Mudah Menular, Ini 5 Penyebab Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mudah Menular, Ini 5 Penyebab Radang Tenggorokan

Halodoc, Jakarta – Banyak anggapan radang tenggorokan (faringitis) disebabkan oleh gorengan. Namun, tahukah kamu jika radang tenggorokan terjadi karena infeksi virus atau bakteri? Meski dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu, kamu perlu waspada jika radang tenggorokan tak kunjung sembuh. Pasalnya, radang tenggorokan bisa memicu komplikasi berupa radang amandel, demam scarlet, hingga nefritis glomerulus.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Antara Amandel dan Radang Tenggorokan

Mengapa Radang Tenggorokan Terjadi?

Kebanyakan kasus radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus influenza, mononucleosis, gondongan, dan campak. Sedangkan untuk bakteri, radang tenggorokan biasanya disebabkan oleh Streptococcus. Adakah penyebab radang tenggorokan selain infeksi virus dan bakteri?

  1. Reaksi alergi. Misalnya alergi debu, serbuk sari, bulu binatang, dan lainnya. Pengidap alergi rentan menyebabkan peradangan saluran pernapasan, sehingga memicu rasa sakit dan gatal pada tenggorokan.

  2. Udara kering. Kebanyakan orang bernapas lewat mulut saat berada di suhu panas dan pengap. Hal ini membuat saluran pernapasan kering dan memicu iritasi pada tenggorokan.

  3. Kebiasaan merokok. Pasalnya, asap rokok bisa mengiritasi tenggorokan dan memicu peradangan. Kebiasaan merokok terbukti meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan laring.

  4. Cedera, bisa terjadi akibat makanan yang tersangkut di tenggorokan, luka benda tumpul atau tajam pada leher, serta berteriak kencang terus - menerus. Selain cedera, masalah medis tertentu (seperti GERD, tumor, sinus, abses, dan HIV/AIDS) juga bisa menyebabkan radang tenggorokan.

  5. Daya tahan tubuh lemah. Radang tenggorokan terjadi akibat infeksi virus dan bakteri. Jika sistem imun sedang lemah, kamu berisiko lebih besar tertular penyakit ini.

Kebanyakan pengidap radang tenggorokan sembuh tanpa mengonsumsi obat - obatan. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat mengalami gejala radang tenggorokan adalah minum air putih. Namun setelah beberapa hari radang tak kunjung membaik, segera bicara pada dokter. Terlebih saat radang tenggorokan yang dialami disertai gejala lain, seperti sesak napas, sulit menelan, nyeri sendi, sakit telinga, muncul ruam, demam tinggi, ada darah dalam air liur, suara serak, hingga benjolan di leher.

Bagaimana Pertolongan Pertama Radang Tenggorokan?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat mengidap radang tenggorokan. Apa saja?

  • Minum obat pereda nyeri. Misalnya parasetamol atau ibuprofen. Obat ini dianjurkan jika radang tenggorokan disertai demam. Pastikan kamu berbicara pada dokter Halodoc sebelum membeli obat agar tidak kelebihan dosis.

  • Penggunaan antibiotik. Antibiotik dikonsumsi jika radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri. Obat ini diberikan sesuai resep dokter dan harus dihabiskan meski gejala membaik. Tujuannya agar bakteri tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Selain dua cara di atas, kamu perlu perbanyak minum air putih, hindari rokok, cukup istirahat, hindari zat pemicu alergi, dan berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik. Hindari juga minum air yang terlalu dingin atau panas karena bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.

Baca Juga: Cara Redakan Sakit Tenggorokan yang Sering Kambuh

Kalau kamu mengalami gejala serupa radang tenggorokan, tanya dokter Halodoc terkait cara penanganan yang tepat. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!