Olahraga Bisa Jadi Penyebab Serangan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Olahraga Bisa Jadi Penyebab Serangan Jantung?

Halodoc, Jakarta – Rutin berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk menjaga fungsi organ jantung. Aktivitas fisik memang dianjurkan untuk menjaga aliran darah tetap normal, karena bisa merangsang jantung untuk memompa darah lebih cepat. Tak hanya itu, berolahraga juga bisa memperbaiki proses metabolisme tubuh, sehingga mengurangi penumpukan lemak pada arteri jantung dan di bawah kulit. Namun, kenapa ada orang yang kehilangan nyawa saat berolahraga? 

Meski jarang terjadi, nyatanya ada beberapa kasus orang yang meninggal saat berolahraga. Hal itu sering dikaitkan dengan gangguan fungsi jantung. Olahraga disebut bisa menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung dan berujung pada kehilangan nyawa. Jantung merupakan salah satu organ yang penting dalam tubuh manusia. Gangguan pada organ vital ini bisa menjadi salah satu pemicu kematian. 

Baca juga: Akibat Olahraga Berlebihan untuk Jantung

Gangguan Fungsi Jantung saat Berolahraga 

Gangguan fungsi pada organ jantung bisa terjadi kapan saja, termasuk saat berolahraga. Pada kasus yang jarang, seseorang bisa mengalami henti jantung alias jantung berhenti berdetak saat berolahraga. Kondisi ini bisa menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh dengan optimal sehingga berujung pada kematian. Jantung yang tiba-tiba berhenti memompa darah merupakan gejala dari penyakit kardiovaskular. 

Henti jantung berbeda dengan serangan jantung. Pada serangan jantung, gangguan fungsi terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah. Meski begitu, serangan jantung bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya henti jantung. Orang yang sedang berolahraga bisa mengalami henti jantung saat tubuh mengalami dehidrasi, ketidakseimbangan potasium dan magnesium, serta kurang kadar mineral lainnya dalam darah. 

Meski bisa terjadi pada siapa saja, henti jantung saat berolahraga ternyata lebih berisiko pada laki-laki usia dewasa hingga lansia. Selain jenis kelamin, ada faktor lain yang bisa meningkatkan risiko henti jantung saat berolahraga, seperti memiliki riwayat penyakit hipertensi, penyakit jantung koroner, serta diabetes. Kondisi ini juga rentan terjadi pada orang yang aktif merokok, mengalami obesitas, kadar kolesterol tidak terkontrol, serta memiliki kelainan jantung kongenital. 

Baca juga: Atlet Juga Bisa Kena Serangan Jantung Saat Olahraga, Kenali Tandanya

Meski begitu, tidak selalu olahraga akan memicu kematian akibat serangan jantung. Risiko henti jantung saat berolahraga biasanya meningkat pada orang yang sebelumnya jarang beraktivitas, kemudian memaksakan diri untuk melakukan aktivitas berat. Maka dari itu, rutin beraktivitas fisik sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk menjaga kesehatan jantung. 

Rutin beraktivitas fisik bisa menurunkan risiko kematian mendadak saat berolahraga akibat henti jantung maupun serangan jantung. Sebab, tubuh sudah terbiasa untuk beradaptasi dengan peningkatan aktivitas fisik. Rutin berolahraga dibutuhkan tubuh untuk mengatur tekanan dan kadar kolesterol dalam darah. Dengan begitu, risiko penyakit kardiovaskular bisa diturunkan atau dihindari.

Ada beberapa tanda bahaya saat berolahraga yang perlu diwaspadai, terutama bagi orang yang memiliki riwayat sakit jantung atau jarang beraktivitas sebelumnya. Segera hentikan aktivitas atau pergi ke dokter saat mengalami nyeri pada bagian dada, sulit bernapas, aritmia, keluar keringat tidak normal, serta nyeri di bagian tubuh lain saat sedang berolahraga. 

Baca juga: Nyeri Dada Muncul Setelah Olahraga, Serangan Jantung?

Segera ambil waktu untuk beristirahat atau sampaikan keluhan yang dialami ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menyampaikan masalah kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Signs of Heart Problems During Exercise.
Harvard University. Diakses pada 2019. Don't worry about sudden cardiac arrest during exercise.