Nyeri Sendi dan Bersin, Bisa Jadi Tanda Eritema Nodosum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Nyeri Sendi dan Bersin, Bisa Jadi Tanda Eritema Nodosum

Halodoc, Jakarta – Nyeri sendi yang disertai dengan bersin-bersin adalah kondisi yang bisa menjadi tanda penyakit, yaitu eritema nodosum. Kondisi ini terjadi akibat ada peradangan pada kulit yang terletak di lapisan lemak kulit. Penyakit ini menyebabkan muncul ruam kemerahan di permukaan kulit, nyeri, serta benjolan kecil yang banyak ditemukan pada bagian bawah lutut. 

Ukuran benjolan ini bervariasi. Benjolan tanda eritema nodosum bisa hilang timbul selama beberapa minggu akibat peradangan. Setelahnya, benjolan akan menjadi lebih kecil dan rata serta meninggalkan bekas memar. Eritema nodosum muncul dengan gejala, seperti flu dan bersin-bersin. Nyeri sendi dapat muncul selama fase kambuh dan kebanyakan lesi akan sembuh dalam 7 minggu hingga 18 minggu. 

Baca juga: Ini Gejala yang Dialami Jika Terkena Erythema Nodosum

Mengenal Eritema Nodosum 

Eritema nodosum adalah kondisi yang bisa muncul dengan atau tanpa disertai kondisi medis lainnya. Penyakit ini bisa terkait dengan radang tenggorokan, infeksi jamur, sarcoidosis, penyakit behcet, penyakit radang usus, kehamilan, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi ini seringnya ditandai dengan gejala nyeri sendi dan bersin-bersin. 

Umumnya, gejala nyeri sendi dan bersin yang terjadi akan hilang dalam waktu 7 minggu hingga 18 minggu. Penyakit ini menimbulkan kemerahan pada daerah kaki bagian depan dengan batas tidak tegak. Ukuran lesi yang muncul kurang lebih 2–6 sentimeter. Kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya perubahan pada warna kulit, terutama yang terserang eritema nodosum. 

Penyakit ini didiagnosis melalui beberapa pemeriksaan tertentu. Selain gejala utama berupa nyeri sendi dan bersin-bersin, diagnosis penyakit ini juga dilakukan dengan pemeriksaan fisik pada ruam dan peradangan yang muncul pada permukaan kulit. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah biopsi, yaitu prosedur mengambil sampel kecil dari kulit.

Sampel yang diambil kemudian akan diperiksa untuk melihat sel pembentuk dari benjolan kulit yang terbentuk tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan diagnosis eritema nodosum. Setelah didiagnosis dengan penyakit eritema nodosum, dokter akan menentukan langkah pengobatan yang perlu dilakukan. 

Baca juga: 13 Faktor yang Memicu Erythema Nodosum

Pengobatan bisa dilakukan setelah mengidentifikasi seluruh penyebab yang mendasari eritema nodosum. Secara umum, pengobatan untuk kondisi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan tertentu. Jenis obat yang digunakan adalah obat antiinflamasi dan kortison secara oral atau injeksi. Tujuan penggunaan obat adalah mengatasi atau mengurangi peradangan. 

Kondisi ini memang bisa memicu rasa nyeri dan mengganggu, tetapi eritema nodosum tidak menimbulkan ancaman bagi nyawa pengidapnya. Meski begitu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Diagnosis dan pengobatan yang tepat bisa membantu mencegah kondisi lebih buruk pada eritema nodosum. 

Umumnya, kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu. Ruam dan benjolan akibat penyakit eritema nodosum biasanya akan sembuh setelah 3–4 minggu. Namun pada kasus tertentu, gejala penyakit mungkin akan hilang setelah 6 minggu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala penyakit ini tidak kunjung hilang atau malah semakin memburuk setelah lebih dari 6 minggu. 

 Baca juga: Komplikasi Erythema Nodosum yang Perlu Diketahui

Jika ragu, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter asli. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan penyakit tertentu dan mendapat saran terbaik dari ahlinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Erythema Nodosum.
Patient. Diakses pada 2020. Erythema Nodosum.
Halodoc. Diakses pada 2020. Eritema Nodosum.