• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mimisan karena Lelah Bukan Kondisi Serius, Benarkah?

Mimisan karena Lelah Bukan Kondisi Serius, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Mimisan adalah kondisi ketika ada darah yang keluar dari lubang hidung, karena pecahnya pembuluh darah di dalam hidung. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal. Salah satunya adalah kelelahan. Mimisan karena kelelahan umumnya terjadi pada anak-anak, karena pembuluh darahnya yang relatif lemah.

Ketika ia melakukan aktivitas yang berlebihan dan mengalami kelelahan, pembuluh darah yang lemah itu akan menegang dan akhirnya pecah. Namun, mimisan karena kelelahan juga bisa terjadi pada orang dewasa. Meski pada umumnya mimisan bukanlah kondisi kesehatan yang serius, kamu tetap perlu mewaspadainya. Jika mimisan terjadi terlalu sering, bisa jadi itu tanda gangguan kesehatan tertentu.

Baca juga: Ibu Hamil Mimisan, Bahaya atau Tidak?

Berbagai Hal yang Sebabkan Mimisan

Seperti telah dijelaskan tadi, bahwa penyebab terjadinya mimisan adalah menegang dan pecahnya pembuluh darah di hidung. Selain karena kelelahan, kondisi ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti:

1. Udara Kering

Mimisan karena udara kering adalah hal yang cukup mungkin terjadi. Terutama pada daerah dengan iklim dingin, ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis. Perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin ke dalam rumah yang lebih hangat dan kering akan membuat hidung rentan terhadap perdarahan, akibat lapisan hidung yang berubah menjadi kering hingga retak dan berdarah.

2. Cedera Hidung

Mimisan karena cedera dapat terjadi karena benturan yang membuat pembuluh darah di lubang hidung rusak, hingga akhirnya pecah dan berdarah. Penyebab mimisan yang satu ini juga bisa terjadi pada anak saat menggaruk dan mengorek hidung mereka. Namun pada orang dewasa, kebiasaan menggaruk hidung yang gatal juga bisa membuat hidung terluka, sehingga tanpa disadari hidung akan berdarah.

3. Perubahan Hormon saat Hamil 

Saat sedang hamil, kadar hormon akan meningkat sehingga aliran darah estrogen dan progesteron pada semua selaput lendir di dalam tubuh termasuk pada hidung. Selaput itu akan membengkak dan melebar, hingga menekan pembuluh darah di dalamnya. Akibatnya, pembuluh darah pecah dan membuat hidung berdarah.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 6 Tindakan Mudah Mengatasi Anak Mimisan

Kapan Harus Waspada?

Pada kebanyakan kasus, mimisan tidaklah memerlukan perhatian medis serius. Jika mengalaminya, jangan bingung, segera download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, tentang pertolongan pertama apa yang bisa diberikan. Dokter biasanya akan menyarankan beberapa tips dan membantu kamu mengetahui apa penyebab mimisan yang dialami.

Mimisan perlu mendapat perhatian serius jika berlangsung lebih lama dari 20 menit atau mengalami kecelakaan sebelum terjadinya. Jika kamu mengalami kondisi seperti itu, ada kemungkinan itu gejala mimisan posterior, yang membutuhkan penanganan serius. Segera pergi ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Kecelakaan atau cedera yang dapat menyebabkan mimisan adalah jatuh, kecelakaan mobil, patah hidung, patah tulang tengkorak, ataupun perdarahan internal lainnya. Kondisi cukup serius yang bisa jadi dialami oleh orang yang sering mengalami mimisan adalah penyakit langka hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT). 

Penyakit ini adalah kondisi ketika adanya kelainan pembentukan pembuluh darah yang abnormal pada kulit, selaput lendir, dan organ dalam, seperti paru-paru, hati, dan otak. Itulah sebabnya pengidapnya jadi sering mimisan. Biasanya gejalanya berupa mimisan yang intens dan terjadi tanpa disadari. 

Baca juga: Jika Mimisan Jadi Tanda Penyakit Serius

Adakah Cara Mencegah Mimisan?

Untuk mimisan yang terjadi dalam kondisi wajar, dalam hal ini bukan masalah kesehatan serius, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan dengan cara:

  • Berhati-hati saat hendak membuang lendir dari hidung.

  • Menghindari interaksi berlebihan dan keras antara tangan dan hidung.

  • Tidak merokok, karena asapnya dapat membuat hidung menjadi kering.

  • Menjaga pertukaran suhu udara pada batas wajar, tidak terlalu kering, dan juga tidak begitu dingin.

  • Menghindari trauma pada wajah, dengan cara mengenakan sabuk pengaman ataupun pelindung wajah, setiap melakukan olahraga keras seperti karate maupun rugbi.

  • Mengonsumsi makanan kaya zat besi. Sebab, ada kemungkinan kamu mengalami anemia kalau terlalu banyak mengeluarkan darah mimisan.

  • Hindari stres.

Jangan lupa untuk selalu menerapkan perilaku hidup sehat, minum air putih yang cukup dan olahraga rutin. Jika mimisan yang kamu alami terlalu sering terjadi atau disertai gejala lainnya, jangan tunda untuk membicarakannya dengan dokter.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Nosebleeds.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Nosebleeds and How to Treat Them.
WebMD. Diakses pada 2020. What Causes Nosebleeds?