• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memahami Lebih Dalam Pertumbuhan Anak yang Tertunda

Memahami Lebih Dalam Pertumbuhan Anak yang Tertunda

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pertumbuhan yang tertunda terjadi ketika seorang anak tidak tumbuh dengan kecepatan normal sesuai usianya. Penundaan tersebut mungkin disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti kekurangan hormon pertumbuhan atau hipotiroidisme. 

Pada beberapa kasus, pengobatan dini diperlukan untuk membantu seorang anak mencapai tinggi badan yang normal atau mendekati normal. Misalnya, saat Si Kecil memiliki ukuran badan lebih kecil dibanding anak-anak lain seusianya. Kemungkinan anak memiliki masalah pertumbuhan.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Tanda Tumbuh Kembang Anak yang Ideal

Tanda Awal Pertumbuhan Anak Tertunda

Tertundanya pertumbuhan anak saat ini dianggap sebagai masalah medis, jika anak lebih kecil dari 95 persen dari anak-anak seusianya, dan laju pertumbuhannya lambat. Keterlambatan pertumbuhan juga bisa didiagnosis pada anak yang tinggi badannya dalam kisaran normal, tapi kecepatan pertumbuhannya melambat. 

Tanda keterlambatan pertumbuhan anak tergantung pada penyebab dasar, di antaranya:

  • Jika anak memiliki bentuk dwarfisme tertentu, ukuran lengan, atau kaki di luar proporsi normal tubuh.
  • Jika anak memiliki tingkat hormon tiroksin yang rendah, anak kehilangan energi, sembelit, kulit kering, rambut kering, dan kesulitan untuk tetap hangat. 
  • Jika anak memiliki tingkat hormon pertumbuhan (GH) yang rendah, hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan wajah dan menyebabkan anak terlihat sangat muda. 
  • Jika keterlambatan pertumbuhan disebabkan oleh penyakit perut atau usus, anak mungkin mengalami BAB berdarah, diare, sembelit, muntah, atau mual. 

Baca juga: Inilah 8 Pilihan Camilan Sehat untuk Anak

Kenali Penyebab Pertumbuhan Anak Tertunda

Pertumbuhan anak yang terlambat atau tertunda bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab, seperti:

1.Riwayat Keluarga Bertubuh Pendek

Jika orangtua atau anggota keluarga lain bertubuh pendek, biasanya pertumbuhan anak lebih lambat dibanding teman sebayanya. Pertumbuhan tertunda karena riwayat keluarga bukan menjadi indikasi masalah dasar. Seorang anak mungkin lebih pendek dari rata-rata hanya karena faktor genetik. 

2.Penundaan Pertumbuhan Secara Konstitusional

Pada kondisi ini, anak-anak memiliki kondisi tubuh lebih pendek dari rata-rata tapi tumbuh dengan kecepatan normal. Anak biasanya mengalami “usia tulang” yang tertunda, artinya tulang mereka mata lebih lambat dibanding usianya. Anak juga cenderung mencapai pubertas lebih lambat dari teman sebayanya. Hal ini menyebabkan tinggi badan di bawah rata-rata di tahun awal remaja, tapi anak cenderung mengejar ketertinggalan di masa dewasa. 

3.Kurangnya Hormon Pertumbuhan

Dalam keadaan normal, hormon pertumbuhan (GH) mendorong pertumbuhan jaringan tubuh. Anak dengan defisiensi GH sebagian atau seluruhnya tidak bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sehat. 

4.Hipotiroidisme

Bayi atau anak dengan hipotiroidisme memiliki kelenjar tiroid yang kurang aktif. Tiroid bertanggung jawab untuk melepaskan hormon yang mendorong pertumbuhan normal, jadi pertumbuhan yang tertunda merupakan tanda dari tiroid yang kurang aktif. 

5.Sindrom Turner

Sindrom Turner (TS) adalah kondisi genetik yang memengaruhi wanita yang kehilangan sebagian atau seluruh kromosom X. Sindrom Turner memengaruhi sekitar 1 dari 2.500 perempuan. Meskipun anak dengan sindrom turner menghasilkan GH dalam jumlah normal, tubuh mereka tidak menggunakannya secara efektif. 

Baca juga: 5 Nutrisi Penting untuk Pertumbuhan Anak

Kondisi tubuh Si Kecil tergantung pada penyebab keterlambatan pertumbuhan anak dan kapan pengobatan mulai dijalani. Jika kondisi anak didiagnosis dan diobati lebih awal, tinggi badan anak mungkin bisa mencapai normal atau mendekati normal.

Menunda pemeriksaan dan pengobatan bisa meningkatkan risiko perawatan pendek dan komplikasi lainnya. Jadi, sebaiknya ibu segera diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum terlambat dan menyesal di kemudian hari. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Understanding Delayed Growth and How It’s Treated
Boston’s Children Hospital. Diakses pada 2021. Growth Problems