23 November 2018

Memakai Skincare yang Salah, Bisa Memicu Terkena Vitiligo?

Memakai Skincare yang Salah, Bisa Memicu Terkena Vitiligo?

Halodoc, Jakarta - Vitiligo merupakan gangguan kulit yang menyebabkan terjadinya pigmentasi atau hilangnya warna kulit pada beberapa bagian tubuh, seperti punggung, lengan, wajah, dan ketiak. Penyakit ini dapat terjadi pada setiap orang, dari berbagai kelompok ras, etnik, maupun usia. Namun, pada kebanyakan kasus, memang lebih sering menyerang mereka yang berusia kurang dari 20 tahun.

Vitiligo umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri atau pun gatal, sehingga keberadaannya kadang tidak disadari hingga menyerang bagian kulit yang mudah terlihat. Ukuran bercak putih yang ditimbulkan vitiligo pun bisa sangat bervariasi. Area yang kehilangan pigmen akan menyebar ke area yang lebih luas dengan bentuk yang tidak teratur. Kondisi hilangnya warna kulit pun seringkali terjadi pada kedua sisi tubuh di sekitar tempat yang sama, dan rambut-rambut pada area tersebut juga akan ikut kehilangan pigmen.

Apa yang Menjadi Penyebabnya?

Vitiligo merupakan kondisi hilangnya sel melanosit pada kulit yang bertugas menghasilkan melanin, yaitu pigmen penentu warna kulit dan rambut. Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab dari kondisi ini. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena vitiligo, antara lain:

  1. Genetik. Vitiligo bisa didapat dari keluarga, orang dengan riwayat keluarga vitiligo, atau jika uban muncul dini, menurut penelitian, dapat meningkatkan risiko vitiligo.

  2. Memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti tiroiditis Hashimoto autoimun.

  3. Kondisi yang memicu terjadinya vitiligo, seperti terbakar sinar matahari, stres, atau paparan bahan-bahan kimia.

Adakah Pengaruh dari Kesalahan Memilih Skincare?

Untuk bisa selalu tampil cantik, sebagian besar wanita pun rutin menggunakan berbagai produk perawatan kulit atau skincare. Ada bermacam-macam jenis produk skincare yang beredar di pasaran, menawarkan keunggulannya masing-masing. Tak jarang, wanita pun tergoda untuk mencoba produk-produk skincare tersebut, dengan harapan dapat merasakan apa yang diiming-imingkan sang produsen.

Padahal, kulit setiap orang memiliki jenis dan kebutuhan skincare yang berbeda-beda. Salah-salah, bukannya mendapatkan hasil yang diimpikan, kulit malah menjadi rusak dan terancam berbagai risiko penyakit. Salah satu penyakit yang berpotensi menyerang ketika kondisi kulit terganggu akibat kesalahan memilih skincare adalah vitiligo.

Seperti telah disebutkan tadi, bahwa salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya vitiligo adalah ketidaktahanan kulit terhadap paparan sinar matahari. Nah, ketika kamu salah memilih produk skincare, kulit dapat menunjukkan gejala seperti lebih sensitif dari sebelumnya. Misalnya, jika biasanya kulit dapat bertahan beberapa menit di bawah sinar matahari tanpa timbul gejala yang berarti, setelah memakai produk skincare tertentu, kulit menjadi lebih sensitif begitu terkena paparan sinar matahari.

Biasanya, produk skincare yang membuat kulit menjadi sensitif ini adalah produk yang mengandung retinoid acid. Jika telah timbul gejala seperti itu dan pemakaian skincare diteruskan, kulit dapat berpotensi mengalami kerusakan dan berujung pada vitiligo. Oleh karena itu, cobalah untuk lebih teliti lagi dalam memilih produk skincare yang cocok untuk kulit, dan jika kulit menunjukkan gejala tidak cocok, sebaiknya hentikan penggunaan sesegera mungkin.

Itu lah sedikit penjelasan tentang dampak kesalahan penggunaan skincare terhadap risiko penyakit vitiligo. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: