Nagihnya Kulit Ayam Goreng, Keseringan Bisa Bahaya

nagihnya-kulit-ayam-goreng-keseringan-bisa-bahaya-halodoc

Halodoc, Jakarta – Belum lama ini, sebuah gerai makanan cepat saji ternama di Indonesia mengeluarkan varian menu baru bernama “chicken skin”, yaitu kulit ayam goreng berbalut tepung yang tampak menggiurkan. Kulit ayam goreng sudah lama menjadi makanan favorit banyak orang. Bahkan, bila sedang menyantap ayam goreng, tidak sedikit orang yang menyisakan kulitnya untuk dimakan paling terakhir karena menganggap itu adalah bagian yang paling enak.

Tidak heran bila pada akhirnya, menu baru dari gerai makanan cepat saji tersebut menjadi incaran banyak orang. Kulit ayam goreng memang enaknya bikin nagih. Namun, sehatkah sering-sering mengonsumsi makanan tersebut? Ketahui dulu bahaya di balik kenikmatan chicken skin di sini.

Jenis makanan apapun yang digoreng memang terasa lebih enak dan menggugah selera, apalagi kulit ayam goreng. Teksturnya yang krispi dan rasanya yang gurih membuat banyak orang tidak hanya suka, tapi juga ketagihan menyantap makanan tersebut. Namun tahukah kamu, rasa gurih pada kulit ayam berasal dari kandungan lemak yang tinggi, lho.

Lemak adalah senyawa kimia yang memiliki rasa gurih dan dikenal bisa meningkatkan cita rasa makanan, sehingga bisa membuat ketagihan. Namun, lemak juga menjadi faktor pemicu berbagai penyakit, mulai dari obesitas, hipertensi, jantung, diabetes, sampai kanker.

Bila dalam kadar yang tepat, lemak sebetulnya memiliki banyak fungsi. Selain menjadi cadangan energi untuk waktu yang lama, lemak juga membantu pembentukan berbagai macam hormon, membran sel, sistem saraf, dan otak, serta menyalurkan vitamin ke seluruh tubuh. Lemak sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, lemak jenuh, dan lemak trans.

Baca juga: Jangan Selalu Disalahkan, Ternyata Lemak Bermanfaat untuk Kesehatan

Menurut Harvard School of Public Health, jenis lemak yang paling sehat adalah lemak tak jenuh. Ini karena lemak tak jenuh mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Sementara lemak jenuh bersifat meningkatkan kadar kolesterol jahat, dan lemak trans tidak hanya bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat, tapi juga mematikan kolesterol baik.

Nah, hampir 85 persen kandungan dalam kulit ayam goreng adalah lemak. Itulah mengapa makanan yang satu ini menjadi musuh terbesar bagi orang yang sedang menjalani diet. Kebanyakan orang yang ingin menurunkan berat badan biasanya akan mengonsumsi daging ayam tanpa kulit, karena dianggap lebih sehat dan memiliki kalori yang rendah.

Namun, menurut laporan dari CNN, jumlah kalori daging ayam dengan dan tanpa kulit ternyata tidak berbeda jauh. Setengah dada ayam dengan kulit 12 ons, hanya mengandung 2,5 gram lemak jenuh dan 50 kalori lebih banyak dari daging ayam tanpa kulit.

Baca juga: Cari Tahu Kandungan Nutrisi dalam Bagian Tubuh Ayam

Apalagi sebagian besar lemak pada kulit ayam merupakan lemak tidak jenuh tunggal, yaitu jenis lemak yang baik untuk jantung. Selain itu, memasak ayam dengan kulitnya pada suhu 350 derajat ke atas ternyata justru bisa mencegah penyerapan minyak oleh daging. Hal ini bisa terjadi karena suhu panas akan menarik uap air dari daging ke kulit dan membentuk lapisan yang mencegah minyak merembes ke kulit dan daging.

Namun, fakta tersebut sebaiknya jangan dijadikan pembenaran bagi kamu untuk memakan kulit ayam setiap hari. Ini karena makanan yang digoreng tersebut juga mengandung lemak jenuh, yaitu jenis lemak jahat yang dapat meningkatkan kolesterol dan tingkat lipoprotein densitas rendah (LPL).

Apalagi, kulit ayam goreng juga dibalur oleh tepung yang menjadi media penyerapan minyak. Tepung berpotensi meningkatkan respons insulin dan meningkatkan kadar gula darah, sehingga bisa memicu diabetes.

Jadi, sebaiknya batasi konsumsi kulit ayam goreng atau chicken skin. Bila ingin makan kulit ayam goreng, makanlah beserta dengan dagingnya juga dan jangan lupa menambahkan sayur-sayuran sebagai asupan serat.

Baca juga: Inilah Banyaknya Kalori dalam Sebungkus Nasi Padang

Bila kamu ingin bertanya seputar kandungan nutrisi makanan tertentu, tanyakan saja ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Di Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter melalui Chat dan Voice/Video Call untuk berdiskusi seputar diet dan pola makan yang sehat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.