• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Baking Soda Bisa Mengatasi Fluorosis?

Mitos atau Fakta, Baking Soda Bisa Mengatasi Fluorosis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Memiliki gigi yang bersih bisa meningkatkan rasa percaya diri. Berbagai cara pun dilakukan untuk mewujudkannya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggunakan baking soda. Cara ini dipercaya efektif mempercantik gigi, karena sifat abrasif yang dimiliki baking soda efektif menghilangkan noda pada gigi.

Meski begitu, masalah yang memengaruhi tampilan gigi bukan hanya karena warnanya yang menguning, tetapi juga disebabkan oleh fluorosis. Gangguan ini dapat menyebabkan gigi tampak seperti memiliki garis tipis putih. Banyak orang yang percaya jika gangguan fluorosis yang menyerang dapat diatasi dengan baking soda.

Baca juga: 6 Kiat Mudah Memutihkan Gigi yang Perlu Diketahui

Cara Mengatasi Fluorosis dengan Baking Soda

Fluorosis adalah gangguan yang terjadi pada penampilan email gigi saat berubah sebagian atau seluruhnya karena paparan yang berlebihan terhadap fluoride. Hal ini dapat membuat gigi sedikit berubah warna atau mengalami noda yang signifikan, tergantung seberapa parah kondisi yang terjadi. Seseorang yang mengalami gangguan ini dapat menurunkan kepercayaan diri saat bertemu atau tampil di depan orang lain.

Pada seseorang yang mengalami fluorosis yang sedang hingga parah, porositas enamel gigi juga dapat meningkat karena hipomineralisasi. Pengidapnya juga dapat mengalami erosi gigi. Meski begitu, fluorosis tidak termasuk dalam penyakit gigi dan tidak menyebabkan dampak negatif pada kesehatan gigi. Jika kamu mengalami fluorosis ringan hingga sedang, kondisi tersebut dapat diatasi dengan bahan alami yang ditemukan di rumah, seperti baking soda.

Baking soda ampuh untuk atasi fluorosis terhadap noda-noda yang ditimbulkannya. Pasalnya, bahan yang biasa digunakan saat membuat kue itu dapat membersihkan noda tersebut karena partikel kecil yang ada. Cara ini juga dapat mengatasi penumpukan keras pada gigi. Meski begitu, penggunaan tidak dapat digunakan jika kamu mengalami fluorosis yang parah.

Cara menggunakan baking soda ini hanya dengan mencampur 1 sendok teh soda kue dengan 1 sendok teh pasta gigi non-fluoride, lalu sikat seperti biasa. Metode lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menuangkan 1 sendok makan perasan lemon ke dalam 1 sendok makan baking soda dengan campuran pasta gigi. Setelah itu, sikatkan campuran tersebut langsung disikat ke bagian gigi yang memiliki noda hingga hilang sepenuhnya.

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengatasi Gigi Kuning

Setelah masalah pada gigi tersebut dapat diselesaikan, kamu harus mencegah fluorosis untuk terjadi kembali. Cara yang dapat dilakukan adalah:

  1. Mengurangi Konsumsi Kafein

Salah satu cara untuk mencegah fluorosis agar tidak kambuh adalah mengurangi konsumsi kafein. Beberapa minuman yang mengandung kafein tinggi adalah teh hitam, kopi, anggur merah, dan soda hitam. Tingginya kandungan kafein tersebut dapat menyebabkan gigi kembali berwarna. Maka dari itu, pastikan kamu benar-benar mengurangi konsumsi minuman tersebut.

  1. Konsumsi Produk dengan Kandungan Fluoride yang Rendah

Kamu juga wajib berhenti untuk mengonsumsi produk yang memiliki kandungan fluoride yang tinggi. Pastikan untuk mengonsumsi air dalam kemasan atau menggunakan filter untuk keran air di rumah. Hindari penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoride di dalamnya yang dapat membuat fluorosis kembali.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Jenis Perawatan untuk Kecantikan Gigi

Itulah pembahasan mengenai mengatasi fluorosis dengan penggunaan baking soda. Jika kamu masih punya pertanyaan terkait hal ini, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Tanpa perlu repot, kamu bisa berbicara dokter kapan dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Beauty Glimpse. Diakses pada 2020. 5 Home Remedies for Dental Fluorosis (with Causes, Symptoms, and Tips).
Parkcrest Dental. Diakses pada 2020. Teeth Whitening Tips: How to Treat Fluorosis.