04 October 2018

Normalkah Batuk Darah pada Anak?

Normalkah Batuk Darah pada Anak?

Halodoc, Jakarta - Setiap ibu tentu panik ketika melihat anaknya batuk dan mengeluarkan darah. Tak jarang kepanikan itu membuat ibu akhirnya menduga-duga adanya suatu penyakit serius yang diderita si anak. Padahal, tidak semua batuk berdarah merupakan gejala penyakit berbahaya, lho.

Dalam istilah medis, batuk berdarah disebut juga hemoptisis atau hemoptoe. Kondisi ini ditandai dengan keluarnya darah atau lendir yang bercampur dengan darah pada saat batuk. Banyak orang yang mengaitkan batuk berdarah dengan muntah darah, padahal keduanya berbeda, lho. Pada batuk darah, warna darah yang keluar adalah merah terang dan biasanya bercampur busa, lendir, atau dahak. Sementara pada muntah darah, warna darah yang keluar lebih tua dan kadang bercampur dengan makanan.

Batuk darah pada anak dapat disebabkan oleh banyak hal, dan pada sebagian besar kasus bukanlah merupakan tanda suatu penyakit serius. Berikut beberapa hal yang dapat membuat anak batuk berdarah:

1. Masuknya Benda Asing yang Melukai Saluran Napas

Anak-anak, terutama yang masih berusia di bawah 3 tahun, memiliki kebiasaan untuk memasukkan berbagai benda ke mulut. Partikel-partikel dari benda asing yang masuk ke mulut itu sering kali tertelan dan melukai saluran napas. Darah akibat luka itu kemudian dikeluarkan melalui batuk.

2. Iritasi Tenggorokan

Batuk yang tak kunjung sembuh dapat berpotensi menimbulkan iritasi pada tenggorokan. Iritasi tersebut kemudian membuat lendir yang keluar akibat batuk akan bercampur dengan darah.

3. Mimisan

Anak mimisan kemudian batuk berdarah? Bisa jadi batuk darah tersebut bukanlah disebabkan oleh adanya luka atau iritasi tenggorokan, melainkan karena terhisapnya darah mimisan ke bagian belakang, lalu dibatukkan keluar. Dalam kasus seperti ini, yang perlu ibu lakukan adalah mencari tahu penyebab dari mimisan yang terjadi.

Mimisan pun memiliki penyebab yang beragam, dan sering kali juga bukan merupakan gejala penyakit berbahaya. Namun, jika frekuensi mimisan pada anak terlalu sering, dan disertai berbagai gejala lainnya, ibu perlu waspada dan segera memeriksakannya ke dokter.

4. Bronkitis

Jika batuk darah yang dialami anak disertai dengan gejala-gejala lain seperti keluarnya lendir berwarna kuning keabuan, sesak napas, sakit tenggorokan, dan demam, bisa jadi itu merupakan gejala dari penyakit bronkitis. Penyakit ini merupakan infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus, yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut.

Apa yang Perlu Dilakukan Orangtua?

Selama tidak berulang dan disertai gejala lain, batuk darah pada anak umumnya adalah kondisi yang ringan dan akan membaik dengan sendirinya. Oleh karena itu, orangtua sebenarnya tidak perlu langsung panik ketika menjumpai anaknya batuk berdarah.

Beratnya batuk berdarah dapat dilihat dari jumlah darah yang keluar dalam satu hari. Batuk darah disebut ringan jika jumlahnya kurang dari 200 mililiter. Jika lebih dari itu, barulah anak perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Jika batuk darah yang dialami diduga sebagai gejala suatu penyakit, pemeriksaan awal yang diperlukan adalah pemeriksaan X-Ray. Pemeriksaan ini akan membantu untuk mengetahui adanya kelainan di saluran pernapasan. Bila tidak ditemukan penyebab yang jelas, pemeriksaan selanjutnya yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan bronkoskopi (peneropongan saluran napas).

Itulah sedikit penjelasan tentang batuk darah pada anak. Ibu tidak perlu panik, karena sekarang ada fitur Contact Doctor pada aplikasi Halodoc, yang dapat digunakan untuk bertanya langsung pada dokter melalui Chat atau Voice/Video Call, ketika anak mengalami masalah kesehatan. Dapatkan juga kemudaha membeli obat secara online, kapan saja dan di mana saja, hanya dengan men-download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store.

Baca juga: