03 May 2018

Tiba-Tiba Terjatuh, Waspada Degenerasi Otot yang Mungkin Terjadi

Tiba-Tiba Terjatuh, Waspada Degenerasi Otot yang Mungkin Terjadi

Halodoc, Jakarta – Setiap penyakit yang menyerang manusia seringnya menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Terkadang, beberapa gejala yang muncul sebagai tanda penyakit tidak disadari hingga masuk ke tahap yang lebih parah.

Salah satu gejala yang cukup sering terjadi sebagai tanda penyakit adalah hilangnya kendali terhadap gerakan tubuh. Misalnya, kaki sering terasa lemah dan tak bertenaga, bahkan sampai tiba-tiba jatuh saat sedang berdiri atau duduk.

Tiba-tiba jatuh sering diidentikkan dengan penyakit stroke atau serangan jantung. Namun, tahukah kamu bahwa masih ada penyakit lain yang juga memiliki ciri serupa? Salah satunya adalah Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) atau degenerasi otot.

DMD adalah salah satu bagian dari Muscular Dystrophies, yaitu penyakit yang menyebabkan otot menjadi lemah dan kehilangan fungsinya dari waktu ke waktu. Biasanya gejala akan terjadi pada bagian otot sadar, dan secara perlahan menjadi lebih lemah dan mengalami penurunan fungsi. Pengidap masalah ini biasanya akan merasa kesulitan untuk berjalan, duduk, bahkan beraktivitas.

Masalah degenerasi otot ini paling sering terjadi pada laki-laki. Dan gejala yang ditimbulkan pun seringnya sudah mulai terlihat sejak kanak-kanak.

Gejala dan Penyebab Degenerasi Otot

Kelainan otot yang satu ini terjadi karena adanya mutasi pada gen. Pada dasarnya, penyebab pasti dari mutasi gen ini masih belum diketahui. Namun seringnya mutasi gen terjadi pada saat pembuahan atau pada proses perkembangan embrio.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah ini. Mulai dari usia dan jenis kelamin, dalam hal ini laki-laki lebih berisiko mengalami DMD. Faktor genetik ternyata juga cukup berpengaruh, yaitu jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit ini, maka risiko akan meningkat. Apalagi jika kamu memiliki kebiasaan hidup yang tidak baik, dan jarang memerhatikan kondisi kesehatan tubuh.

Kendati demikian, bukan berarti seseorang menjadi tak berisiko DMD jika tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini. Nyatanya meski tidak memiliki faktor risiko dan riwayat penyakit, seseorang masih mungkin mengalami kekakuan otot serta mengalami kelumpuhan. Lantas apa saja gejala dari penyakit DMD?

Untuk memastikan penyakit yang menyerang, kamu perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Nah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala-gejala seperti, otot mengalami kelemahan yang tak kunjung membaik. Bahkan secara berangsur-angsur memburuk dan menyebabkan seseorang kesulitan berjalan dan bergerak.

Gejala lain dari DMD adalah lebih mudah dan sering lelah, tiba-tiba jatuh, mengalami pembesaran otot betis, dan mulai meneteskan air liur alias mengences. Terkadang, orang yang mengidap DMD pun mengalami gejala jatuhnya kelopak mata atau ptosis.

Gejala awal tersebut sering menjadi “peringatan dini” dari degenerasi otot. Untuk mencegah masalah ini semakin parah, cobalah untuk berkegiatan atau melakukan gerakan seaktif mungkin. Hal ini sangat penting, karena tidak melakukan kegiatan atau diam terlalu lama malah bisa membuat penyakit menjadi lebih buruk.

Atur juga pola makan dan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh. Perbanyak konsumsi menu makanan yang tinggi akan serat, protein, serta rendah kalori. Selain itu, cari tahu sebanyak mungkin mengenai penyakit tersebut dan hindari pemicunya.

Kalau kamu ragu dan butuh saran dokter, pakai aplikasi Halodoc saja! Sampaikan keluhan yang terjadi, termasuk seputar masalah otot, pada dokter lewat fitur Video/Voice Call dan Chat. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play!