14 March 2018

Pasangan Selingkuh, Tinggalkan atau Perbaiki Hubungan?

Pasangan Selingkuh, Tinggalkan atau Perbaiki Hubungan?

Halodoc, Jakarta – Menurut studi yang dilakukan oleh Journal of Social and Personal Relationships, 42 persen orang dewasa memiliki kesempatan untuk selingkuh. Selalu ada kesempatan, apakah melalui reunian, pertemuan di kereta, perkenalan dengan orang baru di sosial media serta medium-medium lainnya. Pokok persoalannya adalah apakah kamu termasuk orang yang memberi kesempatan untuk hal tersebut berkembang atau tidak.

Ada beberapa alasan kenapa orang yang memiliki hubungan baik-baik dengan pasangannya memilih untuk selingkuh. Yuk, cari tahu berikut ini! (Baca juga Wanita Hati-hati Bahaya Mencintai 2 Pria Sekaligus)

  1. Sekadar Coba-coba

Ada banyak perselingkuhan yang dimulai dengan coba-coba. Misalnya mengambil peran “teman tapi mesra” dengan teman kantor yang diakhiri melibatkan perasaan. Hubungan ini awalnya hanya sebagai sarana “senang-senang”, tapi ketika emosi sudah masuk di dalamnya tentu akan sulit melepaskan.

  1. Pernikahan yang Membosankan

Hubungan pernikahan yang hambar karena jeratan rutinitas kerja, mengerjakan tugas-tugas rumah hingga hubungan intim yang itu-itu saja bisa menyebabkan seseorang bosan. Bahkan, ketika rutinitas urusan anak bagi ibu yang bisa jadi lebih sering di rumah. Akhirnya, muncul kebutuhan akan “orang ketiga” untuk memberikan rasa pada hidup yang “hambar”.

  1. Bertemu Orang Baru

Bertemu orang baru yang benar-benar baru atau orang baru rasa lama alias teman masa single dulu yang ternyata punya gairah yang sama. Ini bisa membuka kesempatan untuk munculnya “benih-benih perselingkuhan”. Apalagi jika hubungan yang sedang dijalani sedang “datar”. Pilihannya adalah apakah kamu cukup kuat menahan godaan untuk melakukannya.

  1. Ketidakpuasan akan Pasangan yang Tidak Diungkapkan

Perasaan-perasaan tidak puas yang tidak disampaikan dan diselesaikan langsung dengan orangnya juga menjadi penyebab kenapa seseorang bisa selingkuh. Lantas ketika pasangan selingkuh, apa yang harus dilakukan? Ditinggalkan atau perbaiki hubungan? Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk mengatasi perselingkuhan, berikut beberapa diantaranya.

  • Cari Tahu Penyebab Pasangan Selingkuh

Tidak semua hubungan harus diakhiri kalau memang masih bisa diperbaiki kenapa tidak? Mencari tahu penyebab pasangan selingkuh bisa jadi pertimbangan buat kamu untuk mengambil tindakan lanjutan, apakah memperbaiki hubungan atau meninggalkan pasangan.

  • Bagaimana Komitmen Pasangan Setelah Ketahuan Selingkuh

Apakah pasangan merasa menyesal atau malah fine-fine saja dan justru memang menginginkan perpisahan karena ingin bareng dengan pasangan barunya tersebut. Selain itu, perselingkuhan dalam pernikahan adalah masalah yang cukup rumit. Bisa jadi, tak hanya kamu melainkan masing-masing keluarga turut campur. Nah, ini harus dibicarakan dengan kepala dingin agar tidak berujung pada kesedihan dalam hubungan.

  • Berikan Dukungan

Tentunya ketika kamu memutuskan untuk tetap bersama pasangan setelah dikhianati ada pertimbangan besar yang membuat kamu berpikir bersama adalah pilihan terbaik. Tapi jangan memilih bertahan untuk alasan balas dendam, ya. Kamu juga perlu memberikan dukungan, dan kepercayaan.

  • Mengikuti Layanan Konseling

Kalau kamu merasa perlu melakukan layanan konseling pernikahan untuk memperbaiki hubungan lakukan saja. Pastikan kamu dan pasangan mengikuti jadwal konseling rutin dan setia satu sama lain.

  • Jauhi Hal-hal yang Membawa Kembali pada Perselingkuhan

Selain komitmen, perlu buat pasangan untuk menjauhi hal-hal yang membuatnya selingkuh. Kalau perlu jangan lagi punya sosial media bila itu hanya memperbesar peluang untuk selingkuh.

  • Introspeksi

Baik kamu dan pasangan sebaiknya melakukan introspeksi apa yang membuat hubungan ini dinodai perselingkuhan. Jangan lagi menyembunyikan masalah atau hal-hal tidak enak lainnya yang kalau dipendam justru malah jadi masalah yang menjadi pemicu perselingkuhan.

Punya pertanyaan soal kesehatan ataupun hal-hal lain seputar medis? Kamu bisa tanyakan langsung dengan dokter-dokter yang ada di Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.