• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Narkolepsi Bisa Mengakibatkan Depresi, Ini Penjelasannya

Narkolepsi Bisa Mengakibatkan Depresi, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Narkolepsi Bisa Mengakibatkan Depresi, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari dan serangan tidur yang tiba-tiba. Orang yang mengidap gangguan tidur tersebut merasa sangat mengantuk di siang hari dan mungkin tanpa sengaja tertidur selama beraktivitas.

Meskipun tidak menyebabkan masalah kesehatan fisik yang serius atau berkepanjangan, narkolepsi memberikan dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Tidak jarang, narkolepsi juga memengaruhi kesehatan mental dan mengakibatkan depresi.

Apa yang Terjadi saat Mengidap Narkolepsi?

Narkolepsi memengaruhi sistem di otak yang membantu agar tetap terjaga. Biasanya, sinyal peringatan datang dari batang otak, wilayah yang terletak jauh di dalam otak yang bertanggung jawab atas banyak fungsi dasar. Sinyal ini menyebar dan "membangunkan" bagian otak lainnya.

Sementara itu, sekelompok sel di daerah lain yang berdekatan yang disebut hipotalamus menghasilkan zat kimia hipokretin. Hipokretin berfungsi untuk mengaktifkan dan mempertahankan aksi sinyal peringatan yang datang dari batang otak.

Pada orang yang mengidap narkolepsi, sel-sel di wilayah khusus hipotalamus ini telah mati, sehingga produksi hipokretin tidak berjalan. Tanpa hipokretin, sulit bagi seseorang untuk tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama, dan pengidap dapat mengalami tumpang tindih antara bangun dan tidur yang mengakibatkan halusinasi dan kelumpuhan saat tidur atau bangun.

Baca juga: Sering Begadang Bisa Sebabkan Narkolepsi?

Berikut hal-hal yang bisa terjadi pada pengidap narkolepsi:

  • Mengantuk Berlebihan di Siang Hari

Orang dengan narkolepsi dapat tertidur tanpa peringatan, di mana pun dan kapan pun. Misalnya, pengidap bisa tertidur saat sedang bekerja atau berbicara dengan teman. Pengidap juga mengalami penurunan kewaspadaan dan fokus sepanjang hari.

  • Hilangnya Tonus Otot secara Tiba-tiba

Kondisi yang disebut cataplexy ini dapat menyebabkan sejumlah perubahan fisik, dari bicara cadel hingga kelemahan total sebagian besar otot, dan dapat berlangsung hingga beberapa menit.

  • Sleep Paralysis

Orang dengan narkolepsi sering mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara untuk sementara saat tertidur atau bangun.

  • Halusinasi

Halusinasi yang dialami pengidap narkolepsi bisa terjadi saat tertidur (hipnagogik) maupun saat bangun (hipnopompik). Misalnya, pengidap merasa seolah-olah ada orang asing di kamarnya. Halusinasi dapat terasa sangat nyata dan menakutkan.

Baca juga: Kenali Halusinasi Hipnagogik yang Terjadi pada Pengidap Narkolepsi

Narkolepsi Memengaruhi Mental dan Menyebabkan Depresi

Narkolepsi dapat mengganggu kehidupan pengidapnya, bahkan bisa mengakibatkan depresi. Depresi adalah masalah kesehatan mental yang sangat umum di antara kalangan pengidap narkolepsi.

Banyak gejala narkolepsi, terutama serangan tidur dan cataplexy, dapat menimbulkan rasa malu yang luar biasa dan mengurangi kemampuan pengidap untuk menjalani kehidupan normal.

Episode-episode ini bisa terasa menakutkan dan pengidap mungkin menjadi depresi karena ketidakmampuan untuk mengendalikan hal itu. Takut akan tertidur atau pingsan secara tiba-tiba juga membuat pengidap menjadi tidak percaya diri untuk bergaul, sehingga lebih memilih untuk menyendiri.

Bila kamu mengidap narkolepsi dan mulai merasa depresi akibat episode-episode yang ditimbulkannya, sebaiknya hubungi psikolog atau ahli kesehatan mental lainnya untuk mengatasi dampak mental tersebut.

Meskipun narkolepsi tidak disembuhkan, namun ada obat-obatan yang dapat diresepkan oleh dokter untuk meredakan gejala narkolepsi yang mengganggu. Menerapkan gaya hidup sehat juga membantu untuk mengelola gejala narkolepsi.

Selain itu, melibatkan orang-orang terdekat seperti keluarga juga sangat penting, karena mereka dapat memberikan dukungan untuk membantu penyembuhan depresi dan memantau perkembangan kondisi kamu.

Baca juga: Begini Penanganan untuk Pengidap Narkolepsi

Jangan ragu untuk menghubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc apabila kamu mengalami gejala depresi. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa leluasa curhat pada dokter yang ahli dan terpercaya kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcolepsy.
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. Diakses pada 2020. Narcolepsy.
Help Guide. Diakses pada 2020. Diakses pada 2020. Narcolepsy.