Paksa Anak Suka Matematika Bisa Bikin Si Kecil Stres?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Paksa Anak Suka Matematika Bisa Bikin Si Kecil Stres?

Halodoc, Jakarta - Bagi sebagian anak, matematika adalah momok menakutkan yang tidak berkesudahan. Bayangkan saja, selama hampir 12 tahun di bangku sekolah ia harus menghadapi matematika. Sedihnya, tidak jarang orangtua menjadikan nilai matematika menjadi tolak ukur kecerdasan anak. Padahal, kecerdasan seseorang banyak sekali tolak ukurnya, sehingga memaksakan anak suka dengan matematika bisa sebabkan anak stres.

Tidak sedikit anak yang cenderung kehilangan minat dan gairah belajar saat harus berhadapan dengan soal matematika. Apalagi ujian matematika kadang bisa saja berakhir dengan nilai buruk sehingga teguran dari guru dan orangtua bisa membuat anak semakin stres. Kondisi stres yang berlarut-larut pada anak bukan hal yang baik. Stres bisa mengganggu pertumbuhannya, baik secara motorik maupun kognitif.

Baca juga: Fobia pada Matematika, Benarkah Bisa Terjadi?

Apa yang Membuat Anak Tidak Suka Matematika?

Bagi anak yang memang secara alami tidak pandai berhitung, mereka bisa merasa frustasi dan kalah saat berhadapan dengan soal matematika. Jangan biarkan anak stres berlarut-larut, segera chat dengan dokter anak atau psikolog untuk mendapatkan solusi yang tepat terkait masalah anak lewat aplikasi Halodoc. Kebanyakan di antara mereka mendapat nilai buruk akibat mereka tidak memahami soal tersebut. Namun, ada hal yang lebih besar yang jadi pemicunya yaitu anak tidak punya cukup waktu untuk menguasai materi sebelumnya. 

Matematika memang pelajaran yang rumit. Meminta anak untuk wajib menguasai keseluruhan materi tentunya dapat membuat anak kesulitan. Jadi sebaiknya, orangtua dan guru harus paham sejauh mana anak memahami materi. Jika anak dipaksakan untuk paham, ia tidak bisa mendapatkan nilai bagus untuk pelajaran matematika. Hal ini tentunya memicu anak stres, yang membuatnya enggan atau bahkan benci dengan matematika. 

Baca juga: Anak Kesulitan Menghitung, Mungkin Saja Disleksia Matematika

Lantas, Bagaimana Cara Agar Anak Suka Matematika?

Orangtua harus turun tangan langsung untuk membantu anak dalam menghadapi kekurangannya di dalam pelajaran matematika. Karena di sistem pendidikan Indonesia matematika adalah pelajaran wajib bahkan sampai sekolah menengah, mau tidak mau, anak harus menaklukkannya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah perhatikan nilai matematika anak, jika memang termasuk sangat rendah atau dalam batas aman, sebaiknya buat ekstra tambahan pelajaran. Bisa dengan orangtua sendiri di rumah mengajarkannya tiap tahapan, mulai dari pertambahan, pengurangan, perkalian hingga pembagian. Hal terpenting adalah anak menguasai konsep dasar dari matematika. Jika memungkinkan, menyewa guru privat juga bisa jadi pilihan. Tetapi pastikan guru tersebut bisa menyesuaikan gaya belajar anak.

Baca juga: 8 Bekal Kecerdasan untuk Kesuksesan Anak 

Selain itu, berikut ini tips belajar matematika untuk anak yang bisa diterapkan orangtua, yaitu:

  • Berikan Waktu Agar Anak Memahami Materi. Orangtua wajib mengajari anak dengan sabar dan pelan-pelan. Banyak anak yang melihat matematika sebagai pelajaran rumit yang harus menghafal rumus, padahal hitung-hitungan termasuk pelajaran konseptual. Biarkan anak benar-benar memahami pelajaran berhitung sesuai kapabilitas waktunya. Jangan lelah mengulanginya jika anak belum paham dan yang terpenting jangan memarahinya. 
  • Buat Perasaan Anak Nyaman. Bangun motivasi anak dalam belajar dengan kalimat-kalimat baik seperti kita semua harus bekerja keras demi mendapatkan nilai yang baik. Tanya pemikiran anak jika ia melihat suatu soal, apakah sulit atau mudah. Hilangkan perasaan negatif pada dirinya dengan tidak membandingkan kemampuan anak dengan anak lain. Jangan lupa juga untuk memberikan pujian jika anak memiliki kemajuan. 
  • Terapkan pada Kehidupan Sehari-Hari. Praktik matematika pada hal-hal sederhana seperti harga, kembalian belanja, panjang dan lebar suatu benda dapat mengurangi kecemasan anak saat belajar matematika. Pancing anak agar selalu penasaran pada angka di lingkungan sekitarnya. Jika dasarnya sudah kuat, maka materi konseptual lainnya bisa dipahami dengan baik ketika anak beranjak dewasa.

Orangtua juga bisa mengubah cara anak dalam mempelajari matematika. Caranya, orangtua bisa memberikan alat peraga atau bahkan video belajar animasi supaya konsep perhitungan matematika bisa lebih mudah dipahami anak. 

Referensi:
The Guardian. Diakses pada 2019. Math Anxiety.
Science News for Students. Diakses pada 2019. Don't Let Math Stress You Out!