Obesitas Bisa Picu Obstructive Sleep Apnea, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
bahaya obesitas, gangguan tidur karena kegemukan,

Halodoc, Jakarta - Obstructive Sleep Apnea (OSA) akan terjadi ketika otot-otot di bagian belakang tenggorokan mengalami rileks, tetapi jumlahnya terlalu banyak. Otot-otot ini merupakan struktur pendukung langit-langit lunak, amandel, dan lidah. Nah, kondisi ini akan mengakibatkan jalan pernapasan menyempit atau menutup. Akibatnya, pengidap jadi sering mendengkur. Hal ini hanya terjadi selama 10 sampai 20 detik, tetapi dapat menurunkan tingkat oksigen dalam darah. Apakah kondisi ini dipicu oleh obesitas?

Baca juga: Ganggu Tidur, Kenali Fakta Obstructive Sleep Apnea

Seseorang yang mengalami kondisi ini akan terbangun dari tidurnya dan merasa sesak napas dalam beberapa detik dengan suara terengah-engah. Kondisi ini dapat terjadi berulang sebanyak 5-30 kali bahkan lebih sepanjang malam. Dengan begitu, seseorang akan kehilangan kualitas tidurnya, meskipun pengidap OSA tidak menyadari bahwa tidur mereka terganggu. Bahkan, banyak orang dengan kondisi ini berpikir mereka tidur nyenyak sepanjang malam.

OSA, Gangguan Napas Berhenti Sementara

Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas untuk sementara waktu saat sedang tertidur. Kondisi ini merupakan gangguan tidur yang serius, karena kualitas tidur jadi tidak cukup untuk membuat seseorang berenergi dan produktif pada esok hari. Penyakit ini merupakan kondisi paling umum terjadi. Pada pengidap OSA akan terjadi penyumbatan pada saluran pernapasan dan siapapun berpotensi mengalami kondisi ini.

Baca juga: Obstructive Sleep Apnea Sering Dialami Laki-Laki, Mengapa?

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Obstructive Sleep Apnea

Gejala pada pengidap kondisi ini, meliputi:

  • Mendengkur dengan keras.

  • Hipersomnia, yaitu kantuk berlebihan, terlihat dari tidur malam yang tidak berkualitas, sehingga sulit mempertahankan keadaan terjaga pada siang hari.

  • Berhenti bernapas secara mendadak.

  • Mulut kering dan sakit tenggorokan pada esok hari.

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

  • Tiba-tiba terbangun disertai dengan sesak napas.

  • Bangun di pagi hari dengan sakit kepala.

  • Sering buang air kecil pada malam hari.

  • Insomnia, yaitu kesulitan untuk tertidur lelap pada malam hari.

Tanda umum dari pengidap OSA adalah mendengkur. Namun, mendengkur tidak terjadi pada semua orang yang mengidap kondisi ini.

Obesitas Bisa Picu OSA, Bagaimana Bisa?

Obesitas merupakan salah satu pemicu terjadinya Obstructive Sleep Apnea (OSA). Untuk itu, seseorang yang memiliki berat badan lebih disarankan untuk melakukan diet sehat guna mengurangi kelebihan berat badan. Selain mengurangi berat badan, beberapa hal yang bisa kamu lakukan guna mencegah terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Berhenti merokok.

  • Berolahraga dengan teratur.

  • Berhenti konsumsi alkohol. Jika hal ini belum bisa kamu lakukan, kamu bisa mengonsumsi secukupnya. Jangan konsumsi alkohol beberapa jam sebelum tidur, karena hal ini bisa mengganggu jam tidur kamu.

  • Jangan tidur dengan posisi terlentang terlentang. Kamu sebaiknya tidur dalam posisi miring menghadap ke kanan atau ke kiri.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sleep Apnea Picu Kematian

OSA dengan kasus yang ringan bisa dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Namun, jika kondisi ini sudah parah, pengidap akan membutuhkan penanganan lain seperti terapi, perangkat oral, atau operasi pengangkatan jaringan pada rahang. Pengobatan OSA melalui jalan medis dilakukan guna menjaga jalan pernapasan agar tetap terbuka. Prosedur medis juga perlu dijalani guna menghapus jaringan yang mengganggu hidung, mulut, atau tenggorokan.

Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar masalah kesehatan di atas, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!