Nino RAN Terkena Penyakit Kelenjar Getah Bening, Apa Itu?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Nino RAN Terkena Penyakit Kelenjar Getah Bening, Apa Itu?

Halodoc, Jakarta – Nino, salah satu vokalis dari grup musik RAN, sempat mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, tepatnya November tahun lalu. Kondisi ini menyebabkan Nino RAN disarankan untuk beristirahat sejenak dari aktivitas menyanyi untuk memulihkan kesehatannya. Apa sebenarnya yang terjadi ketika seseorang alami pembengkakan kelenjar getah bening?

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi ketika kelenjar getah bening mengalami pembesaran. Hal ini disebabkan adanya reaksi dari sel imun yang diproduksi oleh kelenjar getah bening terhadap penyakit atau bakteri yang ada di dalam tubuh.

Gejala dari Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening terdapat pada beberapa bagian tubuh, seperti ketiak, dagu, belakang telinga, leher, pangkal paha, dan bagian belakang paha. Umumnya, pembengkakan kelenjar getah bening tidak menimbulkan gejala. Kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan terasa nyeri ketika disentuh atau ketika pengidap melakukan aktivitas yang bersinggungan dengan bagian kelenjar getah bening yang alami pembengkakan. 

Gejala lainnya dari pembengkakan kelenjar getah bening, seperti mengalami demam, alami penurunan berat badan disertai menurunnya nafsu makan, mengeluarkan banyak keringat pada malam hari, pilek, dan sakit tenggorokan.

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kelenjar getah bening terus mengalami pembengkakan yang berlangsung lebih dari beberapa hari dan memiliki kondisi yang keras.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan karena produksi sel imun yang dihasilkan terlalu banyak. Adapun faktor yang menyebabkan seseorang alami pembengkakan kelenjar getah bening, seperti:

1. Infeksi

Adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi dapat sebabkan seseorang alami pembengkakan kelenjar getah bening. Radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi kulit, HIV, dan campak meningkatkan risiko seseorang alami pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika kekebalan tubuh yang sehat pada tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Kondisi ini meningkatkan risiko pembengkakan kelenjar getah bening. Ada beberapa penyakit autoimun yang perlu diketahui, seperti lupus, penyakit graves, myasthenia gravis, dan multiple sclerosis.

3. Penyakit Kanker

Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat menjadi indikasi adanya penyakit kanker pada tubuh. Namun, tentunya hal ini membutuhkan diagnosis lebih lanjut. Jadi, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan agar gangguan kesehatan kamu dapat segera diatasi.

4. Penggunaan Obat

Penggunaan beberapa jenis obat-obatan juga meningkatkan risiko seseorang alami pembengkakan kelenjar getah bening. Sebaiknya bertanya langsung ke dokter mengenai dampak atau efek dari obat yang dikonsumsi. Kamu bisa bertanya dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Penyakit Serius, Jika Kelenjar Getah Bening Bengkak?

Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening dengan Cara Sederhana

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan kesehatan kamu, seperti melakukan tes darah, MRI, atau biopsi. Jika kamu mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, pengobatan juga disesuaikan dengan penyebab yang dialami. 

Pada beberapa kasus, pembengkakan kelenjar getah bening dapat pulih dengan sendirinya. Kamu bisa mengatasi kondisi ini dengan mandiri di rumah, dengan cara:

  1. Kompres area kelenjar getah bening yang alami pembengkakan;

  2. Mengonsumsi obat pereda nyeri;

  3. Penuhi asupan nutrisi dan gizi;

  4. Istirahat yang cukup.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang penyakit kelenjar getah bening. Selalu perhatikan gejala aneh yang terjadi di tubuh agar mengetahui penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Swollen Lymph Nodes
Medical News Today. Diakses pada 2020. Why Are My Lymph Nodes Swollen?