Mengalami Kehamilan Ektopik, Ini Penanganan yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengalami Kehamilan Ektopik, Ini Penanganan yang Bisa Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Mengalami gejala kehamilan memang menjadi salah satu momen yang sangat dinanti oleh pasangan suami istri. Tidak ada salahnya untuk langsung memeriksa kondisi kesehatan pada dokter kandungan untuk memastikan kondisi kehamilan.

Baca juga: Inilah Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Seseorang bisa saja mengalami kehamilan ektopik yang memiliki gejala awal sama dengan kondisi kehamilan normal. Kehamilan ektopik dikenal juga dengan kehamilan di luar kandungan. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang dibuahi tidak berpindah pada rahim sehingga sel telur menempel dan bertumbuh pada tuba tuba fallopi.

Kehamilan ektopik umum terjadi sehingga pencegahan dan penanganan perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi yang dapat terjadi akibat kondisi kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik memiliki gejala yang hampir sama dengan gejala awal kehamilan. Umumnya, kondisi kehamilan ektopik menyebabkan ibu mengalami nyeri panggul yang cukup hebat. Selain itu, kehamilan ektopik menyebabkan ibu hamil sering mengalami perdarahan. Perdarahan pada kehamilan ektopik disebabkan proses luruhnya jaringan tuba fallopi atau kondisi infeksi pada tuba fallopi.

Tidak ada salahnya untuk menggunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi ini. Selain perdarahan, segera hubungi dokter jika ibu hamil mengalami kram perut atau nyeri pada bagian satu sisi tubuh saja. Terkadang, kondisi ini menyebabkan ibu mengalami penurunan kesadaran dan kehilangan kesadaran.

Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kehamilan yang dijalankan seorang wanita. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik, seperti pemeriksaan panggul, pemeriksaan ultrasonografi, dan tes darah untuk memeriksa kondisi hormon.

Ketahui Penyebab Kehamilan Ektopik

Ada berbagai macam penyebab yang membuat seseorang mengalami kondisi kehamilan ektopik. Seseorang yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya berpeluang lebih besar untuk mengalami kondisi kehamilan ektopik yang kedua. 

Selain itu, adanya infeksi atau peradangan pada bagian tuba fallopi membuat wanita rentan mengalami kehamilan ektopik. Tidak hanya gangguan pada tuba fallopi, wanita yang memiliki gangguan pada bagian organ reproduksi juga berpotensi mengalami kondisi kehamilan ektopik.

Pemakaian kontrasepsi menjadi cara yang dilakukan untuk mengontrol angka kehamilan. Sehingga sangat jarang terjadi kasus kehamilan ketika seorang wanita sedang menggunakan kontrasepsi seperti IUD atau pil KB. Namun, apabila mengalami gejala kehamilan, kemungkinan ibu mengalami kehamilan ektopik.

Baca juga: Inilah 7 Penyebab Kehamilan Ektopik

Pengobatan dan Perawatan untuk Kondisi Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik dapat ditangani dan diobati dengan tepat. Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan, seperti:

1. Penggunaan Obat-obatan

Ketika dokter mendiagnosis kondisi kehamilan di luar kandungan, biasanya dokter menggunakan obat metotreksat yang digunakan untuk menghambat proses kehamilan pada seorang wanita. Penggunaan obat metotreksat menjadi obat dengan keberhasilan yang tinggi dan risiko yang kecil.

2. Operasi Laparoskopi

Operasi laparoskopi dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada perut di dekat bagian pusar. Embrio diangkat dan dokter memperbaiki kerusakan akibat perdarahan pada kehamilan ektopik.

3. Operasi Darurat

Operasi ini dilakukan jika ibu mengalami perdarahan yang hebat akibat adanya kehamilan ektopik. Kerusakan pada tuba fallopi nyatanya dapat diperbaiki.

Baca juga: Mengalami Kehamilan Ektopik, Apakah Berbahaya?

Tidak ada salahnya untuk meminta dukungan pada pasangan atau keluarga setelah melakukan tindakan untuk kehamilan ektopik. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi ini. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!