewasa, melindungi, dan mengayomi merupakan sifat dominan yang diinginkan. Apabila wanita pengidap sindrom ini tidak mendapatkan pasangan sesuai dengan yang diharapkan, dia akan merasa sangat kecewa dan akan menuntut pasangannya menjadi sesuai harapannya.

Tahukah kamu, dongeng Cinderella ternyata melatarbelakangi sebuah kondisi psikologis yang umum dijumpai pada wanita zaman sekarang? Istilah sindrom Cinderella merupakan istilah yang pertama kali dicetuskan oleh Colette Dowling, seorang terapis asal New York.

Dowling merupakan seorang penulis buku “The Cinderella Complex”. Dia menemukan bahwa terdapat konflik mendalam yang terjadi pada wanita yang berhubungan dengan kemandirian. Dalam penjelasannya, Dowling berkata bahwa perempuan pada umumnya semenjak lahir tidak dididik untuk menghadapi ketakutannya dan tidak diajarkan mengatasi segala masalahnya sendiri.

Ciri-Ciri Wanita dengan Sindrom Cinderella

  1. Sering menuntut segala hal pada pasangannya. Termasuk hal-hal yang tidak masuk akal sekali pun. Tidak ada kata puas pada wanita pengidap sindrom Cinderella ini untuk terus menuntut pasangannya. Dia akan merasa sangat kecewa jika yang diharapkan tidak dapat terwujud.
  2. Tidak percaya diri, mudah menyerah, pemberontak, bukan tipe wanita pekerja keras, dan memiliki ketergantungan yang besar pada pasangan dalam hal apa pun.
  3. Memiliki ketertarikan yang besar pada sosok laki-laki yang memiliki sifat mengayomi, melindungi, dan pembawaan yang tenang juga dewasa dalam berpikir. Hal yang dominan atau menjadi pilihan utama adalah laki-laki yang memiliki sifat melindungi.

Faktor Penyebab Sindrom Cinderella

Faktor penyebab utama gangguan ini berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan oleh orangtua dan beberapa faktor pendukung yang didapatkan dari lingkungan eksternal. Pola asuh yang berkembang secara maladaptif sangat berpotensi besar menyebabkan gangguan psikologis pada seorang anak. Beberapa pola asuh ini ternyata memiliki peran yang cukup besar dalam gangguan ini.

Terlalu Permisif.

Penerapan pola asuh ini memiliki dampak pada kepribadian anak yang senang menuntut, egois, tidak toleransi terhadap frustasi, memberontak terhadap otoritas, kebutuhan besar akan perhatian, kurang tanggung jawab, kurang pertimbangan, serta meledak-ledak dalam pergaulan.

Tidak Konsisten.

Penerapan pola asuh ini memiliki dampak pada kepribadian anak yang memiliki kesulitan untuk membangun nilai-nilai dalam bertingkah laku. Akibatnya, anak akan cenderung bertingkah laku agresif

Proteksi dan Pembatasan yang Berlebihan.

Penerapan pola asuh ini memiliki dampak pada kepribadian anak yang kurang percaya diri, dependen dalam pergaulan, penilaian diri yang rendah, memiliki hambatan dalam perkembangan intelektual. Selain itu, anak juga memiliki sifat penurut yang berkembang secara berlebihan.

Selain pola asuh, ternyata menjadi korban kekerasan juga bisa menjadi faktor penyebab dari sindrom ini. Seorang anak yang tumbuh dengan kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis, juga memiliki potensi yang besar terhadap sindrom ini. Hal ini terjadi akibat trauma yang dialami akan menimbulkan kekhawatiran tentang masa depannya.

Jika kamu ingin berdiskusi dengan psikolog, kamu bisa berdiskusi langsung di mana pun dan kapan pun di Halodoc. Selain berdiskusi dengan psikolog, kamu juga bisa membeli obat dan mendapatkan layanan apotek antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: