• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mudah Menular, Ini Penyebab Radang Tenggorokan

Mudah Menular, Ini Penyebab Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mudah Menular, Ini Penyebab Radang Tenggorokan

“Radang tenggorokan bisa menular dengan mudah, terlebih ketika imun tubuh kamu sedang lemah. Mengenali apa saja yang bisa jadi penyebab dari kondisi ini sangat penting. Sebab, beda hal yang jadi penyebab radang tenggorokan, dapat membedakan pengobatan yang bisa dilakukan.”


Halodoc, Jakarta - Banyak anggapan bahwa radang tenggorokan atau faringitis disebabkan oleh terlalu banyak makan gorengan. Namun, tahukah kamu jika kondisi ini sebenarnya terjadi karena infeksi virus atau bakteri? 

Meski dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu, kamu perlu waspada jika radang tenggorokan tak kunjung sembuh. Kondisi ini juga bisa memicu komplikasi berupa radang amandel, demam Scarlet, hingga nefritis glomerulus. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Antara Amandel dan Radang Tenggorokan

Berbagai Penyebab Radang Tenggorokan

Kebanyakan kasus radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus influenza, mononucleosis, gondongan, dan campak. Sementara itu, pada kasus radang tenggorokan akibat infeksi bakteri, biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus. 

Selain infeksi virus dan bakteri, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Reaksi alergi. Misalnya alergi debu, serbuk sari, bulu binatang, dan lainnya. Pengidap alergi rentan menyebabkan peradangan saluran pernapasan, sehingga memicu rasa sakit dan gatal pada tenggorokan.
  • Udara kering. Kebanyakan orang bernapas lewat mulut saat berada di suhu panas dan pengap. Hal ini membuat saluran pernapasan kering dan memicu iritasi pada tenggorokan.
  • Kebiasaan merokok. Pasalnya, asap rokok bisa mengiritasi tenggorokan dan memicu peradangan. Kebiasaan merokok terbukti meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan laring.
  • Cedera. Bisa terjadi akibat makanan yang tersangkut di tenggorokan, luka benda tumpul atau tajam pada leher, serta berteriak kencang terus-menerus. Selain cedera, masalah medis tertentu (seperti GERD, tumor, sinus, abses, dan HIV/AIDS) juga bisa menyebabkan radang tenggorokan.
  • Daya tahan tubuh lemah. Radang tenggorokan terjadi akibat infeksi virus dan bakteri. Jika sistem imun sedang lemah, kamu berisiko lebih besar tertular penyakit ini.

Kebanyakan pengidap radang tenggorokan bisa sembuh tanpa mengonsumsi obat-obatan. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat mengalami gejala radang tenggorokan adalah minum air putih dan istirahat yang cukup. 

Namun setelah beberapa hari radang tak kunjung membaik, segera bicara pada dokter. Terlebih saat radang tenggorokan yang dialami disertai gejala lain, seperti sesak napas, sulit menelan, nyeri sendi, sakit telinga, muncul ruam, demam tinggi, ada darah dalam air liur, suara serak, hingga benjolan di leher.

Baca juga: Tenggorokan Bengkak, Atasi dengan 9 Cara Ini

Bagaimana Perawatan Rumahan yang Bisa Dilakukan?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai perawatan rumahan ketika terserang radang tenggorokan, yaitu:

  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Ini bertujuan untuk meredakan gejala tidak nyaman akibat radang tenggorokan.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Hindari rokok dan zat-zat pemicu alergi.
  • Istirahat yang cukup.
  • Berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik.

Jika perawatan rumahan yang dilakukan tak cukup untuk membuat gejala mereda, gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter. Tergantung kondisi, dokter akan meresepkan obat-obatan, termasuk antibiotik bila penyebabnya adalah infeksi bakteri. 

Baca juga: Cara Redakan Sakit Tenggorokan yang Sering Kambuh

Bila diresepkan antibiotik oleh dokter, pastikan untuk mengonsumsinya sesuai dosis dan anjuran. Jangan menghentikan atau menambah dosis tanpa membicarakannya pada dokter. 

Jika dokter menginstruksikan untuk menghabiskan antibiotik meski gejala sudah membaik, pastikan untuk mengikutinya. Infeksi bakteri yang tidak diobati hingga tuntas dapat membuat radang tenggorokan kembali terjadi. 

Bila penyebab dari kondisi yang dialami adalah infeksi virus, atau faktor lainnya, dokter biasanya akan meresepkan obat untuk membantu meredakan gejala. Segera hubungi dokter lagi bila gejala tak kunjung membaik atau justru semakin parah, setelah beberapa hari mengonsumsi obat. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Sore Throat – Symptoms and Causes.
MedlinePlus Medical Encyclopedia. Diakses pada 2021. Pharyngitis – Sore Throat.