• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Minum Susu saat Hamil, Perlu Enggak sih?

Minum Susu saat Hamil, Perlu Enggak sih?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Minum Susu saat Hamil, Perlu Enggak sih?

Halodoc, Jakarta – Saat menjalani kehamilan tentunya ibu perlu melakukan berbagai cara sehat agar kebutuhan nutrisi dan gizi yang diperlukan dapat terpenuhi dengan baik. Mulai dari mengonsumsi sayur, buah, hingga penambahan suplemen khusus untuk ibu hamil pun dilakukan. Bahkan, tidak jarang banyak ibu hamil mengonsumsi susu hamil untuk mendapatkan nutrisi serta gizi.

Namun, apakah mengonsumsi susu saat hamil diperlukan? Nah, tidak ada salahnya simak ulasannya dalam artikel ini. Dengan begitu, ibu dapat memilih cara terbaik dalam pemenuhan gizi serta nutrisi yang dapat membantu pertumbuhan janin dalam kandungan.

Baca juga: 4 Tanda Kurang Gizi selama Kehamilan

Minum Susu Selama Kehamilan

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, wanita hamil harus mengonsumsi tiga cangkir susu setiap hari untuk mendapatkan asupan kalsium, protein, dan vitamin D. Tiga nutrisi tersebut penting untuk memastikan kehamilan aman dan sehat.

Susu skim atau 1 persen direkomendasikan untuk ibu hamil karena kandungan lemak dan kalorinya lebih rendah. Sementara susu murni kurang direkomendasikan karena dikenal memiliki lemak jenuh yang tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. 

Selama kehamilan, pastikan kamu hanya minum susu yang sudah dipasteurisasi atau susu ultra-panas. Susu ini telah dipanaskan guna membunuh bakteri dan mencegah keracunan makanan. Konsumsi susu selama kehamilan juga dikaitkan dengan memberi manfaat pada bayi baru lahir selama tahap awal kehidupannya.

Namun, manfaatnya tidak berhenti sampai di situ saja. Susu pada ibu hamil dapat membuat ibu memiliki anak yang lebih tinggi dan mengurangi risiko diabetes

Baca juga: Cara Agar Bumil Dapat Tingkatkan Berat Badan

Perlukah Minum Susu saat Hamil?

Jawabannya tergantung pada kebutuhan ibu hamil. Apabila pola makan ibu sudah mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil dan janin, ibu tidak diwajibkan untuk minum susu. Oleh karena tanpa harus minum susu, sebenarnya ibu bisa memenuhi asupan gizi saat hamil dengan mengonsumsi makanan sehari-hari.

Misalnya, nasi dan roti untuk kebutuhan karbohidrat, yoghurt, dan keju untuk kebutuhan kalsium, kacang-kacangan untuk kebutuhan asam folat, telur dan daging untuk kebutuhan protein, sayur dan buah untuk kebutuhan vitamin serta mineral, dan makanan lainnya. 

Terpenting adalah pemenuhan kebutuhan gizi untuk ibu dan janin. Namun, jika ibu merasa belum mencukupi kebutuhan gizi saat hamil, ibu bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan minum susu. Ibu bisa bertanya dokter melalui chat di aplikasi Halodoc untuk mendapat saran seputar kehamilan. Dokter di Halodoc akan selalu siaga kapan dan di mana saja.

Baca juga: 5 Penyakit yang Biasa Diidap Ibu Hamil

Manfaat Minum Susu Selama Kehamilan

Ada berbagai pendapat mengenai manfaat susu dan produk susu lainnya saat kehamilan. Hal ini memberikan ibu hamil sejumlah nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi yang sehat, seperti:

  1. Susu adalah sumber penting kalsium dan vitamin D untuk wanita selama kehamilan. Tahukah kamu mengapa kamu membutuhkan vitamin D selama kehamilan? Mendapatkan cukup vitamin D selama kehamilan dapat menurunkan risiko bayi terkena alergi di masa depan. Wanita hamil juga membutuhkan antara 1.000 dan 1.300 miligram kalsium setiap hari untuk memberi makan tubuh mereka dan tubuh bayi mereka yang sedang berkembang. Minum susu selama kehamilan dapat memenuhi sebagian kebutuhan kalsium.
  2. Susu pada ibu hamil juga memiliki efek baik untuk pertumbuhan janin dan membantu bayi tumbuh tinggi. Bayi juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi dalam darahnya selama remaja akhir untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2.
  3. Susu kaya protein, asam amino, dan asam lemak. Semua nutrisi ini penting untuk perkembangan sistem saraf bayi. Susu kaya kalsium dan zat besi, sehingga membantu dalam pembentukan dan perkembangan tulang bayi. Susu memiliki semua vitamin A, B, dan D yang diperlukan untuk perkembangan janin intrauterin.
  4. Susu bertindak sebagai antasida efektif yang meringankan mulas dan penyakit lambung lainnya, yang merupakan masalah umum selama kehamilan.
  5. Kandungan yodium dalam susu telah terbukti meningkatkan perkembangan otak janin dan meningkatkan IQ anak-anak.
  6. Konsumsi susu pada ibu hamil juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit, seperti multiple sclerosis, ricket neonatal, dan osteoporosis.

Itulah manfaat susu yang bisa didapatkan selama kehamilan. Tidak lupa juga, seimbangkan nutrisi lainnya selama hamil agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga dengan baik.

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2021. Should I Drink Whole Milk During Pregnancy?
Parenting FirstCry. Diakses pada 2021. Drinking Milk During Pregnancy – Is It Good?
NHS UK. Diakses pada 2021. Dairy and Alternatives in Your Diet.