Mitos atau Fakta Xerophthalmia Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Mitos atau Fakta Xerophthalmia Bisa Sebabkan Kebutaan

Halodoc, Jakarta – Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kebutaan, gangguan pada mata menjadi penyebab tersering. Dari banyaknya jenis penyakit mata, ada penyakit bernama xerophthalmia yang disebut-sebut bisa menjadi penyebab kebutaan pada mata. Mitos atau fakta? 

Xerophthalmia merupakan jenis penyakit mata progresif yang memiliki gejala utama mata kering. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, sebab bisa mengakibatkan kerusakan serius pada kornea mata. Penyakit ini bisa membentuk bercak putih dan tukak kornea pada mata. Jika terus dibiarkan dan tidak diobati, xerophthalmia bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kebutaan. 

Baca juga: Sederet Penyebab Kebutaan yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Xerophthalmia dan Penyebabnya 

Penyakit mata yang satu ini terjadi karena kurangnya asupan vitamin A atau retinol, yaitu jenis nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan mata. Jenis vitamin ini berperan dalam menghasilkan sel fotoreseptor pada retina yang kemudian membantu mata bisa melihat cahaya sepenuhnya. Vitamin A juga dibutuhkan untuk memberi nutrisi pada bagian lain di mata, termasuk kornea. Kabar buruknya, gangguan ini disebut lebih rentan menyerang wanita hamil dan anak-anak. 

Xerophthalmia serinngnya ditandai dengan konjungtiva yang mengering, menebal, serta mulai berkerut. Selain itu, gejala lain juga sering muncul seperti pandangan menjadi kabur, mata mudah merasa lelah, nyeri di area mata, kelopak mata menebal, mata merah. Pengidap penyakit ini mungkin akan mengalami penurunan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan ketajamanan penglihatan. 

Baca juga: 7 Vitamin Utama untuk Mata

Pada tingkat yang lebih parah, gejala xerophthalmia yang muncul adalah tidak mampu melihat dalam cahaya yang redup alias night blindness. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini akan semakin parah dan diikuti dengan timbulnya bercak bitot serta tukak kornea. Xerophthalmia yang tidak ditangani bisa memicu gejala paling parah, yaitu sebagian atau seluruh kornea menjadi cair hingga mengarah pada kebutaan.

Kekurangan asupan vitamin A menjadi penyebab utama penyakit ini. Pada orang dewasa, asupan vitamin A harian yang dibutuhkan adalah sebanyak 900 mikrogram. Untuk wanita dewasa adalah sebanyak 700 mikrogram per hari. Sedangkan pada anak-anak, asupan vitamin A per hari adalah sekitar 600 mikrogram untuk usia di bawah 13 tahun, 400 mikrogram untuk usia di bawah 8 tahun, serta 300 mikrogram untuk usia 1–3 tahun.

Vitamin A atau retinol bisa didapat dari asupan makanan, seperti hati ikan, ayam, produk susu, telur, bahan makanan nabati, serta minyak kelapa sawit merah. Pengobatan kondisi ini dilakukan dengan terapi atau pemberian suplemen vitamin A. Cara ini dilakukan untuk mengatasi gejala dan membantu mata kembali memproduksi cairan pelumas mata.

Orang yang mengidap penyakit ini juga akan disarankan untuk menghindari iklim atau berada di ruangan yang kering, selalu menggunakan pelembap udara di ruangan, mengenakan kacamata pelindung yang dapat memperlambat penguapan air dari permukaan mata. Kondisi ini juga bisa ditangani dengan menggunakan salep, gel, atau air mata buatan untuk menghindari mata kering. Pastikan juga untuk selalu mengistirahatkan mata setelah melakukan kegiatan yang memerlukan ketajaman penglihatan dalam waktu lama.

Baca juga: Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan, Atasi Segera

Hindari xerophthalmia dengan memastikan asupan vitamin A dalam tubuh cukup. Kamu bisa mendapatkannya dari makanan serta suplemen tambahan yang bisa dibeli di aplikasi Halodoc. Lebih mudah untuk belanja obat dan produk kesehatan hanya dalam satu aplikasi. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Healthline (Diakses pada 2019). Everything You Should Know About Xerophthalmia
NCBI (Diakses pada 2019). Xerophthalmia