• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Patah Tulang, Ini Waktu yang Dibutuhkan untuk Kembali Normal

Patah Tulang, Ini Waktu yang Dibutuhkan untuk Kembali Normal

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Tidak ada salahnya untuk melakukan berbagai kegiatan fisik dengan hati-hati. Banyak gangguan kesehatan yang terjadi ketika melakukan kegiatan fisik yang tidak sesuai dengan aturan atau kurang berhati-hati, salah satunya adalah cedera tulang. Tidak hanya itu, kamu dapat mengalami kondisi patah tulang.

Baca juga: Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Patah tulang adalah kondisi yang menyebabkan perubahan pada bentuk tulang. Umumnya, patah tulang sering terjadi ketika tulang mengalami benturan yang cukup keras. Dilansir dari situs halaman Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang alami patah tulang, seperti kecelakaan kendaraan, kecelakaan ketika berolahraga atau adanya gangguan kesehatan pada tulang, seperti osteoporosis.

Jenis Patah Tulang yang Perlu Diketahui

Dikutip dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, patah tulang memiliki beragam jenis jika dilihat dari kondisinya, yaitu:

  1. Stable Fracture

Patah tulang jenis ini masih memiliki ujung patah yang berbaris dan nyaris keluar dari tempatnya.

  1. Compound Fracture

Patah tulang jenis ini memungkinkan hingga membuat kulit terluka akibat patahan tulang yang terjadi.

  1. Transverse Fracture

Patah tulang jenis ini memiliki jenis garis patahan yang horizontal.

  1. Oblique Fracture

Garis patahan jenis ini memiliki kondisi miring.

  1. Comminuted Fracture

Kondisi patah tulang jenis ini membuat tulang patah menjadi beberapa bagian.

Selain dilihat dari jenis patah tulang yang dialami, masih ada faktor lain yang memengaruhi waktu penyembuhan, seperti lokasi bagian tubuh yang alami patah tulang, termasuk pada anak-anak. Waktu penyembuhan anak-anak yang mengalami patah tulang juga disesuaikan dengan lokasi patah tulang dan jenis patah tulang yang dialami.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Untuk Pulih?

Pengidap patah tulang baru dinyatakan sembuh apabila tulang yang patah sudah tersambung kembali, atau setelah garis-garis patah telah hilang. Nah, di dalam hal ini hanya dokter yang bisa menyatakan apakah pengidap patah tulang sudah sembuh dan bisa kembali normal atau belum. Sebab, kasus patah tulang yang dialami setiap orang berbeda-beda.

Di dalam proses penyembuhan, dokter akan menyarankan penggunaan alat bantu seperti gips, pen, dan kruk atau tongkat penyangga untuk membantu berjalan. Pada bulan ketiga, biasanya pengidap patah tulang mulai bisa melangkahkan kaki perlahan. Rasa sakit dan bengkak pun mulai berkurang. Sebaiknya hindari dahulu berbagai aktivitas berat yang membebani kaki, seperti berdiri dan berjalan terlalu lama.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Fraktur Tulang

Memasuki bulan keempat dan kelima, sebaiknya jangan lakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Meskipun sudah dinyatakan sembuh, tulang yang patah masih rapuh. Pada beberapa kasus patah tulang yang parah, dibutuhkan waktu lebih dari setahun untuk bisa sembuh total. Pemeriksaan rutin ke dokter spesialis tulang atau rumah sakit terdekat dibutuhkan, untuk melihat apakah ada infeksi atau komplikasi.

Percepat Penyembuhan dengan Asupan Vitamin D dan Kalsium

Proses penyembuhan patah tulang juga bisa dipercepat dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin D, kalsium, dan protein. Selama masa penyembuhan, banyak-banyaklah konsumsi susu, yoghurt, ikan, dan sayuran-sayuran hijau seperti bayam dan kangkung.

Baca juga: 8 Jenis Patah Kaki yang Dapat Dialami Seseorang

Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, soda, dan cokelat. Kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium dan mineral yang dibutuhkan untuk penyembuhan patah tulang. Bagi pengidap yang biasa mengonsumsi alkohol dan merokok, disarankan juga untuk mulai menguranginya karena dapat menghambat proses penyembuhan.

Referensi:
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2019. Fractures (Broken Bones)
Kids Health. Diakses pada 2019. Fracture
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Bone Fractures