• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Pengidap Lupus Tidak Boleh Kena Sinar Matahari?

Mengapa Pengidap Lupus Tidak Boleh Kena Sinar Matahari?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Termasuk dalam golongan penyakit autoimun, lupus merupakan penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan, sehingga menyerang bagian tubuh sendiri dan menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Pengidap lupus tidak boleh kena sinar matahari karena kulitnya sensitif terhadap paparan sinar UV, terutama pada jenis subacute cutaneous lupus erythematosus.

Salah satu jenis penyakit lupus itu membuat jaringan kulit pengidapnya luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari. Itulah sebabnya pengidap subacute cutaneous lupus erythematosus tidak boleh terpapar sinar matahari sama sekali. Lalu, bagaimana dengan jenis penyakit lupus yang lainnya? Tentu saja gejalanya juga berbeda.

Baca juga: 4 Komplikasi Akibat Lupus yang Harus Diperhatikan

Berikut beberapa jenis penyakit lupus dan gejala khas yang ditimbulkannya:

  • Systemic lupus erythematosus (SLE). Merupakan jenis lupus yang paling umum terjadi. Lupus jenis ini menyerang berbagai jaringan tubuh seperti, sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.
  • Discoid lupus erythematosus. Merupakan jenis lupus yang menyerang jaringan kulit, sehingga menimbulkan gejala berupa ruam-ruam kulit.
  • Neonatal lupus. Merupakan jenis penyakit lupus yang menyerang bayi baru lahir. 
  • Lupus akibat obat-obatan. Lupus jenis ini biasanya hanya dialami dalam waktu singkat, sebagai efek samping dari pengobatan obat-obatan. Kondisi biasanya akan membaik ketika penggunaan obat dihentikan.

Gejala Umum dari Lupus

Tahukah kamu, bahwa penyakit lupus memiliki julukan “penyakit 1000 wajah”? Sebutan ini didapatkan lupus karena penyakit ini menimbulkan gejala yang hampir mirip dengan penyakit lainnya. Itulah sebabnya lupus cenderung sulit dideteksi pada tahap awal. Namun, meski ada banyak jenisnya dan gejalanya bervariasi, ada beberapa ciri atau gejala umum dari penyakit lupus, seperti:

  • Nyeri sendi.
  • Sendi bengkak.
  • Mulut atau hidung mengalami luka yang tak kunjung sembuh berhari-hari hingga berbulan-bulan.
  • Di dalam urine terdapat darah atau bahkan protein (proteinuria).
  • Terdapat ruam-ruam di berbagai permukaan kulit.
  • Rambut rontok.
  • Demam.
  • Kejang-kejang.
  • Dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, jangan ragu untuk bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc, yang bisa dilakukan lewat chat, kapan dan di mana saja. Selain konsultasi dokter lewat chat, aplikasi Halodoc juga bisa kamu manfaatkan untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika dokter di chat menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan.

Baca juga: Cari Tahu Tentang Penyakit Lupus

Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Lupus

Sebagai penyakit kronis yang disebabkan oleh gangguan di dalam tubuh, lupus bukan diakibatkan oleh virus ataupun bakteri. Namun, penyebab pasti dari penyakit ini juga belum diketahui hingga saat ini, karena ada banyak faktor yang dapat mendasarinya. Berikut beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya lupus:

 

1. Genetik

 

Berdasarkan penelitian dari John Hopkins Center, ditemukan adanya kaitan antara gen keluarga dengan pengidap lupus. Artinya, keberadaan pengidap lupus dalam sebuah keluarga, dapat meningkatkan risiko penyakit ini pada anggota keluarga lain. Namun, bukan berarti gen dapat menjamin bahwa seseorang akan mewariskan penyakit lupus. Sebab, ada banyak faktor lain yang juga dapat memengaruhi.

2. Hormon

Wanita lebih berisiko terkena lupus dibanding pria, mengapa? Sebab hormon seks yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh wanita dan pria berbeda. Wanita menghasilkan dan menggunakan hormon estrogen yang lebih banyak, dibandingkan pria yang bergantung pada hormon androgen. 

Perlu diketahui bahwa hormon estrogen disebut juga hormon “immuno-enhancing”, yang berarti bahwa wanita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat daripada pria. Namun hal ini justru menjadi bumerang, karena kekebalan tubuh yang kuat itu juga berisiko untuk menyerang tubuh sendiri. Itulah sebabnya wanita lebih mudah terserang penyakit autoimun, seperti lupus. 

Baca juga: Jenis Penyakit Lupus dan Cara Mengetahuinya

3. Lingkungan

Faktor lingkungan juga memiliki peran dalam meningkatkan risiko lupus pada seseorang. Orang yang sering terpapar berbagai racun lingkungan, seperti asap rokok, gel natrium silika, dan merkuri, memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit lupus. 

Selain ketiga hal tadi, ada juga beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena lupus, yaitu:

  • Ras. Penyakit lupus lebih rentan dialami oleh orang dari ras Asia dan Afrika.
  • Konsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah, hingga antibiotik, dapat memicu munculnya lupus ketika penggunaan obat dihentikan.
  • Paparan sinar matahari. Paparan sinar UV dapat menyebabkan luka pada kulit, yang kemudian memicu terjadinya lupus akibat organ atau sel dalam tubuh yang rentan.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Lupus: Treatments, Prevention and Tips for Living with Lupus.
WebMD. Diakses pada 2019. Lupus (Systemic Lupus Erythematosus)-What Increases Your Risk.