Mengenal 4 Jenis Obat untuk Meringankan Gejala Alzheimer

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengenal 4 Jenis Obat untuk Meringankan Gejala Alzheimer

Halodoc, Jakarta - Alzheimer atau penyakit lupa adalah penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya ingat serta kemampuan mereka dalam berpikir bahkan dalam berbicara. Kita melihat pengidap Alzheimer seperti pikun yang terjadi berulang-berulang. Tak hanya itu, gejala Alzheimer yang muncul adalah perubahan perilaku akibat terjadinya gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau berkembang perlahan-lahan.

Baca Juga: Sering Begadang? Waspada Risiko Alzheimer

Belum ada pengobatan ampuh untuk penyakit ini. Namun, untungnya masih terdapat beberapa jenis obat yang mampu mengurangi gejala alzheimer yang muncul. Obat ini aman dan sudah disetujui oleh FDA Amerika Serikat serta Badan POM. Berikut ini obat-obat yang bisa digunakan:

Rivastigmin

Rivastigmin (Exelon), adalah obat yang tersedia dalam kapsul  yang bisa diminum dua kali sehari dan patch transdermal (plester seperti koyo). Mereka yang mengalami gejala Alzheimer berat, biasanya diberikan obat dalam bentuk transdermal ketimbang oral. Obat ini perlu mendapat perhatian khusus, apalagi untuk mereka yang memiliki bobot tubuh kurang dari 50 kilogram. Hal ini karena rivastigmin menimbulkan efek samping seperti mual dan muntah sehingga berisiko menurunkan berat badan secara drastis.

Jenis obat ini bisa diminum bersama makanan, sementara obat dalam bentuk plester dapat tempelkan sekali sehari pada punggung bawah atau atas. Perlu dicatat bahwa kamu dilarang menempelkan obat pada bagian tubuh yang sama selama 14 hari.

Selain mual dan muntah, efek samping yang terjadi selama penggunaan obat ini antara kain:

  • Dermatitis alergi.

  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.

  • Memengaruhi kerja jantung.

  • Memengaruhi kemampuan koordinasi otak.

Donepezil

Obat selanjutnya yang dapat diandalkan untuk mengurangi gejala alzheimer tingkat berat hingga rendah adalah donepezil. Obat ini biasa digunakan untuk pengobatan cedera otak dan penyakit Parkinson yang disebabkan oleh demensia. Sama seperti rivastigmin, efek samping yang umum terjadi seperti adalah muntah.

Namun pengidap bisa merasakan efek samping lain seperti insomnia, diare, dan infeksi. Pada 2015 Badan POM mengingatkan adanya 2 risiko yang jarang terjadi tapi berpotensi serius dari penggunaan obat ini, yaitu kerusakan otot (rhabdomyolysis) dan gangguan neurologis yang disebut neuroleptic malignant syndrome (NMS). Oleh karenanya, sebelum menggunakan obat ini, kamu wajib diskusi dulu dengan dokter.

Baca juga: Penyakit Rosacea Bisa Picu Risiko Alzheimer, Benarkah

Galantamin

Galantamin (Reminyl) tersedia dalam kapsul maupun tablet. Obat ini tergolong aman dan dapat diminum saat sarapan atau makan malam. Namun untuk lebih pastinya, tanyakan dokter serta apoteker tentang anjuran minum obat Alzheimer yang satu ini. Selain itu, jika sebelumnya kamu menggunakan obat donepezil atau rivastigmin (kelompok obat kolinesterase) maka kamu harus menunggu hingga 7 hari untuk meminum galantamin, supaya efek samping obat sebelumnya sudah hilang.

Sementara pasien yang tidak mengalami efek samping akibat donepezil atau rivastigmin dapat memulai terapi galantamin sehari segera setelah penghentian terapi sebelumnya. Efek samping yang bisa saja muncul saat menggunakan obat ini antara lain reaksi kulit, seperti ruam-ruam.

Memantin

Memantin (Abixa) adalah obat yang tersedia dalam bentuk tablet dan bisa digunakan sebelum atau sesudah sarapan. Obat ini memiliki efek samping yaitu menimbulkan masalah pada kulit seperti efek dari galantamin. Efek samping paling parah yang mungkin terjadi adalah masalah pada kornea. Maka itu, penggunaannya harus sesuai anjuran dan pengawasan dokter.

Baca Juga:  7 Cara Cegah Pikun pada Lansia

Punya keluhan kesehatan atau mau tahu lebih jauh mengenai alzheimer? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!