• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orang yang Belum Disuntik Vaksin Bisa Terkena Campak

Orang yang Belum Disuntik Vaksin Bisa Terkena Campak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menurut The Immunisation Advisory Centre, tidak ada vaksin yang 100 persen efektif. Sebagian kecil orang bisa tidak terlindungi setelah vaksinasi dan bagi yang lainnya perlindungan dapat berkurang dari waktu ke waktu. 

Beberapa orang juga tidak dapat divaksinasi karena kondisi tertentu karena kondisi kekebalan tubuhnya. Terkait dengan penyakit campak, vaksin campak bisa memberikan perlindungan sebesar 90 persen dan bisa  bertahan dalam jangka waktu 15–20 tahun.

Mengukur Efektivitas Vaksin

Durasi kekebalan vaksin berbeda-beda tergantung dengan penyakitnya dan tidak ada yang namanya kekebalan seumur hidup. Durasi kekebalan yang diberikan oleh vaksin bervariasi tergantung pada berbagai faktor:

  1. Vaksin hidup umumnya menginduksi kekebalan yang lebih lama daripada vaksin sub unit.
  2. Vaksin sub unit seringkali membutuhkan pemacu.
  3. Vaksin polisakarida tidak menghasilkan sel memori yang berumur panjang.
  4. Jika interval antara dosis terlalu pendek, dapat berpengaruh terhadap durasi kekebalan, karenanya diperlukan interval minimum.
  5. Usia juga berpengaruh terhadap durasi kekebalan, di mana vaksin hanya efektif di rentang usia tertentu. Inilah alasan kenapa ada usia yang direkomendasikan pada anak sebelum dilakukannya vaksin. 

Imunogenisitas vaksin adalah ukuran respons imun terhadap vaksin dan biasanya melibatkan pengukuran antibodi spesifik dalam darah. Untuk beberapa vaksin, ambang batas kadar antibodi dihubungkan dengan tingkat perlindungan yang dibutuhkan. 

Baca juga: 7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa

Namun, ini tidak bisa menjelaskan secara jelas apakah seseorang dilindungi sepenuhnya terhadap penyakit. Jika ingatan kekebalan yang baik telah terbentuk, akan terjadi peningkatan dalam antibodi setelah dosis vaksin ditambahkan.

Kemanjuran dan efektivitas vaksin adalah perbandingan antara orang yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi. Kemanjurannya diukur dalam uji klinis terkontrol, sedangkan efektivitasnya diukur setelah vaksin disetujui untuk digunakan pada populasi umum. 

Dari sinilah kita dapat mengidentifikasi proporsi orang yang sukses divaksinasi serta bagaimana efektivitas perlindungan vaksin. Informasi lebih detail mengenai vaksin campak bisa kamu tanyakan langsung lewat aplikasi Halodoc.   

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Mengapa Harus Divaksin

Data yang dihimpun oleh Centers for Disease Control and Prevention, menunjukkan kalau selama bertahun-tahun vaksin telah mencegah banyak kasus penyakit dan kecacatan dan telah menyelamatkan jutaan nyawa. 

Misalnya, polio yang menyebabkan sekitar 50.000 kasus setiap tahun di Amerika Serikat (AS), adalah salah satu penyakit anak yang paling ditakuti di abad ke-20 dengan epidemi tahunan. Dan melalui program vaksinasi yang sukses di seluruh dunia, polio hampir hilang dari dunia.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan saat Imunisasi Campak Anak

Vaksin dapat mencegah wabah penyakit (peningkatan frekuensi penyakit secara tiba-tiba) melalui pencegahan penyakit menular. Ketika kamu divaksinasi, kamu tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan komunitas. 

Pun, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin bisa menghemat biaya kunjungan dokter, rawat inap yang dibutuhkan saat seseorang sudah terkena penyakit tersebut. Sampai sekarang vaksinasi dinilai sangat aman dan efektif. 

Vaksin hanya diberikan kepada anak-anak setelah tinjauan panjang dan hati-hati profesional kesehatan. Pemberian vaksin akan melibatkan beberapa ketidaknyamanan yang dapat menyebabkan rasa sakit, kemerahan, atau nyeri di tempat injeksi terjadi. 

Meski begitu, efek sampingnya jauh lebih minimal dibandingkan dengan rasa sakit, ketidaknyamanan, dan trauma penyakit yang dicegah oleh vaksin ini. Efek samping serius setelah vaksinasi, seperti reaksi alergi parah, sangat jarang terjadi. 

Referensi:
Vaccinate Your Family. Diakses pada 2020. Vaccine Benefits.
Vaccines.gov. Diakses pada 2020. Five Important Reasons to Vaccinate Your Child.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Vaccination greatly reduces disease, disability, death and inequity worldwide.
The Immunisation Advisory Centre. Diakses pada 2020. Efficacy and effectiveness.