• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Vaksin Cacar Air Mencegah Herpes Zoster

Mitos atau Fakta, Vaksin Cacar Air Mencegah Herpes Zoster

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing kan dengan cacar air? Bagaimana dengan cacar api? Hmm, awas kondisi yang satu ini terbilang lebih serius ketimbang cacar air, lho. Seseorang yang terserang penyakit ini akan mengalami bintil kulit berisi air pada salah satu sisi tubuhnya. 

Jangan memandang sebelah mata penyakit ini, sebab herpes zoster atau cacar api ini bisa menimbulkan keluhan nyeri. Pertanyaanya, benarkah vaksin cacar air bisa mencegah herpes zoster? 

Baca juga: Benarkah Kemoterapi Bisa Sebabkan Herpes Zoster?

Mencegah Cacar Api, Masa Sih?

Vaksin cacar air bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit cacar air. Akan tetapi, tak ada garansi 100 persen vaksin ini bisa mencegah penyakit cacar air. Namun, anak yang sudah dibekali vaksin ini, risiko untuk terserang cacar air jauh lebih rendah, ketimbang mereka yang tak mendapatkannya.

Sebenarnya, vaksin cacar air ini juga punya peran penting lainnya. Misalnya, agar anak terhindar dari beragam komplikasi cacar yang berbahaya. Contohnya seperti dehidrasi, radang otak, pneumonia, dan cacar api alias herpes zoster.

Dengan kata lain, pengidap yang telah mendapatkan vaksin akan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami herpes zoster. Meskipun terjadi, tingkat keparahannya lebih kecil dibandingkan dengan orang yang belum pernah divaksin. Pasalnya, biang keladi kedua penyakit ini pun serupa, yaitu sama-sama disebabkan oleh virus Varicella zoster.

Meski begitu, sebenarnya ada pula vaksin yang ditujukan khusus untuk cacar api. Di Amerika Serikat, vaksin ini dikenal dengan vaksin Zostavax. Menurut para pakar di Centers for Disease Control and Prevention, vaksin ini direkomendasikan bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas. 

Baca juga: Ini Perbedaan Cacar pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Bermula dari Varicella zoster

Banyak orang yang percaya kalau varicella zoster cacar air merupakan penyakit yang hanya terjadi sekali selama seumur hidup. Pertanyaannya, kira-kira mitos apa fakta? Sebenarnya, dalam banyak kasus jika seseorang pernah terkena cacar air, maka dirinya tak akan terkena penyakit ini lagi. Sebab, sudah terbentuk kekebalan tubuh seumur hidup. 

Akan tetapi, menurut jurnal Pediatrics and Child Health, meski jarang ditemui, cacar air bisa terjadi berulang. Setelah cacar air sembuh, virusnya akan “tinggal” di jaringan saraf. Nah, ketika daya tahan tubuh pengidapnya rendah, maka virus ini bisa saja aktif kembali dan terjadilah infeksi herpes zoster.

Penyebab aktifnya kembali virus varisela zoster, hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi, penyebab herpes zoster adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, sehingga tubuh rentan terkena infeksi.

Lalu, faktor apa saja sih yang bisa meningkatkan risiko herpes zoster?

  • Usia di atas 50 tahun, akibat sistem kekebalan tubuh menurun.
  • Stres fisik dan emosional, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh, seperti pada pengidap HIV/AIDS, orang yang menjalani transplantasi organ tubuh, atau kemoterapi.

Ingat, jangan main-main terhadap cacar api. Pasalnya, bila tak ditangani penyakit ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Misalnya, otot yang melemah, infeksi bakteri, hingga kebutaan bila muncul di sekitar mata. Tuh, seram kan?

Baca juga: 4 Cara Merawat Wajah Setelah Kena Cacar Air 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Zostavax (Zoster Vaccine Live) Recommendations
Healthline. Diakses pada 2020. Chickenpox in Adults.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Shingles. 
Patient. Diakses pada 2020. Shingles.