Orangtua Harus Apa saat Anak Kecanduan Vape? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Orangtua Harus Apa saat Anak Kecanduan Vape? 

Halodoc, Jakarta – Pasar vape di Indonesia semakin luas, bahkan sudah mulai menyentuh remaja. Rokok elektrik ini semakin digandrungi karena diyakini sebagai pengganti rokok tembakau, dan lebih sehat. Selain itu, penggunaan vape juga identik dengan gaya atau berkelas. Namun tahukah kamu, ternyata vape juga bisa membuat kecanduan dan ternyata kandungannya pun tidak lebih baik dari rokok. 

Kabar buruknya, penggunaan vape alias vaping, nyatanya tidak lebih baik dari rokok tembakau. Vaping juga bisa menyebabkan kecanduan serta gangguan kesehatan. Baru-baru ini, banyak remaja di belahan dunia yang dilaporkan terserang penyakit karena vaping, bahkan sampai kehilangan nyawa. Melansir CNN, pejabat kesehatan Virginia dan New Jersey baru saja mengonfirmasi ada total 16 warga yang meninggal karena penggunaan vape. 

Baca juga: Tanpa Nikotin, Vape Tetap Berbahaya?

Peran Orangtua dalam Mengatasi Kecanduan Vape pada Anak 

Remaja umumnya memiliki tingkat keingintahuan yang sangat tinggi, sehingga sering mencoba hal-hal yang mereka anggap baru dan keren. Fakta tersebut membuat remaja menjadi kelompok yang paling rentan terpapar candu vaping. Meski sempat diklaim lebih sehat dari rokok tembakau, nyatanya vape juga memiliki sisi buruk dan bisa memicu gangguan kesehatan pada remaja. Kandungan kimia pada cairan pengisi vape disebut memiliki formaldehida yang bisa menyebabkan kanker pada manusia. 

Selain memicu penyakit, vaping juga nyatanya juga bisa menyebabkan kecanduan. Fenomena kecanduan vape ini diyakini terjadi karena beberapa hal, pertama adalah anggapan bahwa vape lebih sehat dibanding rokok tembakau karena memiliki kandungan vitamin dan perasa sari buah. Alasan kedua adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengisap vape pun disebut lebih rendah dibanding rokok tembakau. Remaja juga berisiko menjadi pecandu karena vape memiliki bau asap yang wangi dan dianggap sebagai satu hal yang keren. 

Sayangnya, kebanyakan orangtua ternyata tidak mengetahui bahwa anaknya mulai mencoba, bahkan kecanduan vape. Padahal jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa merugikan dan memberi dampak negatif bagi kesehatan tubuh remaja. Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk mengatasi kecanduan atau penggunaan vape secara berlebihan pada anak. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan pendekatan yang baik. 

Baca juga: Dilakukan Indoor, Ini Bahaya Rokok Elektrik

Namun sebelumnya, orangtua perlu mencari tahu terlebih dahulu tentang vape dan apa saja dampak negatif yang bisa disebabkan. Dengan begitu, ayah dan ibu bisa menyampaikannya dengan cara yang baik pada anak. Orangtua bisa mencari tahu tentang produk ini melalui internet atau bertanya terkait risiko penyakit akibat vape ke dokter. Setelah mengetahui dengan lengkap, mulailah melakukan pendekatan dan percakapan yang penting dengan anak. 

Orangtua perlu untuk mengetahui cara komunikasi yang baik agar anak bisa mengerti dan menerima informasi yang diberikan. Dalam hal ini, cobalah untuk tidak melakukan penghakiman langsung dan membuat anak menjadi tertekan. Cara terbaik untuk membuat anak mengerti adalah dengan memberikan fakta dan membalut pembicaraan dengan rasa nyaman dan intim. Ayah dan ibu juga sebaiknya memilih waktu yang tepat untuk melakukan pembicaraan serius seputar bahaya vape. Namun perlu diingat, lebih cepat menghentikan kecanduan akan lebih baik. 

Baca juga: Bergaya tapi Berbahaya, Vape bisa Sebabkan Chemical Pneumonia

Cari tahu lebih lanjut bahaya dari vape dan kebiasaan vaping dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
CNN. Diakses pada 2019. When your child vapes, what's a parent to do?
CNN. Diakses pada 2019. Two more vaping-related deaths bring US total to 16.
Johns Hopkins. Diakses pada 2019. 5 Vaping Facts You Need to Know.
Science Daily. Diakses pada 2019. Significant amount of cancer-causing chemicals stays in lungs during e-cigarette use.