Ketahui Obat-obatan yang Digunakan untuk Pengidap Sindrom Turner

Ketahui Obat-obatan yang Digunakan untuk Pengidap Sindrom Turner

Halodoc, Jakarta – Sindrom turner merupakan penyakit yang terjadi karena ada faktor keturunan. Penyebabnya adalah kelainan kromosom seks, yaitu kromosom X hilang sebagian atau seluruhnya (monosomi). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan dengan 23 pasang kromosom, di mana sepasang di antaranya merupakan kromosom seks. Kromosom seks inilah yang menentukan jenis kelamin seseorang.

Anak yang dilahirkan dengan campuran kromosom X dari ibu dan Y dari ayah (XY), akan lebih  dominan jenis kelamin laki-laki. Sementara, jika dua buah kromosom X (XX) yang terjadi, maka bayi yang lahir akan berjenis kelamin perempuan. Nah, calon ibu dengan sindrom Turner hanya memiliki satu buah kromosom X yang normal, sehingga kromosom X pasangannya bisa jadi rusak atau bahkan hilang sama sekali.

Baca juga: Waspada! Kelainan Kromosom Bisa Sebabkan Wanita Kena Sindrom Turner

Sindrom ini bisa menyebabkan berbagai gangguan medis maupun gangguan dalam perkembangan fisik, misalnya berpostur pendek, gagal memulai masa puber, kemandulan, kelainan jantung, susah beradaptasi secara sosial, dan kesulitan dalam mempelajari hal-hal tertentu.

Pengobatan pada Pengidap Sindrom Turner

Hingga kini, belum ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun, pengidap sindrom turner tetap harus menjalani pengobatan atau perawatan untuk meredakan gejala yang muncul. Pemeriksaan rutin harus dilakukan pengidap penyakit ini untuk mengetahui kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan lain, sehingga bisa diatasi sejak dini.

Selain pemeriksaan rutin, ada berbagai jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gejala sindrom turner. Di antaranya:

1. Terapi Hormon Pertumbuhan

Salah satu penanganan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah terapi hormon. Terapi ini biasanya akan langsung disarankan anak yang lahir diduga mengalami sindrom Turner, dan tidak tumbuh dengan normal.

Terapi hormon pertumbuhan ini biasanya dimulai pada usia 5 atau 6 tahun sampai dengan berusia 15 atau 16 tahun. Terapi ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak bisa lebih normal.

Baca juga: 6 Fakta Tentang Sindrom Turner yang Perlu Diketahui

2. Terapi Pengganti Estrogen

Terapi ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan masa puber. Terapi pengganti estrogen biasanya dimulai setelah seorang gadis memasuki masa puber, yaitu sekitar usia 11 tahun.

Estrogen awalnya diberikan pada dosis rendah dan dinaikkan perlahan-lahan hingga level estrogen kembali normal. Estrogen bisa memicu perubahan yang terjadi pada masa puber, salah satunya pertumbuhan payudara.

3. Terapi Progesteron

Pengobatan yang satu ini bertujuan untuk memicu terjadinya menstruasi setiap bulan pada pengidap sindrom turner. Terapi pengganti progesteron biasanya dimulai beberapa lama setelah menjalani terapi pengganti estrogen.

4. Terapi Mengatasi Kesulitan Belajar

Sebagian besar pengidap sindrom Turner mengalami kesulitan belajar dan membutuhkan bantuan tambahan. Meski begitu, pengidap penyakit ini umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang normal.

Cobalah untuk membicarakan terlebih dahulu seputar terapi ini dengan dokter dan guru yang menangani pengidap sindrom turner. Tujuannya untuk melihat kapan waktu terbaik terapi mulai dilakukan.

5. Terapi Psikologis

Pengidap sindrom Turner biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri rendah atau bahkan mengalami depresi. Maka dari itu, sangat penting melengkapi fasilitas konseling atau terapi perilaku kognitif untuk mengatasi gangguan yang mungkin terjadi.

Baca juga: Ketahui Gejala Sindrom Turner pada Remaja Perempuan

Cari tahu lebih lanjut seputar sindrom turner dan cara menanganinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!