Para Ibu, Lakukan Hal Ini sebelum Bayi Imunisasi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Para Ibu, Lakukan Hal Ini sebelum Bayi Imunisasi

Halodoc, Jakarta – Imunisasi adalah program wajib yang dicanangkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari serangan infeksi penyakit, khususnya anak-anak. Imunisasi pada anak bertujuan untuk merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh, sehingga sistem imun menjadi optimal dalam melawan infeksi kuman, bakteri, jamur, dan virus.

Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan virus dan bakteri yang sudah dilemahkan, sehingga tubuh membentuk antibodi yang bertugas melawan serangan penyakit. Jika suatu saat anak terinfeksi patogen yang sama, tubuh memiliki "pasukan" antibodi yang mampu mengenali dan melawannya.

Bagaimana jika tidak diimunisasi? Bahayanya tidak hanya menyerang anak tersebut, tapi juga orang lain di sekitarnya. Jika tidak diimunisasi, virus dan kuman yang masuk ke dalam tubuh bisa dengan mudah menyebar, sehingga berpotensi terjadi wabah penyakit.

Baca Juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Jenis Imunisasi yang Wajib untuk Anak

Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, terdapat beberapa imunisasi yang wajib diberikan pada bayi sebelum usia satu tahun. Imunisasi ini biasanya diberikan secara gratis oleh fasilitas kesehatan (faskes) di bawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Umum Daerah.

Imunisasi wajib terdiri dari vaksin hepatitis B, polio, BCG, campak, dan pentavalen (DPT-HB-HiB). Ada juga imunisasi tambahan yang perlu diberikan pada anak-anak hingga orang dewasa seusia kebutuhan, seperti vaksin MMR, tifoid, rotavirus, pneumokokus (PCV), varicella, influenza, HPV, dan hepatitis A.

Baca Juga: 5 Dampak Negatif Jika Bayi Tidak Imunisasi

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Anak Imunisasi

Untuk membuat kegiatan vaksinasi menjadi lebih nyaman, baik bagi anak dan orangtua, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum anak imunisasi. Di antaranya meliputi:

  • Catat jadwal imunisasi. Biasanya, ibu akan mendapat jadwal imunisasi lengkap saat berkunjung ke dokter atau Posyandu. Beberapa faskes bahkan memberitahu tanggal kunjung balik untuk imunisasi selanjutnya. Ibu perlu mencatat tanggal imunisasi agar tidak terlewat.
  • Datang sesuai waktu yang dijadwalkan. Ada beberapa vaksin yang memiliki batas usia maksimal pemberian, sehingga ibu perlu memperhatikan jadwal imunisasi dengan seksama. Lebih baik datang sesuai waktu yang dijadwalkan, atau segera membuat jadwal ulang jika ada halangan saat melakukan imunisasi.
  • Bawa buku catatan vaksinasi. Setiap anak wajib memiliki buku catatan vaksinasi, sehingga ibu perlu membawanya ketika jadwal vaksinasi tiba. Buku ini akan memudahkan dokter atau tenaga medis lain memberikan vaksinasi dan melihat riwayat vaksinasi sebelumnya, serta menghindari risiko pengulangan vaksinasi. Simpan buku ini dengan baik, karena biasanya diperlukan saat bepergian ke luar negeri atau untuk keperluan tertentu.
  • Tetap tenang dan tidak panik. Sikap panik orangtua tanpa disadari bisa dirasakan oleh Si Kecil. Maka itu, pastikan ibu tetap tenang saat mengantar Si Kecil melakukan imunisasi.
  • Pantau reaksi yang timbul pasca imunisasi. Sebagian anak mungkin mengalami reaksi demam, nyeri, dan kemerahan pada area kulit bekas disuntik. Ibu nggak perlu panik karena ini merupakan respons tubuh yang wajar. Efek samping ini umumnya hilang sendiri tanpa pengobatan khusus.

Baca Juga: Alasan Anak Demam Setelah Imunisasi

Itulah beberapa hal yang sebaiknya ibu lakukan sebelum imunisasi bayi. Kalau ibu punya pertanyaan lain seputar imunisasi bayi, jangan ragu bertanya dengan dokter Halodoc. Ibu perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!