Mengidap Hidradenitis Suppurativa Bisa Sebabkan Depresi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
hidradenitis suppurativa, depresi, peradangan kulit

Halodoc, Jakarta - Hidradenitis suppurativa ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan seperti jerawat dan menyebar di area seperti selangkangan, ketiak, dan di bawah dada. Nah, kalau sudah parah, kondisi ini bisa berujung pada infeksi dan bernanah. Penyakit ini juga bisa menyebabkan depresi. Kok bisa? Ini ulasan selengkapnya.

Baca juga: Apakah Saya Berisiko Terkena Hidradenitis Suppurativa?

Hidradenitis Suppurativa, Penyakit Kambuhan yang Kronis

Hidradenitis suppurativa merupakan penyakit kambuhan yang kronis dan menyebabkan munculnya benjolan-benjolan seperti jerawat pada area yang tidak seharusnya, misalnya pada ketiak, selangkangan, dan di bawah dada. Biasanya, penyakit hidradenitis suppurativa akan timbul pada kulit yang memiliki kelenjar keringat dan rambut.

Peradangan kulit ini bisa mengalami infeksi hingga bernanah. Nanah ini pun akan mengeluarkan bau busuk saat pecah. Ketika benjolan ini pecah, biasanya akan meninggalkan bekas parut pada kulit kamu. Penyakit hidradenitis suppurativa banyak ditemui pada orang-orang yang sedang dalam masa pubertas.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Hidradenitis Suppurativa

Peradangan kulit ini diawali dengan munculnya benjolan kecil sebesar kacang pada area pergesekan kulit. Benjolan kecil ini akan terasa nyeri dan berisi nanah. Beberapa gejala lain pada pengidap kondisi ini, antara lain:

  • Benjolan ini berwarna kemerahan dan terasa hangat.
  • Benjolan berisi nanah dengan ukuran 0,5-2 sentimeter.
  • Tempat paling umum terkena peradangan ini adalah lipatan paha dan ketiak.
  • Peradangan kulit ini bisa terjadi dalam kurun waktu tahunan dalam bentuk nanah, atau sinus yang multiple.

Benjolan ini bisa hilang dalam 10-30 hari, dan bisa juga menjadi nanah yang menimbulkan rasa nyeri. Perlu kamu ketahui juga, benjolan yang hilang ini bisa muncul kembali dan meninggalkan bekas luka atau jaringan parut. Benjolan juga bisa tampak seperti komedo yang berwarna hitam.

Baca juga: Diet Tepat untuk Hidradenitis Suppurativa

Ini Penyebab Terjadinya Hidradenitis Suppurativa

Penyakit ini terjadi karena tersumbatnya kelenjar keringat atau lubang folikel rambut (lubang tumbuhnya rambut), kemudian mengalami peradangan. Faktor hormon dan respon sistem kekebalan tubuh juga bisa menyebabkan kondisi ini. Saluran nanah bisa terbentuk di bawah permukaan kulit pada kasus yang parah. Saluran ini disebut dengan saluran sinus, dan menghubungkan area benjolan satu ke yang lain. Kondisi ini mengakibatkan infeksi dan peradangan semakin meluas dan bisa memicu terjadinya kanker kulit.

Mengidap Hidradenitis Suppurativa Bisa Sebabkan Depresi

Depresi merupakan salah satu komplikasi pada pengidap hidradenitis suppurativa. Selain depresi, komplikasi yang dapat terjadi pada pengidap penyakit ini, yaitu:

  • Nyeri sendi dan radang sendi.
  • Kanker kulit. Beberapa kasus hidradenitis suppurativa yang parah akan memicu terjadinya kanker kulit.
  • Pembengkakan pada daerah yang terkena. Kondisi ini disebabkan oleh adanya hambatan cairan getah bening.
  • Gangguan fungsi ginjal dan anemia akibat infeksi kronis.

Untuk itu, kamu harus selalu menjaga kebersihan organ-organ tubuh secara menyeluruh, untuk menghindari terjadinya penyakit hidradenitis suppurativa.

Baca juga: Pengobatan Biologis dan Hidradenitis Suppurativa, Temukan Faktanya!

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!