Mimisan dan Ingus Berdarah, Mana yang Lebih Bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mimisan dan Ingus Berdarah, Mana yang Lebih Bahaya?

Halodoc, Jakarta - Ketika seseorang mengalami kelelahan atau terserang suatu penyakit, salah satu gejala yang dapat terjadi adalah keluarnya darah dari hidung. Gangguan tersebut disebut juga dengan mimisan. Keluarnya darah dari hidung ini adalah suatu hal yang biasa terjadi.

Ternyata, terdapat perbedaan antara mimisan dengan ingus berdarah. Kedua hal tersebut dapat menjadi gejala ketika tubuh seseorang sedang tidak baik-baik saja. Walau begitu, manakah yang menjadi pertanda apabila seseorang mengalami gangguan yang lebih berbahaya? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Ini Beragam Penyebab Seseorang Bisa Alami Mimisan

Lebih Bahaya Mimisan atau Ingus Berdarah?

Mimisan adalah gangguan yang umum terjadi pada semua orang. Beberapa orang mungkin merasa takut ketika hal tersebut terjadi. Ternyata, hal ini jarang menunjukkan masalah medis yang cukup serius. Ketika terjadi, semua orang dapat melakukan penanganan awal secara mandiri.

Hidung setiap orang mengandung banyak pembuluh darah yang terletak dengan dengan permukaan di bagian depan dan belakang hidung. Bagian dalam tersebut terbilang sangat rapuh dan mudah untuk mengeluarkan darah. Gangguan ini terjadi pada orang dewasa dan anak-anak dengan usia 3 hingga 10 tahun.

Mimisan yang terjadi dapat terbagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama adalah mimisan anterior yang disebabkan oleh pembuluh darah di depan hidung pecah dan berdarah. Selain itu, terdapat mimisan posterior yang terjadi di bagian belakang hidung. Darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan dapat berbahaya.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait mimisan atau ingus berdarah, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk memberikan jawaban. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemeriksaan fisik di beberapa rumah sakit dengan pemesanan online melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Mimisan pada Anak

Gangguan lainnya yang dapat menyebabkan darah keluar melalui hidung adalah ingus berdarah. Hal ini terjadi setelah seseorang meniup hidung dan mengeluarkan ingus yang ternyata mengandung darah. Walau begitu, hal ini umumnya tidak menyebabkan gangguan yang serius. 

Hidung setiap orang memiliki persediaan darah yang signifikan di dalamnya. Hal tersebut dapat menyebabkan darah keluar bersamaan ketika kamu mengeluarkan ingus. Perawatan rumahan dapat meringankan kondisi tersebut jika hanya terjadi sesekali atau dalam waktu yang sebentar.

Hidung memiliki banyak pembuluh darah yang dapat mengalami kerusakan karena beberapa hal. Setelah pembuluh darah rusak, kamu mungkin mengalami perdarahan lebih sering ketika mengeluarkan ingus. Gangguan ingus berdarah juga dapat terjadi ketika pembuluh darah pecah saat proses penyembuhan.

Beberapa penyebab dari gangguan ingus berdarah atau mimisan adalah hal yang sama. Kamu dapat mengalami kedua hal tersebut disebabkan oleh suatu benda yang tersangkut di hidung, udara yang dingin, terpapar substansi kimia, dan infeksi pada saluran pernapasan yang mungkin berbahaya.

Lalu, manakah yang lebih berbahaya antara mimisan dan ingus berdarah? Meskipun penyebab dari kedua gangguan ini dapat disebabkan hal yang sama. Ternyata, mimisan yang terjadi dapat menjadi gejala yang lebih berbahaya ketika seseorang mengalaminya. Hal tersebut karena mimisan dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi, gangguan perdarahan, gangguan pembekuan darah, serta kanker.

Umumnya, memang mimisan yang terjadi tidak butuh perhatian medis secara khusus. Namun, jika kamu mengalami keluarnya darah dari hidung selama lebih dari 20 menit atau cedera, ada baiknya untuk bertanya pada ahli medis. Kamu mungkin mengalami mimisan posterior yang dapat menyebabkan penyakit yang serius.

Baca juga: Jangan Panik, Ketahui 7 Penyebab Keluarnya Ingus Berdarah

Cedera yang dapat menyebabkan seseorang mengalami mimisan adalah jatuh, kecelakaan mobil, atau terkena pukulan di wajah. Mimisan yang terjadi setelah cedera dapat menjadi gejala apabila terjadi hidung patah, patahan pada tengkorak, hingga perdarahan internal.

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. What Causes Nosebleeds and How to Treat Them
Health Line. Diakses pada 2019. Why Do I See Blood When I Blow My Nose?