Mysophobia Bikin Pengidapnya Gampang Jijik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mysophobia Bikin Pengidapnya Gampang Jijik

Halodoc, Jakarta – Mysophobia merupakan kumpulan kondisi germaphobia. Germaphobia adalah istilah yang digunakan oleh psikolog untuk menggambarkan ketakutan patologis terhadap kuman, bakteri, mikroba, kontaminasi, dan infeksi. Pengidap mysophobia cenderung mudah jijik terhadap hal-hal yang bersifat kotor. Seperti kondisi fobia lainnya, mysophobia biasanya dimulai saat masa kanak-kanak dan umumnya berlanjut hingga dewasa. 

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Cara Bedakan Ketakutan Biasa dan Fobia

Faktor yang Dapat Memicu Mysophobia

Ada sejumlah faktor yang dapat memicu timbulnya mysophobia pada seseorang. Berikut sejumlah kondisi yang memicu munculnya mysophobia pada seseorang, yaitu:

  • Pengalaman negatif di masa kecil. Pengalaman traumatis saat kanak-kanak terhadap kuman bisa menimbulkan kondisi mysophobia. 

  • Sejarah keluarga. Fobia memiliki hubungan genetik. Memiliki anggota keluarga dekat dengan fobia atau gangguan kecemasan lain meningkatkan risiko mengidap kondisi yang serupa.

  • Faktor lingkungan. Praktik kebersihan saat kanak-kanak juga memengaruhi perkembangan mysophobia.

  • Faktor otak. Perubahan tertentu dalam kimia dan fungsi otak dianggap memainkan peran dalam pengembangan fobia.

Pemicu mysophobia dapat berupa benda, tempat, atau situasi yang memperburuk gejala fobia. Berikut beberapa contoh pemicu mysophobia, seperti:

  • Cairan tubuh seperti lendir, air liur, atau air mani;

  • Benda dan permukaan yang tidak bersih, seperti gagang pintu, keyboard komputer, atau pakaian yang tidak dicuci;

  • Tempat-tempat kuman diketahui terkumpul, seperti pesawat terbang atau rumah sakit;

  • Praktik atau orang yang tidak higienis.

Apabila kamu memiliki pertanyaan seputar mysophobia, bicarakan dengan psikolog Halodoc. Melalui aplikasi, kamu dapat menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Seperti Apa Tanda-Tanda Mysophobia?

Seseorang yang mengidap mysophobia selalu menghindari tempat-tempat yang dianggap kotor dan penuh kuman. Mereka juga suka menghabiskan waktu untuk membersihkan diri atau dekontaminasi secara berlebihan. Pengidap mysophobia cenderung mencuci tangan secara obsesif, tidak mau berbagi barang pribadi, menghindari kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan atau binatang. 

Ketika seseorang terpapar kuman atau potensi kontaminasi, mereka mungkin mengalami gejala fisik panik, seperti peningkatan detak jantung, mual, sesak napas, berkeringat, dan lain-lain. Seseorang dapat didiagnosis mysophobia jika mengalami ketakutan terhadap kuman sampai mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan individu tersebut. 

Baca Juga: Jenis Fobia yang Banyak Dialami Wanita

Perawatan yang Tersedia untuk Mysophobia

Tujuan dari perawatan mysophobia untuk membantu seseorang  menjadi lebih nyaman dengan kuman, sehingga meningkatkan kualitas hidup. Mysophobia dapat diobati dengan terapi, dan pemberian obat-obatan.

  1. Terapi

Psikoterapi atau konseling membantu pengidap dalam menghadapi ketakutan terhadap kuman. Perawatan yang paling berhasil untuk fobia adalah terapi paparan dan terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi pemaparan atau desensitisasi melibatkan pemaparan bertahap terhadap pemicu mysophobia. Tujuannya untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan yang disebabkan oleh kuman. CBT biasanya digunakan dalam kombinasi dengan terapi pajanan. Ini mencakup serangkaian keterampilan koping yang dapat pengidap terapkan dalam situasi serangan panik terhadap kuman.

  1. Obat-Obatan

Terapi biasanya cukup untuk mengobati fobia. Pada beberapa kasus, obat digunakan untuk meredakan gejala kecemasan yang terkait dengan paparan kuman dalam jangka pendek. Obat-obatan ini termasuk inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dan inhibitor reuptake serotonin-norepinefrin (SNRI. Obat lain yang mampu mengatasi gejala kecemasan selama situasi tertentu, termasuk beta blocker, antihistamin dan obat penenang.

Baca Juga: Fobia pada Matematika, Benarkah Bisa Terjadi?

Nyatanya, kondisi ini mirip dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Sebab, pengidap OCD juga suka membersihkan diri secara berulang-ulang.

Referensi:
Psycom. Diakses pada 2019. Mysophobia (Germophobia): The Fear of Germs.
Psychlopaedia. Diakses pada 2019. Getting to grips with germaphobia.
Healthline. Diakses pada 2019. All About Germaphobia.