Mudah Menular, Ini 4 Cara Mencegah Infeksi Shigella

Mudah Menular, Ini 4 Cara Mencegah Infeksi Shigella

Halodoc, Jakarta – Infeksi shigella disebut juga shigellosis, adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran cerna. Bakteri penyebab, kelompok Shigella, menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Setelah masuk ke mulut, bakteri Shigella menggandakan diri di usus kecil dan menyebar ke usus besar. Kemudian bakteri melepaskan racun yang membuat usus besar mengalami kram dan gejala fisik lain.

Baca Juga: 10 Gejala Infeksi Shigella yang Wajib Diwaspadai

Gejala shigellosis umumnya berupa diare, demam, dan nyeri perut. Pengidap menemukan feses yang bercampur darah atau lendir. Gejala muncul beberapa hari setelah infeksi terjadi, berlangsung sekitar 2-7 hari. Lantas, bagaimana langkah agar terhindar dari infeksi shigella? Ini jawabannya.

Cara Mencegah Infeksi Shigella

Kebanyakan orang terinfeksi bakteri penyebab shigella setelah menyentuh mulut tanpa cuci tangan terlebih dulu, terutama setelah pergi ke toilet. Hingga kini belum ditemukan vaksin untuk mencegah shigellosis. Namun, ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah shigellosis.

1. Cuci Tangan Pakai Sabun

Tangan menjadi “sumber kuman” karena banyak digunakan untuk beraktivitas. Maka itu, kamu dianjurkan untuk mencuci tangan pakai sabun terlebih dulu sebelum makan dan saat menyiapkan makanan. Waktu utama untuk cuci tangan lainnya adalah setelah pergi ke toilet, setelah menyentuh hewan, setelah ke toilet, dan setelah mengganti popok bayi. Untuk berjaga-jaga, kamu bisa membawa hand sanitizer tiap bepergian untuk membersihkan tangan.

Baca Juga: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar

2. Minum Air Bersih

Air dikatakan bersih jika tidak berbau, berwarna, dan berasa. Kamu tidak diperbolehkan minum air sembarangan karena belum terjamin kebersihannya, misalnya air yang berasal dari keran, kolam renang, sungai, dan sumber lainnya. Pasalnya air yang boleh dikonsumsi harus terbebas dari bakteri E. coli. Hanya air yang dimasak hingga mendidih (matang) atau air mineral kemasan yang boleh dikonsumsi. Biasanya air kemasan telah melalui berbagai pemrosesan hingga layak dikonsumsi.

3. Buang Popok Bayi dengan Benar

Jika ibu memiliki bayi pengidap shigellosis, buang popoknya dengan benar. Usahakan untuk membungkus popok yang kotor, lalu buang ke tempat sampah. Cuci tangan setelah membersihkan popok bayi dengan sabun setelahnya.

4. Sajikan Makanan dengan Benar

Pengidap shigella atau diare tidak dianjurkan menyajikan makanan. Alasannya karena pengidap rentan menyebarkan bakteri lewat makanan atau minuman yang disajikan. Bila harus melakukannya, pastikan cuci tangan pakai sabun terlebih dulu atau gunakan sarung tangan khusus untuk memasak.

Hal lain yang sebaiknya tidak dilakukan pengidap shigellosis adalah berbagi makanan (apalagi membaginya dengan tangan), dan berenang di kolam renang umum. Pengidap tidak dianjurkan berhubungan intim (baik vaginal, anal, atau oral) selama seminggu setelah diare berkurang. Bakteri penyebab shigella biasanya masih berada di feses selama beberapa minggu meski pengidap sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga: Waspada, Infeksi Shigella Bisa Menular dari Makanan yang Dikonsumsi

Itulah cara mencegah infeksi shigella. Kalau kamu mengalami gejala serupa shigellosis, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!