Operasi Caesar Bisa Tingkatkan Risiko Hernia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Operasi Caesar Bisa Tingkatkan Risiko Hernia

Halodoc, Jakarta – Hernia lebih dikenal sebagai "turun berok". Kondisi ini terjadi ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat keluar melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Ada banyak faktor penyebab hernia, antara lain terlalu sering mengangkat beban berat, mengejan terlalu keras saat buang air besar, bersin terus-menerus, berat badan bertambah secara mendadak, dan penumpukan cairan dalam rongga perut.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Ini Bisa Menyebabkan Hernia

Hernia Termasuk Komplikasi Melahirkan Caesar yang Jarang Terjadi

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One melaporkan, hanya sekitar 0,2 persen wanita hamil yang menjalani operasi caesar membutuhkan operasi hernia. Studi ini menyebutkan risiko hernia lebih sering terjadi pada wanita hamil yang menjalani operasi caesar dengan sayatan garis tengah (atas ke bawah) dibandingkan wanita hamil yang menjalani operasi caesar dengan sayatan melintang (sisi ke sisi). Risiko hernia pasca operasi caesar juga meningkat pada wanita hamil yang memiliki organ dan jaringan ikat perut yang lemah, hamil kembar, memiliki riwayat hernia perut, serta mengidap diabetes gestasional dan obesitas saat hamil.

Baca Juga: Angkat Beban Berat Sebabkan Hernia, Mitos atau Fakta?

Hernia setelah proses persalinan caesar disebut hernia insisional. Gejala utamanya berupa kemunculan benjolan yang berada dekat atau menempel pada tempat sayatan bedah. Benjolan tidak langsung muncul setelah operasi berlangsung, melainkan beberapa tahun setelahnya. Benjolan hernia biasanya terlihat ketika berdiri tegak, batuk, dan melakukan aktivitas fisik (seperti mengangkat benda di atas kepala). Ciri benjolan adalah berwarna seperti kulit dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari ukuran sekecil anggur hingga sangat besar. Benjolan bisa berubah tempat atau bertambah besar seiring waktu.

Gejala Spesifik Hernia Pasca Operasi Caesar

Selain benjolan di perut, hernia pasca operasi caesar juga ditandai gejala berikut ini:

  • Konstipasi. Operasi caesar terjadi di area perut, sehingga membuat organ di sekitarnya terpengaruh. Misalnya, perubahan posisi usus akibat operasi caesar meningkatkan risiko konstipasi akibat terganggunya proses pencernaan dan pembuangan zat sisa dalam tubuh. Perut rentan mengalami iritasi dan menimbulkan gejala berupa mual dan muntah.

  • Nyeri Perut. Gejala ini sering dianggap sepele. Kamu perlu waspada jika setelah operasi caesar, muncul benjolan di sekitar perut dan disertai nyeri perut parah.

Pengobatan Hernia Pasca Operasi Caesar

Hernia pasca operasi caesar yang dibiarkan tanpa penanganan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan, penumpukan cairan dalam organ perut, penyumbatan usus, dan perforasi usus. Kebanyakan kasus hernia pasca operasi caesar diatasi dengan operasi tambahan.

Tujuannya untuk mengangkat hernia melalui tindakan anestesi. Hernia yang tergolong ringan membutuhkan anestesi lokal, sementara hernia yang tergolong berat membutuhkan anestesi umum. Penentuannya berdasarkan jenis dan letak kemunculan hernia. Ahli bedah mengangkat hernia melalui operasi terbuka (pemotongan di perut) maupun laparoskopi (menggunakan sayatan kecil). Proses pemulihan pasca operasi hernia membutuhkan waktu 6 minggu.

Baca Juga: Tanpa Operasi, Atasi Hernia dengan Olahraga Ini

Kalau kamu menemukan benjolan dan mengalami gejala yang mirip hernia pasca operasi caesar, segera bicara pada dokter Halodoc. Kamu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!