Meninggal Usai Dihukum, Ini Penyebab Kematian Mendadak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Meninggal Usai Dihukum, Ini Penyebab Kematian Mendadak

Halodoc, Jakarta – Fanli Lahingide (14), siswa SMP di Kota Manado, Sulawesi Utara meninggal dunia usai menjalani hukuman lari di halaman sekolah pada Selasa (1/10). Sesaat setelah berlari, Fanli sempat meminta izin kepada guru piket untuk beristirahat karena kelelahan, namun saat itu Fanli tidak mendapatkan izin dan harus menyelesaikan hukuman.

Baca juga: Aritmia Bisa Sebabkan Kematian Mendadak?

Pada putaran kedua, Fanli akhirnya jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit oleh pihak sekolah. Namun, akhirnya Fanli meninggal dunia pada pukul 08.40 WITA. Hingga saat ini kematian Fanli masih dalam pemeriksaan tim dokter untuk memastikan penyebab kematian yang dialami Fanli. Ya, kematian bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, tidak hanya pada orang yang memasuki usia lanjut, usia muda pun rentan alami kematian mendadak.

Ketahui Penyakit yang Sebabkan Kematian Mendadak

Kematian yang disebut mendadak terjadi dalam waktu 60 menit dari gejala pertama yang dialami hingga napas terakhir pengidap. Tidak hanya faktor usia, ada penyakit yang menyebabkan kematian mendadak pada seseorang, seperti:

1. Serangan Jantung

Tidak hanya seseorang yang memiliki usia lanjut, usia muda rentan alami serangan jantung. Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah dan oksigen menuju otot jantung terhambat sehingga menyebabkan jantung tidak mendapatkan oksigen cukup. Selain itu, penyakit gagal jantung bawaan juga dapat menyebabkan kematian mendadak, kondisi ini bisa dicegah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Sebabkan Serangan Jantung di Usia Muda

2. Asma

Serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kematian pada pengidapnya jika tidak segera diatasi. Asma merupakan penyakit kronis yang perkembangannya bertahap, kematian yang disebabkan asma bisa dikarenakan pengidapnya tidak menyadari kondisi asma yang dialami. Asma ditandai peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang membuat seseorang mengalami kesulitan bernapas. Selain sulit bernapas, ada gejala lain dari penyakit asma, seperti nyeri dada, batuk, dan mengi. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang kamu alami agar penyakit asma dapat dicegah.

3. Dehidrasi

Sebaiknya jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh setiap harinya. Kekurangan cairan dapat sebabkan tubuh alami dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh mengalami banyak kehilangan cairan dibandingkan cairan yang masuk dalam tubuh. Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat sebabkan berbagai gangguan fungsi organ. Tidak hanya itu, dehidrasi yang tidak segera diatasi juga dapat sebabkan kematian.

Kenali Sindrom Kematian Mendadak

Ketahui sindrom kematian mendadak yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak muda. Sindrom kematian mendadak adalah istilah yang mengacu terhadap gangguan kesehatan pada fungsi jantung yang menyebabkan jantung berhenti sementara bahkan dapat menyebabkan kematian.

Baca juga: 4 Faktor yang Meningkatkan Potensi Sindrom Kematian Bayi

Biasanya, seseorang yang mengalami sindrom kematian mendadak tidak menunjukan gejala apapun. Namun, seseorang dengan gangguan kesehatan pada jantung berisiko alami sindrom kematian mendadak.

Mencegah sindrom kematian mendadak dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor yang meningkatkan risiko penyakit pada tubuh. Rutin melakukan olahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau medical check up membantu untuk menghindari sindrom kematian mendadak.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Sudden Death Syndrome and Is Prevention Possible
Healthline. Diakses pada 2019. Asthma Attack Death
Rehydration Project. Diakses pada 2019. Why Is Dehydration So Dangerous?